Hi God

Dear God,

benarkah gosip yang beredar tersebut? benarkah apa yang kuprediksi tersebut? Tuhan…seandainya itu benar….. Aku harus berbuat apa? Aku tak punya daya ataupun pasukan untuk meobohkan kebusukan-kebusukan tersebut. Aku masih takut untuk bergerak, Tuhan… Sangat takut.

Oh…seandainya aku memiliki keberanian layaknya Soe Hok Gie…. Sayangnya… aku sangat jauh dari strata keberanian yang ia miliki. Tuhan…. aku harus bagaimana? Semoga prediksiku itu hanya sekedar prediksi. Hilangkan saja bukti-bukti yang kumiliki. Ambil saja semua hal yang kutahu. Buat aku tak mendengar, buat aku tak melihat, buat aku jauh dari semua kebusukan itu…

Aku lelah, Tuhan….. benar-benar lelah. Jika aku Kau takdirkan untuk mengakhirinya, beri aku keberanian dan kekutan untuk menuntaskannya. Jika memang aku yang harus menyudahinya, bantu aku untuk melakukannya. Aku tak ingin mencari popularitas universal, aku hanya lelah melihat mereka yang bertopeng. Namun, jika memang bukan aku….. hapus semua memoriku tentang semua itu! jika perlu, instal ulang saja aku supaya tak ada sedikitpun siluet tentang kebobrokan yang kuketahui.

Semuanya kuserahkan padaMu…

See yaaaaaa….

Just ‘OK’ For HP 7 part 2

Harry Potter and The Deathly Hollow Part 2 sudah beredar di bioskop-bioskop tanah air. Menurut survey, penontonnya membludak! Antrian tiket sampe keluar pintu mall. Beritanyapun sampe masuk Top 9 News di Metro TV… ckckckckckckckck…… luar biasa!!!

Awalnya, saya ingin menonton secara langsung di bioskop….. Saya ingin menjadi salah satu orang yang rela mengantri tiket hanya untuk melihat Harry mengandaskan Dia yang Namanya Tak Boleh Disebut. Itu awalnya…. saat si HP 7 part 2 telah beredar di London… karena tak tahan dan sangat penasaran maka saya pun menyaksikan si Harry melalui thriller-thriller yang beredar di internet plus melihat dari CD bajakan yang dibeli adik saya…….

Dan saya bersyukur tidak ikut antrian panjang hanya untuk sebuah kursi merah yang berhadapan dengan ‘layar tancap’! Alasannya karena saya kurang puas dengan apa yang David Yates sajikan untuk sekuel terakhir mahakarya J.K Rowling ini. Tidak seperti The Deathly Hollow Part 1, alur cerita di part 2 sedikit menyimpang dari bukunya dan hal itu benar-benar mengecewakan.

Saya suka Harry Potter! Suka banget malah…. Namun, membaca novelnya lebih memuaskan dibandingkan menonton filmnya. Inti ceritanya memang tak berbeda, tetapi karena saya sudah sangat hafal betul alur cerita di novelnya maka film-film Harry Potter kurang begitu memuaskan bagi saya. Jujur, dari delapan film Harry Potter yang beredar di bioskop, hanya film ketujuh (Harry Potter The Deathly Hollow part 1) yang menurut saya paling lumayan.

Pendapat saya sih begitu… kalau kata orang lain HP 7 part 2 keren, itu sih hak mereka!!! Tapi yang perlu saya tegaskan kembali adalah saya suka Harry Potter! Terlepas dari filmnya yang kurang begitu apik, saya tetap menganggap Harry Potter adalah salah satu karya brilliant dari seorang J.K. Rowling!

Kata Mereka Tentang Dosen

Hari ini salah satu tetangga sebelah rumah berdebat di depan saya mengenai seorang DOSEN.

Suami: “Enak loh kalo kamu bisa jadi dosen. Uangnya banyak”

Istri: “Mana ada dosen banyak uang, Mas! Jangan Me…jangan jadi dosen”

Suami: “Jadi dosen itu enak, Dek. Jadi guru yang ndak enak”

Istri: “Ahhh… guru atau dosen sama saja. Sama-sama ngajar! Kalo memang pengen ngajar, mending jadi guru! Dosen-dosen yang banyak uang itu paling yo banyak proyekan. Kalo ndak proyekan ya paling juga korupsi”

Suami: “Iya juga ya…. la wong dulu Dewi (kerabat mereka) pas mau wisudah repot ngurus dosennya”

Istri: “Ya itu…dosennya minta bunga, minta parsel buah, ada juga yang minta bimbingan di hotel mewah. Belum lagi kalo dapet proyek. Mahasiswanya di suruh ngerjain proyeknya. Tapi nanti biayanya ndak ditanggung penuh. Misalnya dosen dapet 10 juta, paling yang dikasih ke mahasiswanya cuma 1 atau 2 juta. Terus 8 jutanya keman coba? Itu yang bikin dosen bisa lebih kaya dibandingkan guru. Makanya mendingan kamu besok jadi guru aja daripada jadi dosen.”

Saya : tersenyum sambil terus melanjutkan menyiram tanaman di depan rumah.

Percakapan sepasang suami istri tersebut…… ahhhh…saya bisa bilang apa? Karena itulah saya hanya diam dan tersenyum sembari bergegas menyelesaikan acara siram-siram kembang sore hari.

Mereka berdua sempat bertanya mengenai dosen-dosen di kampus saya. Mereka suka korupsi atau suka proyekan atau tidak! Dan saya sama sekali tak tahu! Mengiyakan, saya tak punya bukti. Mengatakan tidakpun, saya tak punya bukti. No Comment!!!!

Saya berharap dosen-dosen saya tidak seperti dosen yang dibicarakan oleh tetangga saya itu (HOPEFULL)