Yogyakarta Never Ending


Jogja oh Jogja…. Meskipun akhir-akhir ini kerap kali membuat kepala saya migrant lantaran hasil pengujian yang berkaitan dengan TA tak kunjung selesai, tempat ini tetap pantas mendapatkan acungan berjempol-jempol. Yogyakarta betul-betul istimewa. Selama sepuluh hari di kota ini saya sudah dua kali mengunjungi museum benteng Vredeburgh dan seandainya saya diajak kesana lagi saya berani menjamin bahwa saya tak akan mengatakan “aku bosan”.

Selain tiket masuk yang sangat sangat sangat sangat sangat terjangkau, diorama-diorama yang dipajang di sana benar-benar mengesankan. Rasanya seperti berada di ‘dunia sendiri’. Ada kepuasaan yang tak bisa diukur saat berada di sana.

Astaga, saya ingin sekali memohon kepada Sri Sultan supaya bisa menjadi penduduk Jogja dan bisa tinggal di sini supaya saya bisa mengunjungi museum benteng Vredeburgh sesuka hati saya. Bagaimana dengan Keraton? Hiksss…. sepertinya saya akan melewatkan Keraton dan Taman Sari di kunjungan saya kali ini. Bukannya saya tidak ingin, melainkan benar-benar tidak sempat. Besok sore saya harus kembali ke Surabaya karena selain Tugas Akhir yang benar-benar dikejar deadline, hari jumat paginya saya harus mengikuti TOEFL test…. hhhhhhhh….. padahal saya benar-benar ingin mengunjungi Keraton, Taman Sari, dan tentu saja candi Prambanan.

Ngomong-ngomong soal candi, kekecewaan lantaran tak dapat melihat Prambanan sedikit terobati karena tadi pagi saya diajak teman-teman kos di Jogja untuk melihat candi di kampus mereka, UII. What??? Candi di UII?? Saya sudah lebih dari seminggu di kos ini dan mereka baru mengatakan bahwa ada candi di kampus mereka. Keterlaluan! Harusnya saya diberitahu sejak saya menjadi penghuni rumah kos ini, bukannya di hari-hari terakhir saya menghirup udara Kaliurang.

Benar-benar luar biasa. Candinya memang tidak sebesar Prambanan atau semegah Borobudur, tetapi cukup membanggakan karena kampus mereka menemukan sebuah peninggalan sejarah. Bukti otentik yang semakin menguatkan bahwa Indonesia benar-benar pernah mengalami masa kerajaan.

Teman-teman saya mengatakan bahwa candi tersebut ditemukan tahun lalu dimana saat itu tanah kosong yang ada di kampus hendak dibangun gedung perpustakaan baru. Kemudian saat penggalian tanah untuk membuat pondasinya, salah satu pekerja bangunan menemukan batu-batu yang bentuknya berbeda dengan batuan lain. So…. setelah dilakukan penggalian lebih lanjut ternyata ditemukan dua buah candi berbentuk persegi dan menurut cerita mereka juga, menteri Kebudayaan Indonesia datang langsung ke tempat ini untuk memandatkan supaya si candi tak usik. Perpustakaannya gimana? Pembangunan perpustakaan tetap dilanjutkan dan si candi menjadi simbol bagi perpus yang sampai saat ini masih dalam proses pembangunan. Sayangnya saat saya menanyakan nama candinya pada kawan-kawan saya, mereka bilang “Apa ya namanya?! Aduh…lupa”. karena itulah saya menamakannya candi UII (seandainya ada yang mengetahui nama candinya, kasih tahu saya ya??!).

Meski belum meninggalkan provinsi ini, rasa rindu akan suasana Jogja sudah ada dipikiran saya. Merindukan trans Jogja beserta shulter dan kondekturnya. Merindukan angkutan Jogja-Kaliurang yang dengan setia mengantarkan saya menuju kampus UGM. Merindukan nasi kucing yang murah meriah plus ajib. Dan tentu saja merindukan Ukiran Bung Karno di pintu masuk Diorama 1 museum Benteng Vredeburgh. Tidak ada kata mati untuk Jogja. Tak ada titik untuk mengakhiri segala kisahnya. Bahkan meskipun Merapi mengamuk Jogja tetaplah memiliki magnet untuk menarik jutaan penduduk dunia menapakkan kaki di tanahnya, termasuk saya.

Sampai jumpa lagi Jogja… Terimakasih untuk semua pelajaran yang sudah kau bagikan. Insya Allah, kita akan bertemu lagi. Sekarang saatnya saya mengakhiri segala ‘penderitaan’ di kota pahlawan…..

P.S: saat membaca tulisan ini, si Wiwit pasti berkata “Orang gila! Kuliah jurusan apa, sukanya liat apa! Pindah jurusan Sejarah atau PPKN aja kakak” 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s