Salad Indonesia


Pernah mendengar salad ?

Ya, salad adalah suatu istilah yang luas dipergunakan bagi persiapan jenis-jenis makanan yang merupakan campuran dari potongan-potongan bahan-bahan makanan siap santap. Salad sendiri berasal dari negeri Eropa yang biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka dari suatu menu makanan. Walaupun begitu, untuk menikmati salad kita tidak perlu menginjakkan kaki di ranah Eropa. Hal ini dikarenakan salad telah mendunia dan proses pembuatannya juga terbilang mudah.
Suatu salad dapat disajikan setelah didinginkan terlebih dahulu dalam lemari pendingin. Selain itu, salad dapat menjadi isi dari roti atau pun sandwich. Biasanya jenis makanan ini terdiri dari setidaknya satu jenis sayuran atau buah-buahan. Sayuran yang kerap kali menjadi bahan utama salad berupa selada , tetapi kita dapat menggunakan beberapa jenis sayur lain seperti sawi putih atau kubis. Hal utama yang perlu diperhatikan pada penyajian salad adalah saus atau dressing. Jika saus yang biasanya berupa mayoneis itu absen, maka salad tidak akan pernah ada.
Bagaimana jika kita gemar mengonsumsi sayuran atau buah-buahan dalam bentuk salad , tetapi tidak familiar dengan rasa mayoneisnya (seperti saya 😉 ) ? Jangan khawatir. Negeri kita memiliki makanan serupa. Kita dapat mengatakan bahwa salad merupakan versi barat dari jenis makanan seperti pecel , lotek , dan gado-gado.
Pecel & Lotek
Siapa sih yang tidak mengenal pecel ? Pecel dalah makanan yang terbuat dari rebusan sayuran berupa kangkung, bayam, tauge, kacang panjang, daun turi, kemangi, atau sayuran lainnya. Konsep penyajian pecel memiliki kemiripan dengan penyajian salad Eropa. Keduanya dihidangkan dengan siraman topping mayonnaise. Hanya saja topping yang digunakan keduanya berbeda. Jika umumnya salad menggunakan yogurt sebagai bahan toppingnya , topping pecel berupa sambal. Bahan utama dari sambal pecel ini berupa kacang tanah dan cabe rawit yang dicampur dengan bahan lainnya seperti daun jeruk purut, bawang putih , asam jawa, merica dan garam.
Pecel juga sangat identik dengan rempeyek , sejenis kerupuk yang terbuat dari tepung beras dengan adonan tertentu. Rempeyek tersebut dapat berupa rempeyek kacang tanah, udang atau teri. Tanpa rempeyek rasanya kenikmatan pecel akan sedikit berkurang. Selain itu, pecel kerap kali dihidangkan dengan nasi putih hangat. Bukankah kita sering mengatakan bahwa bukan makan namanya jika tidak ada sepiring nasi putih? Maklumlah sebagai negara agraris yang menghasilkan padi , nasi tetap menjadi pilihan pertama untuk lidah Indonesia. Ciri khas dari makanan ini adalah rasa pedasnya yang begitu menyengat.
Untuk menikmati pecel sangatlah mudah. Bahkan terlewat mudah. pecel dapat kita jumpai hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Medan, Lampung , Riau , Jakarta , Bandung , Semarang , Bali , dan tentu saja Madiun yang memang terkenal dengan kenikmatan pecelnya.
Jika anda sangat mengenal pecel , dapatkah anda mendiskripsikan apa itu lotek? Jangan terlalu dipusingkan. Lotek hampir sama dengan pecel , yakni makanan yang berupa rebusan sayuran segar. Sayur yang digunakan pun tidaklah berbeda. Dapat berupa kacang panjang , kangkung , bayam , dan sebaginya.
Akan tetapi , bahan pembuatan samballah yang menjadi perbedaan keduanya. Kacang tanah memang digunakan sebagai bahan dasar lotek dan pecel , tetapi pada lotek tidak menggunakan cabe rawit seperti pembuatan sambal pecel. Cabe rawit tersebut digantikan oleh terasi dan tempe atau kacang kedelai. Rasanya ? Tentu saja berbeda. Rasa lotek ini lebih ringan dan gurih daripada pecel. Selain itu, jika sambal pecel disiram atau dicampur sebelumnya , untuk lotek bumbu atau sambalnya baru ditambahkan ketika akan dinikmati.
Walaupun demikian, baik pecel atau pun lotek tetap dapat dipilih untuk menjadi menu sederhana , lezat dan tentu saja bergizi tinggi.
Gado-Gado
Lain pecel lain pula gado-gado. Kita mungkin tidak perlu mendapat penjelasan panjang lebar tentang makanan yang satu ini. Gado-gado merupakan salah satu makanan Indonesia yang berupa sayuran dan dicampur jadi satu dengan bumbu atau sausnya. Sayuran yang digunakan biasanya berupa sayur mentah yang masih segar , tetapi ada pula yang direbus dengan air panas atau terkadang hanya dimasak dengan uap air panas.
Lazimya , sayuran yang digunakan pada makanan ini berupa kubis , selada , bunga kol , tauge , dan kacang panjang. Kita dapat pula menjumpai kentang , wortel , tomat , dan mentimun pada masakan yang katanya khas Jakarta ini. Sayur-mayur tersebut diiris kecil-kecil sebelum dihidangkan.
Lalu bagaimana dengan saus atau bumbunya? Hal inilah yang menjadi perbedaan gado-gado dengan salad Eropa. Sama seperti ‘salad-salad Indonesia’ lainnya , bahan utama untuk membuat saus gado-gado adalah kacang tanah yang telah digoreng. Kacang goreng tersebut dilumatkan dan dicampur dengan bawang putih , cabai , merica , dan sedikit garam. Kita juga dapat menambahkan terasi pada pembuatan bumbunya. Bedanya lagi , bumbu gado-gado merupakan handmade alias buatan tangan. Bahan-bahan yang telah dicampur diletakkan di atas cobekan dan diulek hingga halus.
Bumbu yang telah siap dapat disiramkan di atas piring yang berisi sayuran. Finish? Tentu saja belum. Kita juga harus menunggu siraman kecap secukupnya sebagai pelengkap rasa bumbu gado-gado. Bawang goreng juga turut memeriahkan sajian masakan khas ibukota ini.
Gado-gado dapat disantap begitu saja seperti salad-salad pada umumnya , tetapi sandingan utama yang perlu ditambahkan ke dalam seporsi gado-gado adalah potongan-potongan lontong serta irisan telur rebus. Sebagai one dish meal sajian ini sangat lengkap gizinya , baik protein , vitamin , mineral hingga karbohidrat.

Selain pecel , lotek dan gado-gado , masih ada ‘salad-salad Indonesia’ yang tak kalah keeksotisannya dari ketiga makanan tersebut. Kita dapat menjumpai karedok dan ketoprak yang jenisnya tidaklah jauh berbeda dari pecel ataupun gado-gado. Bahan-bahan yang digunakan juga berupa sayuran segar dengan saus kacang.
Nah , sebagai warga negara yang baik tentunya kita harus mencintai produk dalam negeri. Bolehlah kita menrima hal-hal baru dari dunia luar , tetapi jangan sampai kita terseret oleh derasnya arus globalisasi yang akan menghilangkan jati diri kita sebagai Indonesian. Salad Eropa memang terlihat lebih berkelas jika disandingkan dengan pecel dan kawan-kawannya.
Akan tetapi , percayalah bahwa ‘salad-salad Indonesia’ ini memiliki cita rasa tersendiri yang tidak akan mudah ditandingi. Bukankan kita sering mengenal istilah don’t judge something from this cover ? 🙂

(Catatan 23 Juni 2009)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s