Hilangnya ‘Ketelanjangan’


Manusia dilahirkan telanjang..

Tanpa tutup dan sehelai benangpun… Benar-benar telanjang hingga kotoran yang sembunyi di setiap sudut pun terlihat..

Tidak malu, tidak juga semu… Tak ada kata kiasan, tak ada tipuan… Bersih

Hanya ada untaian senyum dan seakan melihat Firdaus mendekat, sangat dekat..

Malik hanya melamun karena tak ada tugas untuknya

Isrofil terpaku dan melupakan terompet di tangannya

Izroil kebingungan hendak berbuat apa

Sedangkan Ridwan bersiap menyambut kedatangan tamu agungnya

Sempurna… sangat Sempurna…

Meskipun telanjang… segalanya begitu sempurna

Kemudian, saat ketelanjangan itu diambil oleh rupa-rupa zaman

Riak dan Badai tak kunjung berhenti

Deraian dusta dan palsu membanjiri… Hina dan Dina

Malikpun tertawa dan menghembuskan nafas api

Isrofil melantunkan irama Mozzart yang menakutkan

Izrofil girang bukan kepalang…

Dan Ridwanpun tertunduk lesu….

Tak ada lagi ketelanjangan pada manusia..

Hilanglah segala ketelanjangan pada si Manusia

Advertisements
By meirina Posted in Poetry

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s