Diam Bukan Berarti Kosong

Seseorang terlihat begitu bodoh ketika sedang berucap

Tak pelik diapun dicap bodoh…

Benarkah yang tak bisa berbicara adalah seseorang yang dikatakan tidak pandai….

Apakah diam itu adalah tanda ketidaktahuan?

Pantaskah penilaian dilakukan berdasarkan aspek diam dan bersuara……

Lalu, apakah berkoar-koar mencerminkan intelektualitas seseorang?

Bukankah ada pepatah yang mengatakan ‘ Tong Kosong Nyaring Bunyinya ‘ ?

Apa perlu menjelaskan secara rinci makna dari tong kosong ?

Diam itu bukan berarti bodoh..

Diam bukan berarti tidak tahu apa-apa..

Diam itu tak tentu bisu..

Dan menurutku Diam itu berarti segalanya

Diam itu adalah emas….

Tak perlu bersusah payah untuk menilai seseorang dengan diam…

cukup melihat dalam diam….maka terkuaklah semua rahasia alam…..

By meirina Posted in Poetry

WELCOME HOME, Sinar Kudus!!

Sinar Kudus pulang… Akhirnya… Baru kemarin saya menerka-nerka dan menuliskan mengenai kapan perompak Somalia melepaskan WNI yang mereka tawan, sore tadi pukul 17.00 WIB kapal Sinar Kudus meninggalkan perairan Somalia. Hah….. meskipun tidak memiliki hubungan darah dengan mereka, Saya ikut lega dan bersyukur atas pembebasan tersebut. Setidaknya saya dan mereka sama-sama warga Negara Indonesia bukan…..

Masalah uang tebusan mereka saya dengar dari pemberitaan media ternyata sekitar 4,8 juta dollar atau 37,5 millyar rupiah…… Wuuuuuiiiiihhhhhhhhhhhhhh…. Ternyata pemerintah Indonesia berduit juga. Hemmmmmm…. menurut saya pengeluaran uang sebanyak itu jauh lebih tepat. Daripada digunakan untuk ‘study tour’ istri-istri pejabat ke Yunani, lebih baik digunakan untuk menyelamatkan WNI. Bukankah memang tugas Pemerintah untuk melindungi warga negaranya?!! Lebih baik juga daripada dikorupsi.

Setidaknya Sinar Kudus bisa kembali pulang dan semoga tidak ada lagi kapal-kapal Indonesia yang dibajak oleh perompak manapun. Karena meskipun saya menyetujui pemerintah mengeluarkan uang Negara untuk menyelamatkan WNI yang ditawan perompak Somalia, jika kejadian tersebut terus-terusan menimpa kapal Indonesia yang ada Negara menjadi rugi karena banyak mengeluarkan uang tebusan. Karena bagaimanapun kepentingan Negara ini tidak hanya berkutat pada pembebasan tawanan perompak. Masih banyak rakyat yang membutuhkan perlindungan pemerintah….