Pemerasan Besar-Besaran

Astaga…. saya pikir hari ini berjalan biasa saja. But, I Absolutely WRONG!!! Tiba-tiba saja adik saya datang ke kosan dengan membawa segerombolan orang. Mereka semua minta ditraktir!!!!!!  Sedikit menodong malah!! Dan akhirnya pergilah saya beserta lima orang pemeras tersebut ke salah satu kedai makan di sekitar kampus, kalo kami di sini menyebutnya daerah Keputih. Bukan kedai sih sebenarnya, hanya sekedar tempat makan di pinggir jalan… mirip angkringan di Jogjalah… dan pilihannya adalah sate.

Ok lah… makan malam bersama dengan sate…..  Hikksssss…. 😦 rencana menyisihkan uang untuk membeli buku baru sirna sudah… padahal tadinya saya ingin membeli buku atau novel baru apa gitu… Dan sewaktu saya memaparkan peristiwa pemerasan ini pada Ibu dengan maksud merayu ibu untuk mengganti uang saya yang diperas oleh adik saya serta kroni-kroninya itu, ibu saya malah mengatakan “Kan cuma setehun sekali… sini pulang… traktir ibu juga”

AAAAAAAAAAAA……. ternyata like mother, like daughter….

Dan hari ini berakhir dengan lenyapnya beberapa lembar mata uang dari dompet kecil saya tapi  diiringi pula dengan kebahagiaan karena ternyata saya masih dikelilingi oleh kerabat yang  tidak melupakan hari kelahiran saya (gimana mau lupa, la wong dapat makan gratis 😉 ). Meskipun mereka tak bisa diandalkan setiap saat (uupppssss…..), setidaknya mereka ada saat saya membutuhkan… Sudut pandang Antara saya dengan Adik dan kakak-kakak saya memang kerap kali berbeda. Cara kami menyikapi hidup pun tidak sama. Namun, keberadaan mereka membubuhkan warna tersendiri pada kisah hidup saya , yaitu kebersamaan suatu keluarga. Dan itu adalah anugrah Tuhan yang tak bisa dibeli dengan poundsterling sekalipun…..

Big Huges for my sister….. Terimakasih karena hari ini kalian telah memeras saya!!!! 🙂

Hope The Best

Ya Tuhan… hari ini usia saya bertambah satu dan waktu hidup saya di dunia pun berkurang satu. Biasa saja sih..tak ada sesuatu yang spesial. Tak ada pesta seperti saat saya masih berseragam sekolah. Tak ada kue tart. Tak ada kado-kadoan juga. Bedanya hari ini usia saya bertambah. Udah.. itu aja 🙂

Karena kesempatan hidup saya di dunia sudah berkurang satu tahun, boleh bukan jika saya memiliki harapan? Toh, ini adalah hari saya, dan tidak setiap hari seseorang berusia 22 tahun bukan? Jadi, di hari ini saya ingin Tuhan memberikan kelancaran dan kekuatan pada saya untuk menjalani hari-hari ke depan karena saya sama sekali tidak tahu apakah besok atau lusa atau minggu depan saya masih tetap di dunia ini atau tidak. Siapa tahu tiba-tiba saja ada seseorang yang berniat membunuh saya… (Naudzubillah….) dan besok niat itu dia lakukan???!!! Atau tiba-tiba saja ada musibah atau ujian yang tak terduga. Siapa tahu kan??

Karena itulah saya hanya meminta kekuatan dan kelancaran pada yang Kuasa. Dan semoga semua yang saya dapatkan adalah yang terbaik… AMIN

P.S: Terimakasih untuk teman-teman dan Kerabat yang telah mendoakan saya di hari ini….. Grazie Mille!!! 🙂