Insiden Kecil Di ‘Kios’ BAUK Kampus


Pagi agak siang tadi saya dan beberapa teman jurusan mengurusi beberapa persyaratan mengikuti wisudah. Surat bebas administrasi lah intinya. Kemudian sesuatu yang membuat saya nyaris meledak terjadi.

Beberapa saat setelah saya menyerahkan KTM (kartu mahasiswa) pada seorang bapak yang mengurusi surat bebas iuran IKOMA, si bapak berkata; “Mbaknya udah tiga semester ndak bayar SPP ya? Jadi gak bisa dapat surat bebas IKOMA

Saya yang awalnya diam tanpa ekspresi mendadak menjadi super ekspresif dengan berkata “Ahhh…bapak ini ada-ada aja” sembari tersenyum penuh semangat.

Lalu si bapak berkata, “Mbaknya beneran sudah bayar SPP belum?

Lalu saya bengong menatap si bapak berusaha menyesapi perkataannya.

Kemudian saya berkata “Gini deh, Pak… Masa iya saya gak bayar SPP selama 3 semester tapi saya bisa ikut kelas kuliah? Syarat ngisi FRS di tiap awal semester kan harus membayar SPP, Pak!“. Bahkan saya nyaris memasukkan kepala saya di lubang loket setengah lingkaran kecil tersebut saat si bapak kembali berkata, “Tapi masalahnya gak ada catatan mbknya sudah bayar SPP. Slip pembayarannya ada gak mbk? Mungkin mbaknya lupa…. Semester-semster itu gak ambil cuti ta, mbk??”

GILA ya NI Bapak!!! COBA DEH DICEK LAGI YANG BENER, PAK!!! GAK MUNGKIN LAH SAYA GAK BAYAR SPP KALAU SAYA BISA AMBIL KELAS KULIAH!!! GIMANA SIH PAK!!!!“, itulah teriakan hati saya. Ingin sekali saya memaparkan omelan tersebut secara lisan dengan diiringi sedikit sumpah serapah….

Tapi tidak tahu kenapa yang saya lakukan adalah menghembuskan nafas panjang dan berkata pelan pada si bapak, “Saya yakin 100% kalau saya gak sekalipun cuti kuliah, Pak! Terus saya harus gimana, Pak? Slip pembayarannya ada di kampung. Masa gak bisa dicek sekali lagi, Pak? Saya beneran sudah bayar SPP

Ya Tuhan…. Cuti kuliah??? Apa jangan-jangan iya ya??? Mungkinkah saya sedikit amnesia sehingga tidak menyadari bahwa tiga semester terakhir saya cuti kuliah?! Jangan-jangan selama tiga semester terakhir kelas kuliah yang saya ikuti itu hanya ilusi saya…. Ck ck ck…. Sabar, mei…. Sabar… Everthings gonna get OK!!!

Dan kemudian si bapak sibuk di depan layar monitornya. Entah apa yang beliau lakukan… dan selanjutnya secarik kertas bertuliskan “BEBAS IURAN IKOMA” ada di tangan saya.

Huuuaaaaaa…… nyaris saja saya membuat perang di tempat umum. Tapi beneran deh aneh… masa saya dibilang tidak membayar SPP selama tiga semester???!!

Pak Rektor yang baik…. tolong lah diteliti lagi masalah-masalah teknis seperti itu.. Untung saja tadi saya tak harus pulang kampung untuk mengambil bukti pembayaran SPP. Sungguh… masalah ngurus surat-surat itu memang terkesan simple, tapi kalau bertemu dengan masalah teknis seperti saya tadi bagaimana coba? Belum lagi kalau yang ngurusin punya sikap sok birokratif yang kerap kali membuat susah mahasiswa…..

Ungtunglah si bapak tadi pengertian sehingga tidak membuat saya kelimpungan dan meledakkan emosi…

‘Maaf ya Pak kalau tadi saya sedikit emosi’ 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s