Cara Mengejar Dosen


Derita mahasiswa yang tengah berada di TingkatAkhir (TA) memang tak pernah berakhir. Butuh kekuatan yang ekstra kuat untuk bisa bertahan dari tempaan yang tak terduga asal muasalnya. File hilanglah… laptop ilanglah… semangat hilang.. ataupun otak hilang (upss ;)) adalah pernak-pernik tersendiri yang menjadi hiasan masa-masa TA.  Yang tak kalah penting dan selalu menjadi masalah bagi mayoritas pelaku Tugas Akhir di kampus saya adalah dosen pembimbing.

Karena itulah Saya memiliki tips tersendiri untuk sedikit mengatasi masalah dosen pembimbing yang juga menjangkit saya…. Here we go

  1. Datang pagi-pagi, pulang sore-sore. Capek-capek deh… Berangkat jam 07.00 WIB dan pulang pukul 16.30 WIB. Saat-saat seperti sekarang ini adalah waktu yang fleksibel bagi dosen-dosen sehingga saya tidak tahu kapan mereka datang ke kampus dan pergi dari kampus. Dosen yang menurut saya paling rajin saja datang ke kampus jam 10.00! Bagaimana dengan dosen-dosen yang biasanya datang jam 12 coba??!!! Pokonya datang pagi-pagi untuk menanti kedatangan mereka dan pulang sore saat terali besi ruang dosen terkunci.
  2. Tidak menunggu di tempat yang bisa dilihat oleh dosen yang akan memasuki ruangannya, tetapi tetap bisa melihat kedatangan mereka. Ini adalah salah satu kunci penting supaya bisa bertemu dosen untuk konsultasi alias bimbingan. Entah kenapa di saat-saat krusial seperti sekarang ini, dosen-dosen selalu banyak acara jika melihat mahasiswanya. Datang, masuk ruang, dan sepuluh menit kemudian segera ciao dari kampus jika sebelum masuk ruangan mereka melihat mahasiswanya tengah menenteng map-map plastik warna-warni. Padahal kami kan tidak mau berjualan map dan memaksa dosen untuk membelinya, tapi kenapa seolah-olah mereka takut kami paksa untuk membayar map tersebut… hemmm…karena itulah biasanya saat saya datang ke kampus, saya tidak menunggu dekat ruang dosen. Saya menunggu di suatu tempat yang bisa membuat saya invise dari dosen dan mengetahui kedatangan mereka. Kemudian membirkan dosen saya istirahat selama 10 menit. Biasanya jika 10 menit si dosen masih tidak keluar, saya langsung saja masuk ruang dosen dan muncul di depan dosen yang saya incar. Mungkin pas saya muncul tiba-tiba mereka membatin ‘Lhoh…kok tiba-tiba ada anak ini ya???’. Biar saja mereka kaget, yang penting saya bimbingan 😉
  3. Terkadang, ada saat dimana saya sedang tidak suka menunggu tetapi harus tetap bertemu dosen yang jadwal kedatangannya bisa delayed berjam-jam. So, saya pake jasa informan. Saat-saat itu saya habiskan waktu di kamar kos atau makan di salah satu kantin yang ada di kampus sambil ngecek HaPe 20 menit sekali. Informan saya akan mengabarkan kedatangan dosen yang saya incar lima menit setelah mereka masuk ruang dosen. Nahhh… kalo ada SMS begitu barulah saya meluncur ke kampus. Jika tidak ada, berarti hari itu saya dan dosen saya sedang tidak berjodoh.
  4. Baca materi sebelum ketemu dosen. Ada beberapa dosen yang biasanya sembari mengajak berdiskusi pada sesi konsultasi TA. Karena itulah, membaca dan memahami sedikit materi adalah salah satu strategi bagi saya untuk berhadapan dengan dosen. Asumsi saya, dosen yang doyan ngajak diskusi tidak akan pernah bosan bertemu mahasiswanya jika si mahasiswa tidak menunjukkan ekspresi dongdongnya saat berdiskusi. Baca materi saya rasa penting untuk menarik perhatian si dosen… seperti kegunaan feromon bagi sebagian besar makhluk hidup 🙂
  5. Siap mental. Cara nyiapin hal yang satu ini memang terbilang susah. Tidak bisa ditentukan secara kuantitatif. Karena itulah untuk siap mental, saya sendiri tidak tahu bagaimana cara pastinya ketika harus menemui dosen pembimbing. Jika ada yang bertanya mengapa harus pake siap mental segala, jawaban saya adalah ‘Coba saja kuliah di tempat saya’. Pastinya adalah saya selalu merasa siap mental untuk menghadap pembimbing. Siap untuk ditolak. Siap untuk dicaci. Siap untuk dibilang bego. Siap untuk dipisui. Harus siaplah pokoknya, karena dosen juga manusia dan manusia adalah salah satu makhluk yang paling susah ditebak sehingga kita tidak pernah tahu bagaimana reaksi mereka setiap saat.

Tips mengejar dosen ala saya itu lumayan jitu untuk saya beberapa waktu belakangan ini….. Meskipun lagi-lagi sedikit gak waras, tetapi saya bisa bertahan untuk tetap mengejar dosen demi berakhirnya Tugas Akhir  ini dengan cara-cara tersebut. Lagipula tidak merugikan siapa-siapa, bukan? Setidaknya tetap berusaha dan menjaga semangat untuk TA….

Keep Move On, buat teman-teman yang masih berkutat dengan Tugas Akhir atau Skripsi atau sejenisnya…. 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s