Bicara Tentang PSSI

Kongres PSSI menjadi headline news nyaris di semua surat kabar dalam dua hari terakhir ini. Beritanya tentu saja kegagalan kongres. Masya Allah…hanya untuk menentukan satu orang sebagai ketua saja tak kunjung selesai, bagaimana menentukan 11 orang sebagai punggawa merah-putih? Mengapa PSSI tak kunjung menghentikan sensasinya?

Kalau terus-menerus begini, nasib sepak bola tanah air benar-benar tamat. Pupuslah harapan pemain-pemain TimNas saat ini untuk menanjakkan karirnya. Mau bagaimana lagi coba…. kepengurusan asosiasi yang menaungui mereka mati suri. Bisa-bisa FIFA benar-benar melarang Indonesia untuk mengikuti berbagai kompetisi sepak bola di seluruh dunia 😦

Ah… kalau dipikir-pikir lagi untuk apa coba terlalu care pada PSSI? Bukankah cabang olahraga di negeri ini tak hanya sepakbola? Toh cabang olahraga ini tak banyak memberikan prestasi bagi Bangsa, yang ada malah perkara yang tak kunjung berhenti. Belum lagi biaya yang dipakai untuk mendanai kongres absurd yang tak menghasilkan apa-apa kecuali kericuhan. Apa iya dananya itu berasal dari katung masing-masing??

Ok lah jika dikatakan bahwa sepak bola tanah air sedang menuju tren positif. Namun, sampai kapan titel ‘menuju’ itu disandang? Pasti menjadikan kalimat ‘segala sesuatunya butuh proses’ sebagai alibi. Ok, proses…tapi kalo prosesnya macam mendonlod file sebesar 10 MB selama satu minggu, males banget deh…. Mending turn off dan tidur!!!

Ayolah bapak-bapak Komite Normalisasi beserta para pemain kongres lainnya… segera tentukan ketua PSSI….. Saya ingin melihat Garuda beredar di seluruh planet ini, layaknya Perisai Italy atau Goyangan tim Samba…

High School Memories

Setelah berkeliaran di jalan selama beberapa hari tanpa mengobrak-abrik dunia maya, tiba-tiba saja notifikasi di facebook saya menunjukkan sebuah akun grup yang dibentuk oleh kawan-kawan SMA. Groupnya tentu saja diisi oleh teman-teman SMA sayalah… yang paling membuat saya tertarik adalah foto-foto jaman jadul yang ada di sana… Ya Tuhan…bahkan saya lupa kapan foto-foto itu diambil dan siapa pelakunya… Setidaknya Foto-foto tersebut sedikit membantu saya untuk menyusun mozaik-mozaik putih abu-abu yang pernah saya alami… butuh bab tersendiri untuk menceritakan mereka dan tidak sekarang tentunya, tapi pasti ada…

foto-foto ini hanya sekedar mengawali kisah memori tak terlupakan itu…. 🙂