Detik-Detik Balik Kota


Tiga jam lagi…….

Surabaya…oh Surabaya… oh Surabaya….

Ini nih waktu yang paling saya benci kalo mau balik.. baik balik kampung, maupun balik kota. Ngebayangin perjalanannya itu loh.. haduhhh… gak tahan. Kurang lebih 7 jam perjalanan darat…. Buat kalian yang penasaran sama kampung saya, saya tinggal di kota yang bernama Situbondo. Gak kenal kota itu? Belum tahu? coba buka lagi buku sejarah SD kelas 5 kalian, Bab Penjajahan Belanda yang kerja rodi… inget kan ada pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan?!! nah si Panarukannya itu adalah salah satu kawasan administrasi kota ‘kampung’ saya.

perjalanan panjang itu saya tempuh dengan menggunakan bus umum. Kenapa gak naik kereta api atau kapal laut atau pesawat terbang aja?

  1. di kota saya ini gak ada jalur kereta api, adanya juga lokomotif tebu punya pabrik gula…
  2. kapal laut???? apalagi… coba lihat peta Jawa Timur di atlas masing-masing. Perhatikan letak antara Kota Surabaya dengan Situbondo… naik kapal laut ke Surabaya? mendingan saya ke Bali aja dehhh… 😉
  3. Naik pesawat terbang kayaknya Ok deh… tapi stasiun kereta aja gak ada, apalagi bandara!!! Dan kalaupun ada sepertinya saya gak bakal pilih transportasi itu deh karena tiketnya pasti mahal banget. Saya yang masih merupakan parasit ini mana bisa bayar tiket pesawat?!!! kalo minta dibayarain Ortu? Hahahahahaha…. bisa tuh… tapi saya direbus dulu, terus ‘rebusan saya’ itu dimaukin box dan dipaketin pake pesawat! Hah… PERFECT 😦

Yup… mau tidak mau, bus umumlah yang saya gunakan… gak papa kok… nanti pas di terminal Surabaya kan sudah ada sopir yang menjemput.  WAJIB ADADan rahasia bertahan Saya selama di atas bus adalah ya karena Photo di samping itu 😉

Jajanan kecil alias snack…. satu tas penuh isinya makanan ringan beserta softdrink.  Saya rakus ya??? hehehee… gak lah… itu cuma bekal wajib yang harus ada di tas saya. Gak mungkinlah saya cuma bawa satu karena saya kan naik bus umum yang banyak orang naik juga. Masa pas saya makan mau saya makan sendiri, pasti tawar-tawar ke orang sebelah dong.. apalagi kalo sebelah saya anak kecil. Saya kan baik hati, tidak sombong, tidak pelit, ramah, rajin dan smart gitu lohh… hehehehe…

Pesan Ibu “beli jajannya di Indomaret aja, jangan di Bus… Mahal!!!” jadi ya…penuh dah tas saya dengan makanan-makanan itu. Ah… semoga perjalanan saya nanti berlangsung lancar dan saya bisa sampai di tempat tujuan dengan utuh dan selamat. AMIN

Surabaya, i’m comin’

Advertisements

2 comments on “Detik-Detik Balik Kota

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s