FIGHTING!!!!!!!!!!

Akhirnya…. Tugas Akhir ini mendekati akhir… Hahh??? Mendekati akhir??!! He’em… mau dibilang berakhir juga belum, mau dikatakan belumpun sepertinya kok malah membuat saya terlihat tolol. Jadi saya bilang saja mendekati akhir.

Acara ngelab sudah saya lakukan sejak Januari lalu dan berakhir di Jogja pada akhir bulan lalu. Pembahasan pun sudah. Hanya tinggal pembantaian atau di tempat saya namanya sidang atau di tempat teman saya namanya compre atau di tempat teman saya yang lain namanya pendadaran. Jadi, kenapa tidak sidang?

Saya sih maunya itu. Begitu file selesai, maksimal seminggu kemudian bisa sidang kemudian lulus dan ikut yudisium. Tapi kan saya harus ikut aturan yang berlaku. Di tempat saya jadwal sidang hanya dilakukan di awal dan di akhir semester dimana jadwalnya tak beraturan… tergantung antara mahasiswa-pembimbing-koordinator TA. Belum lagi sehari hanya bisa dilakukan dua sidang mahasiswa… Terus kalau ada acara tak terduga seperti ketidakhadiran penguji saat hari H sidang. Atau penguji yang mau rehat dari dunia kampus. Atau mereka yang sibuk mengerjakan proyek. Who knows???!!!

Dan karena tidak kebagian jadwal maka sayapun hanya bisa sampai pada tahap mendekati akhir. Tak bisa ikut yudisium, tak bisa wisudah, dan tak bisa punya gelar S.Si September besok.

Menyerahkah ini? Tentu saja tidak. Saya sudah sampai sejauh ini, sungguh keterlaluan jika harus mengucapkan kata NYERAH. Lagipula, tak bisa Sepetember besok bukan berarti saya tak lebih baik dari mereka yang bisa. Saya sudah berusaha sanagat maksimal. Berusaha semampu dan sebaik yang saya bisa. Jika semester ini si TA hanya mencapai ‘Mendekati Akhir’ berarti itulah yang terbaik dariNya untuk saya. Saya tak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama seperti saat mengawali dunia mahasiswa ini. Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali. Tidak lagi meratap atau melarikan diri karena semua itu terbukti tidak akan menyelesaikan masalah. 

Harapan untuk mengakhiri status mahasiswa masih ada….. mungkin rezeki saya bukan di 103 melainkan 104. Kalau dipikir-pikir lagi, angka 104 tidak terlalu buruk kok 😉

itu berarti akan ada banyak cerita yang akan saya alami dalam beberapa waktu ke depan… Kept Spirit!!! FIGHTING!!!!!!!!!!

Sedikit Melampiaskan Kecewa

Saya: “Bu, bisa ketemu kapan?’

Ibu: “Besok ya, Dek”

Saya: “iya, Bu”

Esok harinya….

Saya menunggu kedatanagan si ibu dengan setia. Tidak hanya satu atau dua menit….. satu jam pertama, saya masih bisa bertahan dengan dengan cara mberbincang-bincang dengan beberapa orang teman. Satu jam kedua, punggung mulai nyeri lantaran duduk terlalu lama (terlepas dari penyakit punggung yang saya derita saat ini). Satu jam ketiga, rasanya kepala semakin puyeng akibat menahan rasa kantuk karena semaleman tidak bisa memejamkan mata. Satu jam keempat, perut perih karena sejak semalam tidak memamah nasi sebutirpun. Satu jam kelima… orang yang saya nantikan menampakkan batang hidungnya..

Kemudian saat saya hendak menghampirinya, dia berkata

“Saya mau rapat dek”

Lalu yang bisa saya lakukan adalah menghembuskan nafas panjang sembari berusaha kuat untuk beristighfar, menghindarkan diri dari yang namanya misuh.

Apakah dia memang sengaja datang di saat waktu rapat tiba atau memang sedang ada urusan penting lainnya saehingga datang ke kampus lima menit sebelum acara rapat dimulai… saya sama sekali tidak mengetahuinya. Dan hal itu memang bukanlah urusan saya. Namun, tiddak seharusnya seseorang yang berpendidikan tinggi mengesampingkan kewajibannya hanya untuk kepentingan pribadinya semata bukan?

Ya Tuhan, semoga ‘Orang Sabar Beruntung’ masih berlaku untuk saya saat ini. Semoga kekecewaan ini tak menghalangi puing-puing semangat yang sudah sangat rapuh.

New Niece

Huaaaaaaaaa…… ponakan saya nambah lagi!!

Si mbak yang pertama udah ngasih saya lima ponakan… hari ini, pukul 07.15 WIB keluar bayi dari perut mbak saya yang kedua… Hemmm….. jadi nanti seandainya ada orang nanya “Udah punya ponakan belum?”

Saya : “Udah”

Orang: “Wah… ponakannya berapa?”

Saya: “Setengah lusin”

Saya bener kan??!!!

Senang sih ada anggota keluarga baru, tapi puyeng juga karena sekarang kalau saya mau beli sesuatu untuk ponakan saya harus beli enam biji!!! Toenggggggg….. Berarti saya harus mencari cara saat hendak membelikan hadiah atau mainan pada bocah-bocah mbak-mbak saya supaya gak ada rasa iri di antara mereka. Gawat loh kalau sampai salah satu diantara mereka iri dan punya dendam kesumat terhadap saya..terus ketika dia besar dan udah punya kuasa, bisa-bisa dia merencenakan untuk menghabisi nyawa saya… Oh…NOOOO….. Benar-benar hayalan seorang Mahasiswa Tingkat Akhir yang EDI (Enggak Diurusi) 😉

Aha…. saya tahu harus membeli apa untuk mereka jika saya berkeinginan memberikan sesuatu… Beli permen saja satu bungkus… Satu bungkus kan isinya bisa 40 biji.. jadi bisa buat rame-rame. Selain gak ada iri-irian karena semuanya dapat, saya juga bisa menghindari sakurata… Tapi mungkin setelah mereka sama-sama duduk di bangku sekolah, mereka berenam (atau mungkin saat itu mbak saya sudah menambah koleksi anaknya) akan menggosipkan saya begini.

Auntie pelit ya…. dari kita bayi sampe sekarang cuma dibelikan permen”

Salahkan saja emak bapak kalian…. siapa suruh coba ngelahirin kalian (Upssss…Sorry, sista 😉 ).

P.S: Welcome, dedek Ijah (saya sih belum tahu nama babynya siapa!!!!)