Seminggu Bersama E.coli

Wabah E. coli yang menggemparkan dunia beberapa waktu lalu sepertinya tengah menyerang Saya. Strainnya memang tak sama dengan E.coli yang merugikan petani Spayol dan Jerman, tetapi cukup sama untuk membuat perut saya sakit luar biasa. Hadehhh… BAB lebih dari sekedar lancar, bahkan sangat sangat sangat sangat lancar… Pagi, Siang, Sore,Malam, Tengah Malam, Dini Hari, Subuh, lalu Pagi lagi… Lancar luar biasa!!!!

Belum lagi rasa panas di dalam perut, sama dengan panas dalam di tenggorokan… Tidak ada nyaman sama sekali. Awalnya, saya sempat panik. Jangan-jangan E.coli timun Spayol sudah bersarang di perut saya??!! Tapi kemungkinannya sangat kecil karena saya  tak suka makan Cucumis sativus (Timun). Saya juga tidak suka jajan sembarangan (hehehehehe… ;)), jadi bagaimana caranya E.coli masuk ke dalam tubuh saya?? Sudah enam hari ini hidup saya berjalan tak normal (standar saya). Pagi-pagi jam 6 sarapan, kemudian BAB. Jika sempat dan ada hal yang harus diselesaikan di kampus atau sekedar ‘menjenguk’ Nicky, terpaksa melangkahkan kaki ke kampus. Makan siang jam 14.00 WIB lalu BAB lagi. Kemudian jam 18.00 makan malam yang dilanjutkan dengan BAB. Jam 20.00 tidur dan bangun tengah malam untuk BAB lalu tidur lagi dan benar-benar bangun menjelang subuh. Bahkan saya tak sanggup meneguk kafein yang luar biasa nikmat itu (kopi) 😦

Karena saya merasa tidak nyaman dengan jam biologis baru tersebut, maka saya berusaha keras untuk kembali menjadi wanita nocturnal. Caranya tentu saja mengusir si E.coli jauh-jauh dari perut saya karena selain membuat perut tak berdaya, si E.coli itu saya indikasikan juga menyebarkan ‘flu kebo’ sehingga mata ini seakan-akan direkatkan dengan lem kayu. Mereeeeeemmmmmmmmmmmmm terusss…

Karena saya tak suka ramuan-ramuan tradisional atau jejamuan atau obat-obatan baik herbal maupun non herbal, maka saya mengusir E.coli dengan cara saya sendiri…. meskipun terskesan di luar jalur, tapi terbukti manjur dan sekarang kondisi saya sudah membaik.. Inilah resep saya untuk mengusir E.coli :

  1. Makan pepaya dan pisang. Awalnya saya tak tahu kenapa tiba-tiba saja berfikiran pada kedua buah itu. Padahal saya tak suka pepaya, tapi tiba-tiba saja saya berkata bahwa saya harus membeli pepaya karena jika membeli durian uang di dompet saya tak akan mempu menghidupi saya sebulan ke depan ;). Ketika saya memakan si pepaya, sensasinya luar biasa loh… perut saya yang panas menjadi lebih dingin, begitu juga saat saya mengunyah pisang. Karena penasaran sama efek pepaya dan pisang, saya cari tahu saja di dunia maya manfaat keduanya dan ternyata salah satu khasiatnya adalah membunuh bakteri yang dapat mengganggu sistem pencernaan dan saat Ibu saya menelpon sembari ngomel-ngomel karena saya tak mengabari tentang gangguan kecil yang saya alami ini, Ibu menyuruh saya makan buah pisang… hehehehehehe…. sudah Mom….
  2. Minum yacult tiap hari….. (iklan banget ya Saya??!! 🙂 ). Ini lagi…. Susu segar saja saya tak mau, apalagi ‘susu basi’ macam si y#$%@#… Haduhhh….tapi karena niat saya adalah terbebas dari sakit perut ini maka mau tak mau masuklah minuman fermentasi itu ke dalam mulut saya selama beberapa hari terakhir…. Dan saya sangat benci mengatakan bahwa ternyata saya merasa lebih baik setelah tiga hari berturut-turut meneguk ‘susu basi’.. Ya Allah… masa harus saya lakukan seumur hidup… hiiiiiii…. 😦
  3. Makan jelly…. ini baru asik 🙂 Kalo jelly sih saya doyan… Tapi jellynya bukan jelly-jelly anak TK , melainkan jelly yang dibuat sendiri.. Jelly yang kaya akan serat alami yang membantu melancarkan sistem pencernaan secara normal tentunya (jiiaaaahhhh..)
  4. Makan teratur. Sepertinya ini teguran juga buat saya yang suka makan sak kareppe dhewe. Saya sih Ok-ok saja jika harus menunda-nunda makan selama beberapa jam, tapi ternyata perut saya tak bisa dan tak mau mengikuti aturan makan saya. Karena itulah, sepertinya saya harus merubah pola makan saya yang cenderung tak berpola. Demi kebaikan perut dan saya sendiri tentunya…

Besok adalah hari ketujuh dimana si E.coli bobok di perut saya. Saya rasa koloni-koloninya sudah jauh berkurang dibandingkan tujuh hari lalu karena rasa panas di perut saya sudah hampir menghilang. BAB pun hanya pagi dan sore… Saya pun sudah bisa terjaga di malam hari. Tak hanya untuk ke kamar mandi, tetapi juga melakukan aktivitas malam saya seperti biasa. Dan sepertinya saya juga sudah bisa minum kopi :).

Good Bye, E.coli….. terimakasih sudah mampir ke tempat saya ya… Setidaknya saya memiliki pengalaman berjumpa denganmu…