Nyamuk Nyamuk Nakal

Nyamuk-nyamuk ini, mengapa tak pernah habis? Mengapa tak pernah punah seperti dinosaurus saja supaya tak harus mengganggu malam-malam saya yang melelahkan. Meskipun tidak melewatkan sebagian besar jam malam dengan tidur, tetapi saya tetap merasa terganggu dengan keberadaan nyamuk-nyamuk itu.

Sumpah… bannnyyyaaaakkkkkkkkkkkkk banget nyamuk yang beterbangan di kamar kos saya. Rasanya kamar ini adalah sarang si nyamuk 😦 Apa karena kamar kos saya saja yang kotor ya? Ah…tidak juga karena toh setelah saya mengepel dan bersih-bersih kamar hari minggu lalu, malamnya si nyamuk tetap berkeliaran dan hinggap sana-sini sesukanya. Bahkan si nyamuk tak pernah sungkan menclok di pipi saya yang kadang-kadang tanpa sadar tangan saya ini menampar pipi saya sendiri dengan maksud mengusir Mr.Nyamuk. Ketika si nyamuk kabur guna menghindari ayunan tangan saya, yang tertinggal hanyalah rasa sakit di pipi. Dasar nyamuk ghemblung!!!!

Obat nyamuk semprot bermerek sekalipun hanya mampu membuat nyamuk-nyamuk di kamar ini tertidur tak lebih dari dua jam. Mau menggunakan lotion anti nyamuk, saya tak suka. Mau menghidupkan kipas angin sebagai alternatif pengusir nyamuk, suhu Surabaya saat ini sudah sangat cukup membuat saya kedinginan. Mau pake AC, gak ada duit buat beli ;).

Bagaimana caranya ya supaya nyamuk-nyamuk ini berhenti beranak pinak? Seandainya nyamuk tahu bahwa hidupnya itu bergantung pada tepukan kedua tangan manusia, pasti dia tidak akan capek-capek bertelur dalam jumlah besar karena toh setelah telur-telur itu menetas hidupnya tak akan lebih lama dari si induk (asumsi orang gila 😉 ).

Wahai nyamuk yang budiman, sudikah engkau mencari inang lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisimu? Tubuh saya kecil, jadi rasanya sangat sedikit sekali nutrisi yang bisa saya bagikan padamu…. Carilah sosok yang lebih bisa berbagi denganmu, Nyamuk!!! Pergi ya dari kamar kos saya… OK?!!!

Melewatkan Gerhana Bersama ‘Semut’

Benarkah kamis (16 Juni 2011) dini hari ini tengah terjadi peristiwa gerhana bulan terlama? Benarkah?? Jika melihat dari status teman-teman di FB, sepertinya memang benar. Hikssss…..kenapa saya bisa melewatkannya ya? Atau lebih tepatnya mengapa saya melewatkan informasi bahwa kamis dini hari ini akan terjadi gerhana bulan?!! 😦

Ah…mungkin ini gara-gara saya terlalu sibuk mengerjakan take home test sebagai Evaluasi Akhir Semester untuk satu-satunya kelas yang saya ikuti semester ini. Otak dan pikiran saya hanya dipenuhi oleh semut-semut yang menjadi tema dalam take home test yang saya kerjakan ini.

Sebenarnya ada sedikit penyesalan karena saya melewatkan salah satu fenomena alam ini. Seandainya saya sedikit lunak terhadap take home test ini mungkin saja saya bisa mengabadikan si gerhana. Toh hanya dua soal yang harus saya selesaikan dan deadlinennya masih  besok sore jam 15.00, tetapi saya sibuk mengerjakannya sejak kemarin!!

Ah…biarlah…. kalau dipikir-pikir lagi, melihat gerhana tidak akan membuat saya menyelesaikan take home test ini bukan? Lagipula ada untungnya juga karena saya tak perlu mengerjakannya dengan terburu-buru sehingga pengerjaannya bisa maksimal dan mudah-mudahan hasilnya maksimal ;). Mau bagaimana lagi, saya sudah melewatkan gerhana dengan si semut. Sampai-sampai saya merasa otak saya kesemutan….

P.S: Kata teman-teman (status FB mereka) gerhananya so beautiful alias cantik beuuttt… Namanya juga ciptaan Tuhan.. Mana ada sih ciptaanNya yang jelek??? 🙂