One Day for Mistery


Senangnya saat ada undangan main-main ke rumah teman untuk nonton bareng dan masak-masak plus makan-makan bareng 🙂 Di kepala saya sudah ada beberapa usulan untuk memonton film apa, tapi ternyata semuanya hanya usulan belaka karena saya kalah suara dan bahkan saya tak sempat menyuarakannya karena saya tahu bahwa saya telah kalah telak! Jadilah pilem-pilem horor yang diputar melalui layar LCD yang gedenya memang gak sama dengan layar bioskop XXI, tapi cukup gede untuk membuat saya menutup mata sepanjang pemutaran pilem. Dan karena saya tak ingin membuang-buang waktu dengan terus-menerus merem, jadilah peran saya saat itu mendokumentasikan teman-teman yang sedang asik menonton pilem… Tapi yang saya bingungkan adalah… “kenapa tetap menonton filemnya kalo setiap kali si hantu muncul mereka teriak-teriak???” 🙂

Inilah yang namanya takut-takut tapi mau… kami memang hanya berduabelas, tapi teriakan beberapa teman saya itu bisa ngalahin teriakannya suporter di stadion Wembley beberapa hari yang lalu loh… KENCENGGGGG POOOLLLLL… sampe-sampe saya yang gak ikutan nonton jadi ketakutan juga… ikut merasakan hawa mistis yang dipancarkan oleh layar LCD 😉

Entah berapa judul filim yang ditampilkan oleh si layar… Pokoknya dari siang sampe maghrib hanya diisi oleh kegiatan menonton filem horor… Gak shalat?? Masa harus ceritakan sih mengenai shalat ini??? Setelah menonton movie-movie serem, teman-teman saya unjuk kebolehan di dapur. Ada tim ikan, tim sambel, dan tim bebakaran. Saya masuk tim mana? Saya masuk Tim Dokumentasilah… daripada kami gak jadi makan gara-gara dapurnya meledak atau setelah makan semua orang terkena diare?? Cari aman dan sadar diri 😉 Karena saya memang tak ditakdirkan memiliki bakat di area perdapuran maka kerjaan saya tak lebih dari sekedar memotret… Sebenarnya agak gak enak sih sama teman-teman lain yang pada sibuk  ngulek sambel atau berbau-bauan ngebersihin ikan atau berusaha sekuat tenaga untuk menyalakan bara api dengan arang pake kipas Pak Sate…. Pengennya sih bantu..bener…tapi ya mau gimana lagi… setidaknya saya sudah mengalah dengan tidak menuntut filem saya yang diputar atau membersihkan ruangan nonton saat mereka bekerja di dapur… So, adil bukan??? 🙂

Terimakasih untuk teman saya Ismi, yang dengan sudi mengikhlaskan rumahnya diporak-porandakan sehari penuh oleh orang-orang tak bertanggung jawab seperti kami ini. Makasih juga untuk filem-filem misteri yang sudah membuat saya tak bisa memincingkan mata sedikitpun setelah berada di atas kasur kosan…

That’s like Another great experiance. Thank you, guys 🙂 Kapan-kapan lagi yaaaaaaa…..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s