Biarkanlah Mereka Dengan Mimpinya Sendiri

Semua orang tua pasti menyayangi putra-putrinya. Semua orang tua ingin menlihat anak-anaknya sukses. Semua orang tua selalu memiliki mimpi untuk melihat anaknya tumbuh menjadi orang besar. Atau doa umumnya menginginkan putra-putri mereka berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Apapun keinginan orang tua, semuanya hanya untuk melihat buah hati mereka bahagia.

Bahkan terkadang orang tua mencekoki anak-anaknya dengan berbagai cita-cita. Memberikan nasihat-nasihat tentang menjadi ini dan itu ketika anaknya mulai mengenal masa depan. Bahkan terkadang arahan orang tua terhadap putra-putrinya adalah keharusan tak tertulis. Keharusan yang harus dilakukan. Inilah masalahnya…. meskipun ada ikatan darah dan struktur DNA yang sama antara orang tua dengan keturunannya, jalan fikiran dan keinginan mereka tidaklah sama 100%.

Orang tua boleh saja mengenalkan apa itu cita-cita sejak anaknya duduk di bangku taman kanak-kanak, tetapi cukuplah hanya mengenalkan saja. Tak perlu sampai mendikte atau memberikan list supaya si anak menjadi seorang dokter ataupun insyinyur. Tidak perlu menentukan si anak harus menempuh studi di bidang apa. Tak perlu menyuruh mereka bekerja dimana.

Dan jika para orang tua telah memberikan kebebasan terhadap putra-putrinya untuk menjadi apa, jangan kotori kebebasan tersebut dengan cerita-cerita lawas yang pernah dilalui oleh kakek atau nenek mereka. Jangan pernah mengatakan “Dulu Ayahmu ini hampir jadi pilot. Tapi karena ada masalah teknis, akhirnya jadi pegawai negeri” atau kalimat sejenisnya karena kalimat-kalimat seperti itu sama artinya dengan menyuruh si anak secara halus untuk menjadi apa yang dulu tak bisa orang tuanya lakukan. Sama halnya dengan meminta pada si anak untuk meraih mimpi orang tua yang tidak dapat diwujudkan.

Saya tahu bahwa semua petuah yang terpapar dari mereka adalah wujud kasih sayang yang begitu besar. Namun terkadang kasih sayang tersebut terlalu berlebihan. Lebih terlihat seperti ambisi mereka daripada arahan untuk anak. Percayalah wahai Ibu dan Bapak, anak-anak kalian juga memiliki mimpi yang tak kalah hebatnya dari kalian. Anak-anak kalian juga ingin menjadi seseorang yang lebih baik dari orang tuanya. Jadi biarkanlah mereka menentukan sendiri ingin menjadi apa saat besar nanti.

Tularkan saja semangat meraih cita-cita terhadap setiap anak, tetapi jangan pernah sekalipun memberikan cita-cita pada mereka. Jangan pernah pula membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan yang lain. Percayalah bahwa setiap anak itu istimewa dengan jalannya sendiri. Biarkan mereka memiliki mimpi dan cita-citanya sendiri 🙂