Mencoba Menaklukkan Welirang (30 Desember 2011)

(30-12-2011) 00.00 WIB

Rencana beberapa jam lalu kandas hanya karena perkara tak ada tenda.

Namanya juga rencana dadakan. Jam 8 malam mengiyakan ajakan salah satu teman untuk menghabiskan liburan tahun baru di puncak gunung. Saya yang saat itu sedang makan malam (selalu bersama adik) di daerah Lidah Wetan segera meluncur ke tempat penyewaan alat-alat hiking. Tujuan kami adalah menyewa tenda. Itu penting! Dan ternyata nihil. Semua tenda camping telah tersewa. Nyaris semua tempat penyewaan tenda yang ada di Surabaya saya datangi, tetapi tetap saja tak ada tenda. Saat itu saya yang sedang on fire untuk menghabiskan malam tahun baru di atas gunung berfikir keras ‘untuk apa coba orang-orang yang nyewa tenda banyak banget?’. Pertanyaan dong-dong yang akhirnya dijawab oleh salah satu pemilik tempat penyewaan, “Mbknya telat. Harusnya pesen seminggu yang lalu. Kalau sekarang sudah full, kan mau tahun baruan!” Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Mau pinjam ke teman-teman adik saya yang kebetulan juga hobi mendaki dan punya tendapun tak bisa karena ia berencana memakai tendanya ke Semeru (hikkssss…. 😦 )

Ya sudahlah….

Karena sudah terlalu larut… batallah rencana dadakan tersebut……

(30-12-2011) 08.00 WIB

Ada informasi mengenai tempat penyewaan tenda, maka meluncurlah saya dan Bari (pacar adek saya) ke tempat itu. Langsung capcus pake moter dengan kecepatan Valentino Rossi πŸ˜‰

Di jalan, tak ada harapan sebesar gunung yang saya miliki untuk sebuah tenda. Saya hanya berpasrah. Dapat pinjeman berangkat, tak dapat ya tak masalah. Just nothing to lose.

Dan hasilnya adalah DAPAT TENDA πŸ™‚ YEEEEEEEEEEEEEEEE…….. akhirnya berangkat

(30-12-2011) 10.00 WIB

Saya dan Intan (adek saya) cepet-cepet meluncur ke hypermart untuk belanja logistik! Mie instan, sosis, roti, susu (bukan buat saya), air mineral, obat-obatan, kecap, permen, teh celup, dan makanan-makanan ringan lain tak luput dari jarahan kami.

Setelah merasa keperluan logistik lengkap, barulah kami mengepak semuanya ke dalam tas. Packing…packing... πŸ™‚

Jas hujan (ponco), alat mandi, kaus kaki, jaket, sarung tangan, selimut, matras, baju ganti (secukupnya, gak usah bawa satu koper!!!), plus kamera tentunya πŸ˜‰ tertata rapi di dalam tas yang akan kami panggul!!

(30-12-2011) 13.00 WIB

Sial!!!! Sandal gunung saya tertinggal di kampung!!! HUUUAAAAAAAAAAAAA……… bagaimana sih!!! Masa batal gara-gara gak ada alas kaki? Mau pakai sepatu pun tak mungkin karena sepatu saya bukan sepatu mendaki 😦

Ok…akhirnya harus menggunakan rencana cadangan. Saya bergegas menuju Royal Plasa, kemudian masuk ke dalam outlet Eiger (gak urus sebut merek) dan langsung membeli salah satu sandal gunung yangΒ  ada di sana!! Ya..setidaknya untuk investasi jangka panjang πŸ˜‰

(ada untungnya sandal gunung tertinggal di kampung, saya jadi punya yang baru πŸ™‚ ).

(30-12-2011) 14.00 WIB

Berangkat menuju Tretes, Pandaan-Pasuruan untuk selanjutnya menjejakkan kaki di Gunung Welirang :), dengan menggunakan angkutan umum (Bison).

(30-12-2011) 18.00 WIB

Pendakian di mulai…..

Bismillah…. Semoga tidak terjadi apa-apa πŸ™‚

(30-12-2011) 18.40 WIB

Singgah sebentar di salah satu camping ground untuk nge-teh (hikksss…warungnya kehabisan stok kopi 😦 ). Orang-orang menyebut area ini dengan ‘pet bocor’, mungkin karena air yang keluar dari pipanya tak pernah berhenti.

(30-12-2011) 19.00 WIB

Melanjutkan perjalanan ke pos peristirahatan dan area camp saya. Maunya sih ngecamp di Pet Bocor, tapi karena surat perijinan mengharuskan saya ngecamp di ‘kop-kopan’ maka mau tak mau perjalanan mendaki ini terus dilakukan hingga ketinggian 1620 mdpl.

Capek sih tidak begitu, hanya saja sedikit merinding. Bertiga, malem-malem jalan di atas bebatuan yang terus menanjak… belum lagi samping kanan kiri hanyalah pohon-pohon besar plus semak-belukar. Kalau tiba-tiba ada ‘sesuatu’….. atau ular anaconda (PIKIRAN NGACO!!)…. hiiiiii……Masalahnya adalah kebodohan kami (saya dan dua teman daki saya) yang hanya membawa sebuah senter dimana si senter berada pda kondisi sakaratul maut alias kehabisan baterai gara-gara lupa dicas!!! Sementara senter yang saya siapkan masih menancap manis di colokan listrik kosan adik saya. Yang satu kurang energi, yang satu kelebihan energi sampai-sampai lupa tak dibawa…uuuuhhhh…DODOL!!!

Karena itulah rasanya dag-dig-dug…. Misalnya satu senter sekarat itu mati sebelum sampai tempat camp???? Masa iya gelap-gelapan mendaki? Helloooo…memangnya jalanan di gunung sama seperti tol Waru yang terang benderang???!!!

Tapi untunglah…. perjalanan menuju area camp tak hanya saya jalani dengan dua orang teman, tetapi Tuhan mengirimkan dua malaikat penolongnya. Ada dua orang mas-mas yang entah mengapa baik hati sekali mau menemani perjalanan malam yang mencekam ini.

Masnya selalu bilang “Dikit lagi sampe kop-kopan kok, mbak” apabila melihat saya berlutut sambil menghembuskan nafas cepat-cepat. Saya tahu bahwa ucapannya itu hanyalah penghiburan palsu (masa iya dikit laginya 3 jam?????), tetapi tetap saja saya mengucapkan terimakasih atas gombalan si mas itu pada saya.

(30-12-2011) 23.00 WIB

Akhirnya….sampai tempat camping!!!!! Setelah berjalan selama 5 jam dalam gelap dan sunyinya malam, saya menemukan keriuhan. Tenda-tenda bertebaran di depan mata. Merasa menemukan populasi sendiri πŸ™‚

Alhamdulillah…

P.S: Entah siapa nama dua orang mas itu….. Bodohnya saya…. gara-gara ketakutan, sampai lupa menanyakan siapakah gerangan dirinya…… Kalau masnya gak sengaja baca, ‘coretan’ ini…. “Makasih karna mau menemani perjalanan saya, Mas πŸ˜‰ “

Bareng Sista πŸ™‚

Poto-poto pun menjadi penyemangat untuk terus melangkahkan kaki ke tempat yang tinggi

Mas-Mas Yang Menemani Perjalanan Malam Saya Menuju Puncak

Happy 2012

Huaaaaaa……. Sudah lewat satu hari sejak 1 Januari 2012.

Meskipun terlambat satu hari… Saya ingin mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru 2012, Teman-Teman’

Semoga semua resolusi atau mimpi atau harapan atau keinginan atau tujuan atau apapun yang kalian mau terlewatkan dan belum didapat di tahun 2011 bisa berwujud di 2012.

Harapan Saya di tahun 2012 ini adalah:

  1. Meraih 104 dan mendapatkan pekerjaan layak sehingga tak lagi menjadi parasit orang tua
  2. Juventus tersayang juara serie A musim 2011-2012
  3. Orang Tua, saudara, dan kerabat diberi kesehatan olehNya πŸ™‚
  4. Mendapatkan jalan menuju ‘tempat itu’ (AMIN, Ya Rabb)

Untuk kesalahan dan kehilafan 2011, semoga bisa diperbaiki dan tak terulang di 2012. Dan semoga saja saya masih diberi kemauan untuk nyerocos di halaman-halaman ini πŸ™‚

Sekali lagi… ‘Happy New Year 2012, Guys!!’ πŸ™‚