Semangat, Sir

Ibu-ibu penjual nasi deket kosan saya tertawa saat dia melihat Pak SBY yang tengah memaparkan SMS gelap yana diterimanya. Lalu si ibu berkata:

“Presiden kok curhat yo, mbk? Gak ngerti ta lek rakyate lebih butuh curhat dibandingkan Dia (SBY)”

Mendengar pernyataan tersebut respon saya adalah DIAM sambil tersenyum simpul (tetep… 😉 ).  Tapi kalo dipikir-pikir lagi, perkataan si ibu itu ada benarnya. Rasanya kurang tepat jika seorang pemimpim mengadu pada bawahannya. Terus bawahannya mau mengadu ke siapa?? Hal yang saya herankan adalah sikap Pak Presiden yang terlihat emosi saat menerima SMS gelap tersebut. SBY terlihat marah dan geram bahkan terlihat ingin mengajak si pengirim SMS untuk tawur (uppsss 😉 ). Saya tak melihat sikap itu saat beberapa waktu lalu kita diributkan dengan ulah tetangga sebelah, si Malaysia. Saat kisruh perbatasan, pengakuan asal lagu Rasa Sayange, atau nakal-nakalan Malaysia lainnya, sikap pak SBY lebih tenang. Bahkan saya pernah mendengar beliau mengatakan “Semua ini harus kita hadapi dengan sabar”. Heeemmmmm…

Berarti lebih penting ketenangan hidup presiden dong dibandingkan kehidupan bangsa? Maaf ya, Pak… bukannya saya tidak peduli pada keselamatan Bapak sebagai Presiden saya, tapi kalo mendengar pernyataan ibu-ibu dan rakyat jelata lainnya rasanya Curhatan itu terlalu berlebihan, Sir. Kan cuma SMS gelap sih…. nyalakan saja lampunya biar terang dan keliatan :). Seandainya Bapak memang ingin menangkap orang iseng tersebut, kenapa tak kerahkan saja orang-orang kepercayaan bapak? Bukankah mereka bisa menangkap para teroris kelas kakap macam Azhari…Masa gak bisa nangkap pengirim SMS gelap itu?

Selama belum diketahui pelakunya, anggap saja itu adalah salah satu ulah secret admire yang menggandrugi anda. Jangan terlalu memkirkan SMS tak penting itu, Sir. Pikirkan saja rakyat-rakyat anda yang pontang-ponting untuk mencari sesuap nasi. Percaya deh Pak, kalo seandainya rakyat terurus, Rakyat akan menjaga Bapak dari perompak Somalia sekalipun tanpa bapak melakukan curhat colongan di televisi. Kami rakyat kecil selalu mencintai pemimpin kami, karena secara tidak langsung  pemimpinlah yang memberikan kehidupan bagi kami. Jangan terus-menerus melakukan curhat Pak… karena itu akan membuat anda terlihat lemah dan rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang lemah.

Semangat, Sir….  Karena hidup tak sesingkat pesan singkat yang Anda terima…. 🙂