Hampir satu semester saya bekerja di tempat ini. Kantor profesional pertama setelah saya lulus sekolah. Tempat saya bekerja ‘pertama’ setelah lebih dua dekade menengadahkan tangan pada orang tua.
Setelah satu semester…. saya jadi benar-benar merasakan sendiri betapa lelahnya bekerja. Iya…. bekerja itu ternyata capek. Capek banget.
Sangat merasa bersalah karena sebelumnya saya selalu meminta ini dan itu pada orang tua. Belum lagi biaya sekolah hingga jenjang mahasiswa yang entah mereka sudah menghabiskan dana seberapa. Dan dari satu semester terakhir ini saya tidak hanya tahu, tetapi juga merasakan bahwa berkecimpung di dunia pekerjaan itu susahnya naudzubillah!
Bukan jenis pekerjaannya yang membuat lelah, melainkan orang-orang di tempat kerja.
Adaaaaaaa saja tindak tanduk atau pernytaan orang di tempat kerja yang membuat emosi kesal membuncah. Selalu ada hal-hal kecil yang menyebabkan intrik yang menurut saya sebenarnya tidak penting untuk diintrikkan. Bahkan sampai saat ini saya masih belum mengerti mengapa orang-orang di tempat kerja saya selalu saja cepat memberikan persepsi mereka terhadap hal-hal yang sebenarnya tak memiliki potensi untuk menghancurkan perusahaan. Gimana yaaa menjelaskannya…. bingung!
Tapi biarlah….. itu hanya salah satu materi pelajaran yang saya dapat dalam satu semester bekerja di kantor ini. Selain itu, banyak hal yang saya pelajari dalam satu semester terakhir. Kompetensi menulis, itu pasti. Belajar ilmu-ilmu pengetahuan baru pula. Dan mengenal orang-orang dengan berbagai pola pemikiran. Mengetahui karakter masing-masing teman. Bahkan mengenal seseorang yang memiliki ‘keunikan’ tersendiri diantara teman sekantor lainnya. Keunikan yang kadang-kadang (selalu) menjadi bahan diskusi diantara rekan kantor. Dan satu hal yang benar-benar saya pelajari selama satu semester terakhir adalah “saya bisa banyak bicara, tetapi memilih diam untuk membuat mereka yang terlalu banyak bicara terdiam”.
Enam bulan terakhir saya sudah melakukan semua pekerjaan dengan maksimal. Mungkin hasilnya tidak sesuai ekspektasi mereka, atau entah bagaimana mereka menilai. Tetapi yang jelas saya selalu berusaha untuk lebih baik di setiap menuntaskan pekerjaan. Semoga satu semester ke depan kinerja saya bisa jauh lebih baik dari saat ini!!!!!
Saran saya tetap….. dunia kerja itu susah. Kejam. Angker. Lebih jahat dari hukum rimba. Jadi, pilihlah pekerjaan yang benar-benar kalian suka, sehingga ketika kalian dijahatin, ditikam, dianiaya, atau dihina dina, setidaknya kalian tetap bisa melakukan pekerjaan dengan optimal karena memiliki pekerjaan di bidang yang kalian suka
28.467340
76.164501
Like this:
Like Loading...