Yang Penting Nulis (red: Ngeblog)

Sebenarnya blog yang baik itu seperti apa sih?

Sudah lama ngeblog tetapi baru berfikir bagaimana blog yang baik itu. Karena penasaran saya bergegas menghubungi mbh google. Jawaban si mbah ternyata bermacam-macam. Mulai dari didatangi ratusan pembaca dan komentar setiap harinya, sampai banyaknya iklan di sisi atas bawah kanan kiri tulisan yang dipostkan! Dan ternyata ada pula situs yang membuat peringkat blog-blog yang ada di dunia ataupun di Indonesia dimana parameternya adalah jumlah pembaca atau pengunjung setiap hari. Ternyata ada blog yang dikunjungi 7000 orang perharinya?? Benarkah itu???? Wuuiiihhhhhhh…..keren!!!

Jika mengikuti perkataan mbah google maka blog saya ini sama sekali tak masuk kategori baik dong. Blog saya ini  jelas tidak dikunjungi oleh rastusan reader  dengan komentar-komentar mereka setiap harinya dan jelas tak ada banner iklan di semua bagian blog saya ini. Dan sepertinya tak ada peringkat untuk blog ini.

Jadi, mulai ogah-ogahankah saya memposting tulisan lantaran tak ada jutaan pembaca beserta komentarnya atau iklan-iklan yang mendatangkan uang  sekaligus menjadikan blog ini yang nomer satu di seluruh dunia? Hahhhh…. yang benar saja….

Blog saya memang tidak dikunjungi oleh ratusan orang setiap harinya, tetapi setidaknya saya masih memiliki reader yang mau membaca atau mampir ke ‘rumah’ ini. Dan kalaupun tak ada yang mau membaca….. saya bisa membacanya sendiri karena tujuan utama saya membuat blog ini adalah menyalurkan kesukaan saya akan menulis. Menyenangkan diri sendiri.

Tak ada  Banner iklan juga tak membuat saya berhenti menuturkan kisah yang ingin saya tuliskan….. (kalau ada yang mau naruh iklan di blog saya… ayo taruh… tapi perjamnya 3000 euro yaaa….. supaya saya bisa keliling Eropa secepatnya… gimana??? 😉 ).

Namun karena saya masih memiliki reader (meskipun tidak banyak), rasa-rasanya saya harus mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang telah mampir… entah kalian yang memang berniat mampir dan membaca tulisan-tulisan kecil saya, yang tersesat atau ada yang bilang stumbled ( 😉 ), siapapun kalian….. Terimakasih karena telah membaca apapun yang telah saya post kan! Terimakasih. Thank you. Grazie!. Gracias!. Dankeschon. Gumawo.

Semoga saja kemampuan menulis saya tak diganggu oleh kebosanan sehingga kalian yang membaca rangkaian kata ‘sampah’ di blog ini bisa terus mengambil hikmah, manfaat, dan pelajaran (jika ada, yang diambil untuk dipelajari, yang baik-baik saja yaaa… yang jelek dari tulisan saya, jangan diteladani 🙂 ) untuk menjalani hidup yang lebih baik dari sebelumnya :).

Saya rasa bukan banyaknya pengunjung, komentar atau iklan yang membuat suatu blog dikatakan baik atau tidak… melainkan seberapa besar pengaruh postingan di blog tersebut terhadap orang yang membacanya….. Terserah mbh google saja mau berpendapat apa…. terserah mau kasih blog ini peringkat berapa… yang penting saya tetap bisa ngeblog 🙂

Seri Untuk Menang

OK…… tertahan di rumah sendiri…. Gagal meraih kemenangan 100% di awal musim memang, tetapi setidaknya belum pernah mengantongi poin nol. Masih ada 35 pertandingan tersisa… karena itulaha, masih banyak poin yang harus diraih…. Mungkin hari ini para pemain sedang kelelahan dan kurang beruntung, tetapi semangat saya untuk melihat kemenangan Juve di pekan-pekan berikutnya masih ada kok.

Saya kan cinta The Old Lady apa adanya… Il Mio Libero Amore 😉 Menang, seri, atau kalah…. Juve is the best lahhh….. Pekan ketiga (harusnya keempat) ini hanya satu poin memang, tetapi bukan berarti permainan Juve tidak bagus…… si arbitronya saja yang sepertinya royal mainin peluit dan main-main dengan kartunya sehingga Juve harus bermain dengan 10 orang di babak kedua :(.

Hanya sedikit ketidakberuntungan untuk Juve dan semoga saja hanya untuk pekan ini (AMIN)…. Thanks to Vucinic yang telah menciptakan satu-satunya gol bagi Juve…..

(ayo nyanyi saja buat E Bianconerro)

Tanto tempo fa, da bambino come te
io sognavo sempre sotto ad una bandiera
giovinezza senza eta’, che da grande porti in te
con la gente bianconera
Stadi infiniti, di bianconero vestiti,
e tutti gridavamo, e tutti cantavamo

Juve, nel cuore
Ridere e piangere in tanti,
Con quell’amore che senti
Juve, l’amore
Un cielo a strisce che appare,
e noi con loro a volare

Adesso vieni qua, mai adulti io e te,
ritroviamoci abbracciati ad una bandiera
e se guardi un po’ più in la’,
hai due stelle insieme a te,
nei tuoi occhi anche quando non è sera

Non è passato il tempo che ci ha cambiato
E lasciami saltare e lasciami gridare

Juve, nel cuore
Signora voce del mondo
Un inno forte e profondo
Juve, l’amore
E’ una canzone che cresce,
è una vittoria che nasce

E’ bianconero, è bianconero il colore
E’ bianconero, io voglio cantare
E’ bianconero, è bianconero l’amore
E’ bianconero, continua a cantare
E’ bianconero, è bianconero l’amore
E’ bianconero, è bello cantare

E’ bianconero, è bianconero il colore
E’ bianconero, io voglio cantare
E’ bianconero, è bianconero il cuore
E’ bianconero, è bello cantare

E’ bianconero

Berharap Gol Tangan Tuhan

Ya Rabb…. Saya sedang tak ingin melakukan apa-apa

Pikiran saya sedang kacau

Kacau sekali sepertinya….. tak tahu bagaimana meletakkan setiap kata agar tak tertukar antara subjek  dan objek

Tidak peduli pada aturan penulisan kalimat pasif atau aktif

Tak banyak pelanggaran yang saya buat, tetapi mengapa banyak sekali kartu kuning yang saya terima

Mengapa wasit tak sekalian saja mengkartu merah saya?

Tak akan pernah saya merendahkan diri pada pengadil lapangan yang tak adil  supaya dapat mencetak gol kemenangan…. TAK AKAN

Karena saya hanya bisa merendahkan diri dihadapanMu, Ya Rabb

Apakah permainan yang saya tampilkan tidak apik sehingga saya harus menahan nafas di setiap babak pada pertandingan ini?

Mungkinkah lagi-lagi saya telah ditinggalkan oleh seorang dewi fortuna

Jika begitu, Kau saja yang turun ke lapangan ini…. ya Rabb

Saya butuh gol dari tanganMu

Saya butuh gol tangan Tuhan untuk mengakhiri pertandingan ini dengan sebuah kemenagan

By meirina Posted in Poetry