Surabaya-718

Happy Birthday Surabaya…. 718 adalah angka yang luar biasa…Bahkan angkanya melebihi angka kemerdekaan RI…. Meskipun bukan warga asli Surabaya, boleh bukan jika saya turut berbahagia atas bertambahnya angka pada usia kota Pahlawan ini? Setidaknya Surabaya masih berada dalam ruang lingkup NKRI dan saya adalah salah satu WNI 🙂

Hal yang membuat saya terkejut adalah ternyata kota ini mendapatkan penghargaan sebagai kota yang berperan dalam ppemerhati lingkungan secara berkelanjutan se Asia… Huaaaaa…….. Sangat mengejutkan…. Kota yang dari pengamatan saya ini terasa menyumpekkan plus polusi di sana-sini ternyata dinilai masih memiliki perhatian terhadap lingkungan. Sungai-sungai yang menurut saya menimbulkan bau busuk dengan airnya yang begitu keruh ternyata masih dinilai bersih. Dan sampah-sampah berserakan yang sering saya lihat tak berada pada tempatnya ternyata invisble di mata mereka…..

Hemmmm… Pendapat saya ini hanyalah argumen pribadi, tapi jika memang penghargaan sebagai The Most Environtment Suistainable City diraih oleh kota Heroik ini saya patut berbangga… Mungkin saja penilaian saya itu hanya berlangsung pada satu waktu sedangkan penilaian pemberi penghargaan dilakukan secara berkala dan terus-menerus…. So, it’s awesome

Selamat untuk penghargaannya, Wahai Surabaya..

Than… Happy Birthday…

Asa Terakhir PSSI

FIFA memberikan kesempatan bagi PSSI untuk kembali melakukan Kongres guna menentukan Ketua Umumnya. Jika Kongres pada 30 Juni mendatang tetap tak menghasilkan keputusan apa-apa maka Indonesia resmi mendapatkan sanksi per 1 juli 2011. Sanksinya apa? Entahlah….tapi yang pasti sanksi itu akan merugikan begitu banyak pihak yang berkecimpung di dunia sepak bola tanah air. Khususnya para punggawa TimNas yang tak akan bisa merentangkan sayapnya ke dunia internasional.

Harapan itu masih ada, jadi tolonglah Bapak-Bapak yang Budiman… hentikan kepentingan kalian di arena kulit bundar ini. Jika memang ingin membuat Garuda terbang tinggi, janganlah memasukkan unsur selain sportifitas ke dalam Sepak Bola. Entah Kelompok 78, Kelompok 100, Kelompok 99 dan kelompok kepentingan lainnya…. Berhentilah mengacaukan kongres. Tak usahlah debat kusir dan ngomong ngalur ngidul… Kenapa tak patuhi saja peraturan FIFA? Bila ada yang mengatakan KN PSSI hanyalah boneka FIFA, bagi saya tak masalah karena besar kemungkinan kita bisa menjadi Boneka yang terawat baik dan dipuja di setiap sudut planet ini.

Untuk apa ngotot dan berebut menjadi KeTum PSSI? Bukankah menjadi pemimpin itu tak enak? Tugas menumpuk dan mesti memikul tanggung jawab yang begitu besar. Menjadi seorang pemimpin di negeri ini, yang dalam konteks ini adalah KeTum PSSI, adalah bentuk sebuah pengabdian pada Bangsa. Menjadikan Garuda yang terbaik. Memberikan seluruh jiwa dan raga untuk Garuda sepenuhnya. Bukan karena kerap kali mengeluarkan dana ratusan juta.

Indonesia masih punya harapan. PSSI masih punya sedikit nafas untuk tetap bertahan hidup. Karena kesempatan ini adalah asa terakhir bagi dunia sepak bola tanah air, hendaknya semua pihak yang terkait menunjukkan sikap yang benar-benar mencerminkan pengabdiannya terhadap Bangsa, khususnya kemajuan Sepak Bola Nasional…

We can do it, Sir!!

I Don’t Care About Love, Dear!

Hehhhh…saya benar-benar pusing memikirkan hubungan antara adik saya dan salah satu kawan lelakinya. Saya tak memiliki banyak waktu untuk menjelaskan mengenai hubungan adik saya dan orang yang saya tahu sebagai pacarnya sejak mereka duduk di bangku SMA. Yang membuat saya bingung adalah mengapa semua orang begitu mudahnya mengatakan kata Cinta? Hari ini saya dibuat pusing karena adik saya melakukan suatu kebohongan kecil yang membuat saya merasa tolol!

Sejak kemarin kami bersama bahkan seharian tadi kami menghabiskan waktu mengitari stasiun Gubeng dan sebuah mall di kota ini. Kemudian setelah makan malam di kos saya, dia bilang telah dijemput si Bari (her boyfriend). Tapi karena ban sepedanya bocor dan Bari lupa tak membawa uang maka dia diminta untuk ke tempat penambalan ban yang secara kebetulan letaknya tak jauh dari kosan saya. Dan karena adik saya juga meninggalkan dompet di kosnya maka dia meminta sejumlah uang pada saya. Karena saya tak suka mencampuri urusan orang, termasuk urusan adik saya, saya beri saja dia uang dan membiarkannya pergi. Saya sama sekali tak punya pikiran buruk.

Sayangnya saya harus menghapus pikiran positif mengenai adik saya. Hhh… entah bagaimana menyembuhkan penyakitnya itu. Tiba-tiba saja orang yang saya kenal sebagai boyfriendnya itu mengirimkan pesan singkat pada saya melalui SMS. Dia mengatakan bahwa adik saya berulah kembali. Saat saya menanyakan masalahnya, dia mengatakan bahwa dia sama sekali tak menjemput adik saya (Astagaaa…..terus siapa yang  menjemput adik saya? She’s cheating on me 😦  ). Than, He said that He still love my little sister even if my little sister didn’t love him.

Hubungan antara adik saya dan Bari itu… apakah ada undang-undang atau dasar hukumnya? Saya memang bukan orang yang terlalu percaya sama yang namanya CINTA. Astaga…bahkan untuk menjelaskannya secara sederhanapun terasa sulit! Saya pikir, selagi tak ada ikatan resmi antara mereka maka tak ada yang bisa melarang-larang siapa mau bertemu siapa atau siapa mau pergi dengan siapa bukan?

Jika saya harus mengatakan, dari sudut pandang saya, sikap Bari itu terlalu berlebihan. Dia sama sekali tak berhak mengatur atau melarang-larang adik saya untuk bertemu dengan siapa atau melarang adik saya jalan dengan siapa. Karena di mata hukum, dia bukan siapa-siapa adik saya. Tapi masalahnya, hukum di negeri ini hanyalah sebuah formalitas yang kalah kuat dibandingkan budaya masyarakatnya. Karena itulah saya tak bisa menyalahkan si Bari, karena toh dia memang tak salah apa-apa. Lalu, dapatkah saya mengatakan bahwa adik saya yang salah? Jika dari persepsi saya, tidak! Dia tidak salah jika masalahnya dia pergi atau dijemput seseorang selain Bari. Tapi jika ditinjau dari sudut pandang masyarakat, adik saya salah karena dia…emmm…apa ya…kalo kata orang-orang…. selingkuh!

CINTA…CINTA….. Materi yang tak pernah bisa saya terima dengan akal sehat… Mungkin saya baru akan mengerti apa itu CINTA jika saya sudah benar-benar tak waras!! 😦 Lalu bagaimana? Menurut saya sih tak ada yang perlu dipermasalahkan karena saya tetap pada pendirian saya… Mereka tak punya hubungan apa-apa kecuali ikatan pertemanan. They not a legal couple!

Ok…. kepala saya sudah cukup berputar memikirkan tingkah adik saya. Saya sama sekali tak peduli siapapun yang menjemputnya. Saya tak peduli sebesar apa Cinta Bari pada adik saya (Hadehhhhhhhh). Tapi saya sangat peduli jika dia membohongi saya…  Apa dia pikir saya ini So Stupid? Saya akui dia Cerdik, But I’m smarter than her!! Saya tidak peduli akan urusan Cinta antara adik saya dengan semua kawan-kawannya , Saya hanya peduli bagaimana caranya menyembuhkan ‘penyakit’ adik saya. Thats All.

Mengingat Juli 2007

Mengingat empat tahun lalu…

Saya bersama-sama dengan beberapa teman satu sekolah berperang untuk menaklukkan yang namanya SPMB atau kalau sekarang disebut SMPTN. Tak banyak yang saya ingat dari peristiwa itu. Yang saya ingat adalah saya duduk di salah satu ruangan di jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Malang dimana saya merupakan penghuni deret bangku pertama selama dua hari berturut-turut.

Rasanya? Tegang sih… tapi hanya sebatas tegang tanpa ada greget. Kalau saya ingat-ingat lagi rasanya seperti tak punya pilihan lain. Ya iyalah… sudah kepalang tanggung daftar plus mengikuti bimbingan selama sebulan penuh. Belum lagi biaya hidup yang sudah dikasih sama orang tua saya. Mau tidak mau haruslah saya masuk ke dalam kelas yang diisi oleh wajah-wajah calon mahasiswa. Entah berapa ribu atau ratusan ribu orang yang saat itu (Kalau saya tidak salah 2 Juli 2007) memadati sekolah-sekolah dan kampus-kampus di berbagai kota di Tanah air untuk mengikuti yang namanya SPMB dan saya salah satunya.

Soal tesnya lumayan sih… saya memang tidak memiliki otak layaknya Leonardo Da Vinci, tapi setidaknya saya sudah mempersiapkan diri selama sebulan penuh…. hehehehehehe…hanya sebulan memang, karena awalnya saya sama sekali tak punya minat untuk mengikuti SPMB. Terus kalo gak ikut SPMB mau ngapain?? I have no idea 😉

Dan saat ini, saat dimana saya telah menjadi salah satu yang memenangkan tiket masuk Universitas melalui SPMB empat tahun lalu, saya merasa sedikit beruntung karena ternyata untuk lolos yang namanya SPMB atau SMPTN itu tidak mudah dan sangat perlu keberuntungan. Untunglah saat itu saya beruntung sehingga meskipun saya sama sekali tak punya minat untuk menjalani study yang saya  jalani ini, saya bisa membuat orang tua saya pamer pada teman-teman mereka atau tetangga sekitar rumah kalau anaknya bisa lolos SPMB dan jika dari persepsi saya kelolosan tersebut tidak membuat saya merasa bersalah karena telah membuang-buang biaya yang dikeluarkan oleh orang tua saya. Toh setelahnya tugas saya hanya harus belajar bukan?

Untuk teman-teman dan adik-adik yang sedang berjuang melawan SMPTN, Semoga sukses ya…. seandainya nanti gak lolos, jangan berkecil hati… karena itu bukan akhir dari segalanya.. Get Spirit 🙂

Arcview (Kenalan Baru Saya)

Arcview GIS

Ada yang pernah tahu? Saya tahu karena adik saya yang rada gak waras (turunan mbaknya 😉 ) malam ini menyolokkan sebuah flashdisk ke dalam Dellpie saya dan menambahkan suatu program ke dalam diri Dellpie tersayang. Seperti biasa saya hanya melihat aksinya dengan diam sambil menanyakan pertanyaan yang sudah saya tahu jawabannya

Saya: “Nginstal apa?”

Adik Saya: “Program Arcview. Nanti biar kamu gak repot-repot download programnya kalo mau ngebuat peta”

Lalu saya kembali melontarkan pertanyaan yang lagi-lagi sudah sangat saya ketahui jawabannya, “Peta untuk apa?”

Adik Saya: “Tugasku lah… apa lagi”

Hahhh…. saya berhasil mendapatkan 100 point karena toh tebakan jawaban saya benar. Untuk apa lagi coba kalo gak untuk mengerjakan salah satu tugas adik saya itu. Bisa-bisa saya lebih pandai Geografi daripada adik saya!!

Pasti kalian semua berfikiran negatif mengenai pengerjaan tugas-tugas kuliah adik saya ini…. Jangan salah menilai dulu, kawan… Saya bukan orang yang dengan mudah memberikan contekan pada siapapun, termasuk pada adik saya. Saya hanya sedikit membantunya. Memberikan sedikit penjelasan mengenai materi yang tak ia ketahui dan sedikit saya ketahui. lalu membiarkannya mengerjakan sendiri, kemudian mengecek pekerjaannya. Jika salah ya saya beri koreksi supaya dia bisa membenarkannya. Bukan langsung mengerjakan dan memberikan hasil akhirnya pada adik saya. Kalau begitu caranya, saya bukannya malah membantu melainkan merusak adik saya. Karena walau bagaimanapun dia harus mengerjakan semuanya sendiri, tak boleh bergantung pada siapapun. Seandainya saya sudah ‘pergi’ bagaimana coba? Masa iya dia mau minta malaikat untuk menitipkan tugasnya dan menyerahkannya pada saya? 😉

Saya hanya membantunya, tak lebih. Toh ada bagusnya juga kan karena saya mengetahui ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak diajarkan di tempat kuliah saya..Dan ternyata membuat peta melalui Arcview itu menyenangkan…. It’s really Fun 🙂

MASIH HARUS (BANYAK) BELAJAR

Sore tadi saya mereparasi payung di salah satu tukang sol sepatu yang lewat depan depan kosan. Sembari menunggui payung yang dikasih sama Entong dan Ika, iseng-iseng dan sekedar basa-basi saya (berniat) mengajak bapak sol sepatunya ngobrol…

Saya: “Asalnya dari mana, Pak?”

Bapak: “Lamongan mbak.. Mbaknya dari Situbondo kan?”

Saya: (Tersenyum simpul dan kemudian masuk ke dalam rumah)

Rencana untuk mengajak bapaknya ngobrol batal! Rencana untuk berbasa-basi menjadi basi! Hhhh…. itulah salah satu akibatnya jika seseorang tak pandai berbasa-basi. Tak bisa mengawali suatu pembicaraan dengan baik. Bapak sol sepatu yang membenahi payung saya itu ternyata adalah bapak sol sepatu yang sama dengan bapak sol sepatu yang membenahi sol sepatu saya setahun lalu. Dan saya ingat bahwa tahun lalu kami saling bertukar cerita mengenai asal masing-masing serta kehidupan yang tengah dijalani saat ini. Si Bapak ternyata masih mengingat saya sedangkan saya sama sekali tak ingat pada beliau jika saja tadi si bapak tak mengatakan kota asal saya

Rasanya sungguh sangat tolol menanyakan kembali pertanyaan yang sudah saya tanyakan pada orang yang sama. Mungkinkah si bapak menyadari bahwa saya hanya sekedar berbasa-basi menanyakan asalnya? artinya saya tak benar-benar ingin tahu asalnya dari mana. Sebenarnya memang bukan urusan saya si Bapak berasal dari mana. Bahkan sama sekali gak ada urusannya sama saya. Tapi maksud saya kan hendak mengajak beliau mengobrol dan untuk mengawalinya saya pikir saya perlu berbasa-basi dengan cara menanyakan asalnya. Lah..ternyata pertanyaan itu malah  membuat suasana menjadi basi!

Sepertinya saya masih harus banyak belajar mengenai tata cara basa-basi….

Barca Vs MU Via TV Bisu (2nd Half)

Haduhhhh…ini namanya benar-benar menonton! Hanya mengandalkan indra penglihatan. Menfokuskan mata pada suatu pekerjaan dan mengistirahatkan telinga untuk beberapa saat. Mungkin setelah pertandingan ini berlangsung mata saya bisa bertambah jeli dan lebih optimal dalam melihat sesuatu karena hampir selama dua jam penuh saya mempekerjakan mata ini secara maksimal….

Tapi gak juga sih, karena bosan melihat tanpa mendengar maka saya melihat pertandingan seru tersebut sembari menuliskan menit-menit menuju kemenangan salah satu tim, Than… This is it….

02. 50 WIB

Menit 53

Wonderful Goal from Lionel Messi 🙂

Menit 70

Barcelona 3 – 1 MU

Kalau ritme permainan tetap seperti ini, gelar keempat bisa menjadi milik pasukan Catalaunia… Menyamai rekor Ajax dan Bayern Munchen (Kalau saya tak salah 😉 )

Menit 79

Sepertinya si Villa melakukan handsball di kotat terlarang dan tak ada ‘teguran’ dari si baju hitam

Menit 85

Kedudukan tak berubah. Barca masih memimpin….

Menit 90

Additional time :3 menit…

Tapi bisa dipastikan Barcalah kampiunnya

Menit 93

Prittttt…pPriittt…Pritttt…

 Barcelona 3 – 1 Manchester United

akhirnya Barcelonalah yang sukses merengkuh gelar keempat mereka…Welldone Barca!

P.S: Hehhhhhhhh….Juveku masih 2, kapan ya bisa menyamai rekor kemenangan Barca atau bahkan El Real??? Pasti BISA 😉

Barca Vs MU Via TV Bisu (Half Time)

Melihat tanpa mendengar. Itulah yang tengah saya lakukan saat ini. Duduk bersila di depan TV sambil menyaksikan jalannya pertandingan final liga champions Eropa musim ini. Barcelona Vs Manchester United. Pertandingan masih berjalan dan dari apa yang saya lihat pertandingan ini berjalan seru. Tapi saya kira akan lebih seru lagi jika saya mendengar….

TV di depan saya ini sepertinya telah mencapai batas usia produktifnya atau bisa dikatakan telah uzur. Atau mungkin sedang sakit dan perlu di reparasi karena saya menonton pertandingan Final ini tanpa suara!! Beneran loh…jadi sekarang ini saya hanya bisa menatap si Villa dan Messi tanpa suara apa-apa!!! 😦

Ada bagusnya juga si TV tak mau membagi suaranya karena saya tak usah mendengar rentetan komentator yang terkadang membuat kuping gatel alias kebanyakan omong. Saya juga tidak perlu merasa was-was karena terkadang komentator tiba-tiba saja berteriak-teriak dengan semangat membara dan membuat saya menjadi terkaget-kaget. Tapi ini kan pertandingan final!! Ditambah lagi tim yang bertanding bukan tim saya, jadi lebih enak menonton dengan diiringi teriakan-teriakan suporter yang memadati Wembley Stadium… lebih terasa gregetnya….

TV…TV….

Kenapa pake acara ngambek segala sih? Speak Up, Dear…… 😦

P.S: Hasil Sementara Barca 1 – MU 1

Aku Gila

Kau Bilang aku tidak waras, memang benar

Dan itu karena keberadaanmu

Kau bilang aku sinting, Tak kusangkal pula

Dan itu karena kau, Idiot!

Kau bilang aku gila, bahkan akupun menyadarinya

Dan itupun karena kebusukanmu

Tidak waras, sinting, gila atau apapun keabnormalan lainnya…

Ketololanmulah yang menyebabkan semua itu

Kebodohanmulah yang menginfeksi semua itu pada jiwa ragaku

Kebejatanmulah yang menjadi alasannya

Dan bodohnya, aku terlalu berani menantangmu tanpa sebuah perisai

Mungkin ini karma karena kepalaku terlalu menengadah

Mungkin pula ini suatu hukuman karena aku kerap kali terlalu meremehkan

Atau mungkin ini pesan dari langit supaya aku tak terlalu melawan angin

Tidak waras, sinting, gila… kombinasi siluet yang terpancar pada cerminku

Dan semuanya karena kau begitu tolol dan bodoh

Lalu aku semakin menjadi tak wajar karena kau sangat kurang ajar

Apakah kau memang berusaha menjebakku?

Ingin melihatku menangis dan meraung-raung sambil memohon belas kasih yang tak kumiliki?

Bahkan aku yang abnormal pun menyadari betapa bejatnya sosokmu

Dirimu tolol, tapi nafasku tak sesak karena ketololan itu

Dirimu bodoh, namun karena itu aku bisa bergerak tanpa lilitan terali besi

Dirimu bejat, dan karena itulah kita bisa bersisian

Tak saling mendahului ataupun membelakangi

Dan karena itulah sebut saja aku tak waras! Bilang saja aku sinting! Katakan saja aku gila!

Asal kau bisa bertanggung jawab, aku akan diam dan tetap menjadi gila

Asal kau bisa saja memberi alasan kuat yang membuatku  tertunduk patuh padamu, aku tak akan protes

Namun, jika kau ragu dan tak bisa menerima tantangan ini…

Jangan berani-berani melanjutkan langkahmu!

Berhenti sekarang juga dan pergilah sejauh mungkin!

Jika kau tetap berani bermain-main dengan orang gila ini

Bisa kupastikan kau yang akan menjadi gila

Dan jika hal itu terjadi, aku sama sekali tak berniat menyembuhkannya

Aku hanya bisa berkata,

“Itulah akibatnya menjadikan orang gila sebagai boneka”

Kemudian tersenyum dan berlalu dari semua tentangmu.

By meirina Posted in Poetry

Sedikit Extra Time Untuk Saya

Saya: “Yudisium kelulusan diundur!!! Benarkah??? 🙂 Alhamdulillah….”

Teman saya: “Iya, diundur seminggu”

Hhhhhhhhh…….Diundur seminggu… saya kira diundur sebulan atau dua bulan 😦

Ok…cukup meratapnya!! Lumayan lah penundaan seminggu itu. Seminggu itu waktu yang singkat memang, jika hanya digunakan untuk tidur, makan, atau chating-chating gak jelas di FB atau situ-situs jejaring sosial lainnya. Tapi untuk benar-benar mengerjakan sesuatu yang penting seperti TA, waktu seminggu itu adalah extra time yang benar-benar menolong. Untung dikasih tambahan waktu…

Ayo mei….. sadar!!! Toh cuma tinggal ngetik-ngetik bab 4 dan bab 5… Bukankah kamu udah berpengalaman membuat laporan-laporan praktikum selama 7 semester? Toh laporan-laporanmu itu punya nilai yang gak bisa dibilang jelek dan rata-rata diselesaikan dalam waktu lima hari dan itupun dari bab 1 sampai bab 5… Sekarang kan cuma menyelesaikan Bab 4 dan Bab 5… BISA KOK!!!!

Buat Pak Rektor saya tercinta, terimakasih ya sudah memberikan additional time buat saya. Meskipun sebenarnya agak kurang, tapi Insya Allah saya akan mencetak gol kemenangan di injury time yang tersedia ini… 🙂

P.S: God… i really need your hands!

Pesan Untuk Ibu

Ibu…. izinkan aku pergi jauh

Aku ingin menyusun mozaik-mozaik yang berserakan ini

Aku ingin menghirup udara selagi ia tak bertarif

Ingin berpendar dengan cahayaku sendiri

Menemukan atap dan pijakan yang tak menekan ragaku

Ibu…. tolong bebaskan aku dari segala kebaikanmu

Tak usah kau beri aku petunjuk karena itu hanya akan membuatku tersesat

Tak usah kau beri aku senyuman karena itu hanya akan menambah bebanku

Dan jangan kau iringiku dengan tangisan karena itu akan membuatku menjadi lemah

Biarkan saja aku berjalan tanpa apa

Biarkan saja aku melangkah hingga aku bosan

Iringi saja aku dengan panjatan doa dan restu sucimu…

Itu saja, Ibu

By meirina Posted in Poetry