Susahnya Ngenet

Astaga….. Jaringan internet di sini, apakah benar-benar separah ini? Apakah saya saja yang tidak sabaran atau memang lemotnya minta ampun ya???!!!

Susah sekali mendownload lagu. Jangankan lagu, file-file sederhana saja susah sekali di downloadnya. Bahkan tiga dari tiga windows yang saya buka untuk mendownload menunjukkan tulisan problem loading page‘. Mau buka FB dan Twitter laaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmaaaaaaaaa banget! Buka google pun harus bersabar!!!!!

AAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGG…. pake modem gak bisa, jaringan di warnet juga susah!! Nasib nasib….

Kalau terus-menerus begini, saya benar-benar akan terkurung dari peradaban selama berada di Jogja…. Gila, masa saya jadi tulalit di kota pendidikan??!! No Way!!! Saya akan ikut teman saya ke kampusnya saja kalau begitu, memanfaatkan jaringan WiFi kampus. Pasti ada dong… Saya kan butuh download macem-macem, tidak hanya ketak-ketik keyboard seperti sekarang ini.. Suka sih, tapi saya pun membutuhkan window browser lainnya….

Kalau sudah begini saya jadi ingin kembali ke Surabaya. Ngenet di Surabaya, makan di Jogja… Wahhhh…seandainya bisa begitu  😉

Kirim Email yang Tertunda

Sampai warnet,

buka email…. klik tulis email, klik lampirkan filebrowse file….

Filenya gak ketemu!!!!!

Hah….. dodol dodol!!! Gara-gara terkungkung di gunung tanpa jaringan internet dan terlalu excited saat melihat warnet, file pembahasan TA yang harus saya kirimkan melalui email ke dosen pembimbing saya tertinggal di kosan. Astaghfirullah…. ini gara-gara terlalu terburu-buru pengen On Line, padahal niat saya untuk connect ke dunia maya adalah membuka email dan mengirimkan file pembahasan….. Jadinya mission failled 😦

Balik ke kosan aja, ngambil filenya!! Hahhh…… pemikiran edan!!

Baiklah, berarti besok saya harus kembali ke warnet ini untuk mengirimkan file itu pada dosen saya. Mungkin memang belum waktunya saya mengirimkan file pembahasan pada beliau, mungkin masih ada bagian pembahasan saya yang kurang pas sehingga takdir mengharuskan saya tidak mengirimkan file itu sekarang (harus selalu possitive thingking). Berarti nanti setelah sampai kosan saya harus meneliti ulang file yang akan saya kirimkan plus segera memback upnya ke dalam flashdisk supaya besok tidak ada kejadian ketinggalan file seperti sekarang supaya pembahasan TA ini segera di revisi dan disetujui….

 

Jogja oh Jogja

Dua hari satu malam di Yogyakarta

Teman-teman mengatakan ‘enaknya yang lagi liburan’ atau ‘Pengen deh ikut pelesir ke Jogja‘ atau ‘Kalau jalan-jalan ke Maliooro, titip dompet ya

Astaga…. Hei guys… kalian pikir saya ke Jogja untuk semua itu? Ckckckckck…. Saya di ranah Sultan ini untuk TA tercinta, kawan. Oklah, pasti kalian tidak percaya kalau saya tidak mungkin jalan-jalan mengitari Jogja seperti yang ditekankan  pula oleh salah satu dosen saya sebelum saya berangkat ke daerah ini… Tapi sungguh, dalam dua hari terakhir ini aktivitas saya hanya berkisar antara Kaliurang-UGM… Tak lebih!!

Saya menumpang di kosan salah satu teman dan kosannya di daerah JaKal Km 14,5… Bagi yang belum tahu kawasan ini berjarak sekitar 10 Km dari objek wisata gunung Merapi dan sekitar 10 Km juga dari kampus UGM dan entah berapa Km dari Malioboro atau Tugu Jogja. Mungkin menurut kalian masih bisa dijangkau dengan motor, tetapi bagi saya tidak. Pertama karena saya ataupun teman saya tidak membawa motor. Yang kedua karena saya tak bisa naik motor. Jadi, untuk sampai ke ke kampus UGM saya menggunakan angkutan umum ‘Jogja-Kaliurang’. Karena tak ada kendaraan sendiriah saya tak mungkin berkeliaran di Malioboro. Biaya transport ke malioboro  memang  hanya 3000 rupiah (pake trans jogja/bus waynya jogja), tapi dari tempat saya tinggal sekarang ituloh susahnya… Menunggu angkutannya itu lama, jalannya si angkot juga lama.. mungkin lebih cepat lari semut dibandingkan jalannya angkutan ‘Jogja – Kaliurang’… Jadinya capek gara-gara perjalanan…

Karena itulah saya hanya mendedikasikan waktu ini untuk TA dan TA. Nunggu angkot dan muterin UGM pake kaki memang capek, tapi semua itu terasa menyenagkan karena dilakukan untuk TA. Untuk apa juga saya menggerutu? Tak ada untungnya sama sekali, yang ada akan semakin membuat saya stress.  TA ini saja sudah mengharuskan saya untuk istighfar berkali-kali, kalau ditambah dengan gerutuan karena kelelahan bisa-bisa saya stuck di kamar kos sambil ngatamin Al -quran 😉

Seandainya nanti urusan TA ini sudah saya selesaikan, Insya Allah saya akan mencoba mengitari Jogja. Menapak tilas jalanan yang pernah saya lalui setahun lalu….