Inginkannya

Aku tahu bahwa ini tak akan lama

Hanya menunggu berlalunya detik maka semuanya tak akan sama lagi

Namun, tak bisakah aku menikmati waktu yang singkat ini?

Aku tahu bahwa ini akan segera berlalu

Hanya sekedar terkesima oleh radiasi singkatnya dan leyap saat sang surya terlelap

Namun, tak bisakah aku menjadi bagian dari ketidak abadian itu?

Aku sangat tahu bahwa hanya aku yang menjadi bagian dari ketidakwajaran ini

Menjadi tokoh yang tak berperan sehingga sama sekali tak dilihat

Aku tahu itu….

Namun,

Aku ingin sekali tidak tahu

Aku ingin sekali tidak mengerti

Karena aku ingin dia

Advertisements
By meirina Posted in Poetry

Puasa Puasa

Besok adalah hari pertama bulan Ramadhan 1432 H. Waktu benar-benar tak pernah mau menunggu. Rasanya baru beberapa saat yang lalu saya menghabiskan bulan puasa, dan besok saya kembali bertemu dengan waktu yang kata orang penuh berkah dan rahmat dariNya. Syukurlah, saya masih diberi kesempatan olehNya untuk bertemu dengan bulan suci. Atau mungkin kesempatan ini adalah waktu yang diberikan supaya saya bisa bertobat atas segala kesalahan dan kehilafan yang saya perbuat setahun terakhir… mungkin iya!

Kata buku-buku pelajaran agama saat sekolah dulu puasa adalah menahan diri dari lapar, haus dan hawa nafsu lain yang dimiliki manusia. Kata ponakan saya, puasa itu tidak makan dan minum. Kalo kata si mbah puasa adalah menahan diri dari segala perbuatan tercela dimana doa yang dipanjatkan akan dikabulkan 7 kali lebih cepat dibandingkan doa yang dipanjatkan di waktu selain bulan Ramadhan.

Karena kata si mbah saya doa di bulan puasa itu manjur, maka di bulan puasa tahun ini saya berharap supaya:

  • menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya
  • bisa kerja di tempat yang baik dengan gaji yang baik juga 😉
  • bisa keliling dunia secepatnya
  • hidup bermanfaat bagi sesama
  • bertemu bulan puasa selanjutnya
  • apapun mimpi, cita-cita, dan keinginan saya bisa terwujud (AMIN)

Semoga kita yang menjalankan puasa ini mendapatkan berkah yang dijanjikan olehNya….. Bagi yang tidak menjalankan karena alasan apapun, jangan ganggu kami ya???!!!

Selamat Puasa………………………..

Optimis Plus Realistis Untuk Merah Putih

TimNas berhasil melaju ke putaran ketiga kualifikasi pra Piala Dunia 2014 Brazil setelah mengalahkan Turkmeniztan dengan aggregat gol 5-4. Kabar ini menurut saya sudah basi karena toh pertandingannya telah berlangsung beberapa hari yang lalu. Tapi tak tahu kenapa semua orang tetap saja mengatakan ‘TimNas luar biasa!’ atau ‘TimNas keren’. Pujian-pujian yang menurut saya terlalu berlebihan.

Bukannya saya tak bangga atau senang akan keberhasilan TimNas! Saya senang. Saya bangga. Lalu setelah itu mau bagaimana? Perjalanan Indonesia di pentas PD masih Jaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!! Karena itulah, terlalu senang dan melebih-lebihkan kemenagan di tahap yang masih sangat awal ini saya rasa adalah secuil dari sikap sombong. TimNas menang itu bagus, tetapi menjadikan kemenangan sebagai cermin rasa-rasanya sangat tidak realistis. Sekarang menang belum tentu besokpun menang bukan?

Pesimiskah saya terhadap TimNas? Sama sekali tidak. saya tidak pernah sekalipun meragukan langkah Garuda. Saya hanya kurang begitu suka terhadap komentar-komentar masyarakat yang terlalu berlebihan. Saat Timnas main bagus dan memberikan kemenangan, pujian yang diberikan begitu tinggi sehingga ada yang mengatakan TimNas bisa jadi juara PD 2014 (saat itu saya membatin, ‘iya bisa kalo tim macam Brazil, Italia, atau Spanyol gak lolos PD 2014 dan di Finalnya TimNas menang WO’). Ada pula yang mengatakan pemain-pemain TimNas mirip skuad tim Spanyol waktu juara Dunia 2010. Astaga…… benar-benar berlebihan! Coba saja TimNas kalah, pasti komentar-komentar mereka yang mengaku pecinta TimNas disertai caci maki atau pisuhan-pisuhan jahat entah terhadap pemain ataupun pelatih. Dan inipun juga berlebihan!

Saya bangga dan sangat gembira jika TimNas menang dan bisa berlaga di ajang Piala Dunia. Namun untuk saat ini, apapun hasilnya yang penting adalah mendukung tanpa syarat! Mendukung dengan sepenuh hati.  Menang atau kalah, Garuda tak hanya di dada tetapi juga di jantung, di hati, di ginjal, di tulang, di darah, di kaki, di tangan, dan di otak (upssss..lupa….saya kan gak punya otak 😉 ) saya. Karena itulah…ayo dukung Merah Putih dengan optimis dan realistis!!!

Hi God

Dear God,

benarkah gosip yang beredar tersebut? benarkah apa yang kuprediksi tersebut? Tuhan…seandainya itu benar….. Aku harus berbuat apa? Aku tak punya daya ataupun pasukan untuk meobohkan kebusukan-kebusukan tersebut. Aku masih takut untuk bergerak, Tuhan… Sangat takut.

Oh…seandainya aku memiliki keberanian layaknya Soe Hok Gie…. Sayangnya… aku sangat jauh dari strata keberanian yang ia miliki. Tuhan…. aku harus bagaimana? Semoga prediksiku itu hanya sekedar prediksi. Hilangkan saja bukti-bukti yang kumiliki. Ambil saja semua hal yang kutahu. Buat aku tak mendengar, buat aku tak melihat, buat aku jauh dari semua kebusukan itu…

Aku lelah, Tuhan….. benar-benar lelah. Jika aku Kau takdirkan untuk mengakhirinya, beri aku keberanian dan kekutan untuk menuntaskannya. Jika memang aku yang harus menyudahinya, bantu aku untuk melakukannya. Aku tak ingin mencari popularitas universal, aku hanya lelah melihat mereka yang bertopeng. Namun, jika memang bukan aku….. hapus semua memoriku tentang semua itu! jika perlu, instal ulang saja aku supaya tak ada sedikitpun siluet tentang kebobrokan yang kuketahui.

Semuanya kuserahkan padaMu…

See yaaaaaa….

Just ‘OK’ For HP 7 part 2

Harry Potter and The Deathly Hollow Part 2 sudah beredar di bioskop-bioskop tanah air. Menurut survey, penontonnya membludak! Antrian tiket sampe keluar pintu mall. Beritanyapun sampe masuk Top 9 News di Metro TV… ckckckckckckckck…… luar biasa!!!

Awalnya, saya ingin menonton secara langsung di bioskop….. Saya ingin menjadi salah satu orang yang rela mengantri tiket hanya untuk melihat Harry mengandaskan Dia yang Namanya Tak Boleh Disebut. Itu awalnya…. saat si HP 7 part 2 telah beredar di London… karena tak tahan dan sangat penasaran maka saya pun menyaksikan si Harry melalui thriller-thriller yang beredar di internet plus melihat dari CD bajakan yang dibeli adik saya…….

Dan saya bersyukur tidak ikut antrian panjang hanya untuk sebuah kursi merah yang berhadapan dengan ‘layar tancap’! Alasannya karena saya kurang puas dengan apa yang David Yates sajikan untuk sekuel terakhir mahakarya J.K Rowling ini. Tidak seperti The Deathly Hollow Part 1, alur cerita di part 2 sedikit menyimpang dari bukunya dan hal itu benar-benar mengecewakan.

Saya suka Harry Potter! Suka banget malah…. Namun, membaca novelnya lebih memuaskan dibandingkan menonton filmnya. Inti ceritanya memang tak berbeda, tetapi karena saya sudah sangat hafal betul alur cerita di novelnya maka film-film Harry Potter kurang begitu memuaskan bagi saya. Jujur, dari delapan film Harry Potter yang beredar di bioskop, hanya film ketujuh (Harry Potter The Deathly Hollow part 1) yang menurut saya paling lumayan.

Pendapat saya sih begitu… kalau kata orang lain HP 7 part 2 keren, itu sih hak mereka!!! Tapi yang perlu saya tegaskan kembali adalah saya suka Harry Potter! Terlepas dari filmnya yang kurang begitu apik, saya tetap menganggap Harry Potter adalah salah satu karya brilliant dari seorang J.K. Rowling!

Kata Mereka Tentang Dosen

Hari ini salah satu tetangga sebelah rumah berdebat di depan saya mengenai seorang DOSEN.

Suami: “Enak loh kalo kamu bisa jadi dosen. Uangnya banyak”

Istri: “Mana ada dosen banyak uang, Mas! Jangan Me…jangan jadi dosen”

Suami: “Jadi dosen itu enak, Dek. Jadi guru yang ndak enak”

Istri: “Ahhh… guru atau dosen sama saja. Sama-sama ngajar! Kalo memang pengen ngajar, mending jadi guru! Dosen-dosen yang banyak uang itu paling yo banyak proyekan. Kalo ndak proyekan ya paling juga korupsi”

Suami: “Iya juga ya…. la wong dulu Dewi (kerabat mereka) pas mau wisudah repot ngurus dosennya”

Istri: “Ya itu…dosennya minta bunga, minta parsel buah, ada juga yang minta bimbingan di hotel mewah. Belum lagi kalo dapet proyek. Mahasiswanya di suruh ngerjain proyeknya. Tapi nanti biayanya ndak ditanggung penuh. Misalnya dosen dapet 10 juta, paling yang dikasih ke mahasiswanya cuma 1 atau 2 juta. Terus 8 jutanya keman coba? Itu yang bikin dosen bisa lebih kaya dibandingkan guru. Makanya mendingan kamu besok jadi guru aja daripada jadi dosen.”

Saya : tersenyum sambil terus melanjutkan menyiram tanaman di depan rumah.

Percakapan sepasang suami istri tersebut…… ahhhh…saya bisa bilang apa? Karena itulah saya hanya diam dan tersenyum sembari bergegas menyelesaikan acara siram-siram kembang sore hari.

Mereka berdua sempat bertanya mengenai dosen-dosen di kampus saya. Mereka suka korupsi atau suka proyekan atau tidak! Dan saya sama sekali tak tahu! Mengiyakan, saya tak punya bukti. Mengatakan tidakpun, saya tak punya bukti. No Comment!!!!

Saya berharap dosen-dosen saya tidak seperti dosen yang dibicarakan oleh tetangga saya itu (HOPEFULL)

Terminologi Mahasiswa Vs Dosen

Asisten

Mahasiswa: part time untuk dapat makan siang gratis, sok berbagi ilmu, ngebungkam mulut adik tingkat atau teman seangkatan yang banyak tingkah tapi ngulang kuliah

Dosen: pembantu andalan saat di kampus

Besok

Mahasiswa: waktu setelah hari ini

Dosen: waktu yang tak dapat ditentukan kepastiannya

Dosen

Mahasiswa: pendidik yang seharusnya pantas digugu dan ditiru

Dosen: Lapangan pekerjaan

Jam 12.00

Mahasiswa: Waktu ngegosipin dosen

Dosen: Waktu ngegosipin mahasiswa

Kontrak Kuliah

Mahasiswa: aturan untuk mendapatkan nilai maksimal di akhir semester

Dosen: formalitas untuk mengawali kuliah di awal semester

Mahasiswa

Mahasiswa: Status pelajar tertinggi

Dosen: Tempat pelampiasan kekesalan yang didapat di luar kampus

Mahasiswa Dodol

Mahasiswa: Status pelajar tertinggi

Dosen: Objek untuk menyalurkan bakat dan ilmu yang dimilikinya

Mahasiswa Smart

Mahasiswa: Status pelajar tertinggi

Dosen: Ancaman masa depan

Nanti

Mahasiswa: beberapa jam setelah saat ini

Dosen: waktu yang lebih tak pasti daripada besok

Presentasi Jurnal

Mahasiswa: Tambahan bagi nilai kalau misalnya nilai UAS atau UTS jeblok

Dosen: Waktu istirahat di kelas

SKS

Mahasiswa: Satuan Kredit Semester

Dosen: Saatnya Kerja Sama,samaMahasiswa

TA

Mahasiswa: Perjuangan akhir untuk menuntaskan dunia perkuliahan (Tugas Akhir), Titip Absen

Dosen : Perjuangan untuk menambah pundi-pundi, terlebih jika mengatasnamakan proyek pribadi sebagai TA mahasiswa bimbingannya

Text Home Test

Mahasiswa: berkah bagi mahasiswa malas dan tukang contek saat ujian

Dosen: males jaga ujian di kelas

 

 

 

Awas! Saya Sedang Bad Mood

Seharian ini tiba-tiba saja bad mood! Tidak ingin melakukan apa-apa!! Tidak ingin melihat siapa-siapa! Ngeliat orang pengen makan orang. Ngeliat bayi, pengen makan bayi. Ngeliat nenek-nenek, pengen makan nenek-nenek. Kenapa hari ini saya tak melihat dosen…mungkin gak cuma sekedar pengen makan dosen..tapi nafsu!!!

Seisi rumahpun terkena imbasnya. Tak ada satupun orang yang saya ajak bicara dan tak ada satupun orang yang bicaranya saya dengarkan!!!!!!!!

Tau ahhh…..kenapa tiba-tiba suasana hati saya jadi buruk. Padahal semalam saya baik-baik saja. Tau-tau bangun tidur sudah merasa kesel plus pengen marah-marah! Seharian gak keluar sarang. Seharian gak makan apa-apa. Jadinya…migran kambuh! Tambah buruk deh suasana hati saya.

Karena itu saya mencoba untuk buka FB atau Twitter dengan maksud menghilangkan bad mood. Dan ternyata KONEKSI TWITTER DAN FB DI TEMPAT SAYA BIKIN TAMBAH GAK ENAK HATI!!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………..

Mengapa di detik-detik terakhir di sini diiringi bad mood???? HAMSYONGGGG

Mengingat Merapi 2010 untuk Simpati Lokon 2011

Aktivitas Gunung Lokon belum juga berarkhir… Meskipun masyarakat kaki gunung di koto Tomohon mengatakan bahwa letusan kali ini tak lebih besar dibandingkan letusan di tahun 1991, tetapi tetap saja…. siapa yang bisa memprediksi alam? Mungkin karena itulah pemerintah setempat dengan sigap ‘memaksa’ mereka yang tinggal di kaki gunung untuk mengungsi ke tempat yang telah disediakan pemerintah.

Hal ini membuat saya mengingat setahun silam….

Saat Merapi terbatuk dan mengeluarkan dahaknya. Saya memang tak ada di sana ketika Merapi terbangun. Namun, saya baru saja menyelesaikan kegiatan Kerja Praktek saya di sana. Di Kaliurang, Yogyakarta. Tak pernah terlintas bayangan bagaimana seandainya jika Merapi terbatuk saat saya berada di tempat KP. Menurut cerita orang-orang tempat saya KP, gedung lab benar-benar tertutup abu merapi. Tidak ada lagi warna hijau pinus-pinus ataupun cemara gunung. Tidak ada lagi daun jati! Yang ada hanya abu-abu! Belum lagi hujan kerikil dan bau menyengat yang membuat sakit kepala. Suara gemuruh yang dikeluarkan Merapipun terasa menyeramkan.

Meskipun mereka mengatakan telah terbiasa dengan ‘sakitnya’ Merapi, mereka tetap merasa ketakutan. Dan sama sekali tak bisa memejamkan mata meskipun telah berada di pengungsian. Seandainya saat itu KP saya belum selesai, mungkin saja saya menjadi bagian dari mereka yang ada di pengungsian.

Jika mendengar cerita Merapi tahun lalu (dari teman ataupun orang-orang KP saya di Jogja) rasanya saya benar-benar bersyukur telah menuntaskan kegiatan Kerja Praktek sebelum fenomena alam tersebut terjadi. Bersyukur karena mungkin Tuhan tahu saya belum kuat untuk menyaksikan salah satu ‘sentilan’ tanganNya tersebut.

Kembali lagi saya merenungkan, betapa sempurna rencanaNya…..

Semoga saja makna letusan gunung berapi, baik Tomohon maupun Yogyakarta, membawa berkah tersendiri untuk mereka yang tinggal di sana.

P.S: Buat Pemerintah…… jangan hanya menyuruh masyarakat mengungsi. Beri juga fasilitas yang layak! Percuma di pengungsian jika makan hanya sebatas mie instan. Bisa-bisa mereka mati kelaparan, Sir!

P.S1: Semangat untuk masyarakat Tomohon!!! Gunung Lokon hanya terbatuk sejenak…. Kept FIGHTING!!!!!!! 🙂

Selamat Ulang Tahun, Tante (SAMIN)

Heiiiii tante…. hari ini usiamu bertambah ya…

Sisa hiudpmu berkuarang satu dong….

Takut karena itu???

Untuk apa? Jangan takut, Tante…. karena itu menandakan kamu terpercaya untuk melihat kerasnya dunia dan itu menyenagkan

Selamat ulang tahun, Tante…

Maaf, aku belum bisa menghadiahkan mobil mewah ataupun kastil Cinderrella

Nanti, suatu saat, jika aku sudah setara dengan J.K Rowling aku akan menghadiahkan sesuatu yang berharga untukmu

Tapi sekarang, aku hanya bisa memanjatkan permohonan padaNya supaya kau menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya…

Semoga rajutan mimpi-mimpimu tak hanya sekedar jaringan benang

Tetaplah menjadi pribadi menyebalkan seperti yang kukenal

Selamat ulang tahun, Tante….

P.S: Rencana kita itu, jadikah?

Dear God (7)

Dear God,

Kenapa ya mereka tak membiarkan saja aku hidup tenang? Kenapa mereka tetap saja menguntitku? Aku sama sekali tak pernah peduli pada apa yang mereka lakukan. Aku tak pernah mengusik kehidupan mereka. Mereka mau mabuk-mabukanpun aku tak pernah menggubrisnya. Tapi kenapa, mereka suka sekali berbisik-bisik tentangku.

Di hadapanku, mereka bersikap layaknya ibu peri yang peduli pada setiap langkah yang kubuat. Di belakangku, mereka bersikap layaknya Draco Malfoy yang sangat ingin melihat Harry Potter terkena detensi.

Aku tak peduli pada mereka, bukan berarti aku jahat atau benci pada mereka. Aku tak peduli pada mereka karena aku tak ingin mengganggu hidup mereka.

Aku bukan selebritis kelas atas yang patut mereka incar setiap waktu. Ya Tuhan…apa sih menariknya kehidupanku sampai-sampai mereka rela mencari telinga terjulur Fred dan George Weasley?!! Tak ada sesuatu yang spesial yang patut mereka cari dariku. I’m just ordinary people!

Beginikah rasanya diikuti oleh puluhan paparazi setiap hari??? ohhh…aku jadi bersyukur karena Kau tak menjadikanku bagian dari selebritis terkenal.

Tuhan, aku merindukan saat-saat tak ada mata yang mengiringi setiap langkahku…..

Terimakasih, mau mendengarku dini hari ini…. See yaaaaaaa 🙂