Puput Wedding (Sampang, 26 Februari 2012)

Puput-Indra Wedding

Pose bareng manten 🙂

Narsis Dikit 😉

Caca & Ponakan Raksasanya

Rempong deh Jilbabnya 🙂

Acara Nikahan seorang Teman, Desi Puspitasari (nickname: Puput 😦 ).

Lokasi : Sampang, Madura

P.S: Semoga menjadi keluarga yang SaMaWa dan langgeng sampe maut memisahkan 🙂

 

 

Jalan-Jalan Ke Sampang (2008)

Camplong Beach, Sampang, Madura, Jawa Timur, Indonesia 🙂

Puput Saat Masih Single 😉

Pinggir Pantai Saja Sudah Cukup (Buat Saya) 😉

Tambak-Tambak Garam di Kecamatan Pengarengan, Sampang, Madura

Patung Sapi Di Pintu Masuk Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Madura

Si Ciput

Kapal-Kapal yang Menyebrangi Selat Madura

Monumen Jalesveva Jayamahe (MonJaYa) yang berarti 'Di Laut Kita jaya' --> Dibangun saat (alm) Presiden Soeharto Memimpin Negeri Ini

Foto-Foto Di Tahun Pertama Sebagai Mahasiswa Strata 1. Melancong ke rumah seorang teman di Sampang, Madura. Salah satu kenangan manis antara saya dengan seorang teman yang telah melepas masa lajangnya 🙂

 

STOP Publisitas Over Si ‘Bola Hantu’

 

Over Publicity. Over Coment. Over Reaction. All Over in there is Over.

Sudah lewat beberapa hari sejak pertandingan kontroversi antara Juventus vs AC Milan di akhir pekan lalu, tetapi berita yang beredar tetap saja mengatakan kontroversi tersebut hanya merugikan si Merah Hitam. Seolah-olah AC Milan adalah korban tunggal dari keputusan tak adil wasit. Seolah-olah wasit memihak Juventus dan mencuri poin kemenangan I Rosonerri. Seolah-olah The Old Lady tak punya kualitas untuk menang.

Benar-benar konyol! Benar-benar over! Benar-benar keterlaluan! BENAR-BENAR MENYEBALKAN!!!!!

Baik, kalau memang masalahnya adalah gol ‘hantu’ Muntari’ saya mengakui bahwa keputusan wasit memang sedikit melegakan saya. Tapi tolong dong…gak usah terlalu dibesar-besarkan!! Apa dianulirnya gol Matri tidak cukup? Kecuali gol pertama Matri yang sah ‘disahkan’, bolehlah kalian yang mencaci maki Juve mengatakan wasit tidak adil.

Kenapa yang heboh hanya berita tentang bola yang melewati garis gawang beberapa centimeter di pertandingan Derby d Italia? Kenapa kehebohan tersebut tak ada saat pertandingan antara Juventus Vs Catania di pekan sebelumnya? Apakah tak ada yang menonton pertandingan Juventus Vs Catania?

Coba lihat gol pertama Quagliarella. Bola yang dilesakkannya telah melewati garis gawang, tetapi wasit tidak menunjuk garis tengah lapangan. Apa peristiwa itu tak bisa dibilang ‘bola hantu’? Kenapa dua pekan lalu tak ada berita seheboh ini?

Juventus juga korban, kawan! Mungkin keputusan ‘bola hantu’ di pekan lalu adalah cara wasit untuk menebus dosa atas ‘bola hantu’ di pekan sebelumnya. Kalau pikiran saya itu benar, bukan salah La Vecchia Signora dong!! Salahkan saja wasit yang mungkin salah satu Juventini!!!

Kalau sampai besok media-media massa masih menghebohkan ‘bola hantu Muntari (JELEK)’, stop dulu deh nonton berita dan beli korannya!!!

P.S: “hehhh KAMU…. mentolo tak kaplok ae congormu kui!!!” 😦

 

29 Februari

Heii… ini sudah 29 Februari ya?? Tidak ada yang spesial di hari ini, itu untuk saya. Namun bagi teman-teman yang lahir di hari ini, 29 Februari adalah tanggal spesial karena hari kelahiran diperingati setiap empat tahun sekali! Sederhananya, berulatang tahun setiap empat tahun sekali.

Masih ingat dengan pelajaran SD kelas 6 tidak? Februari merupakan bulan yang cukup unik karena jumlah harinya bertambah satu setiap empat tahun sekali. Jika pada tahun-tahun biasa jumlah harinya ada 28, di tahun kabisat seperti 2012 ini jumlah harinya menjadi 29. Perlu diingat lagi bahwa tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi empat (4).

Kenapa bisa begitu ya? Kata mbah google “Menurut kalender Gregorian yang dipercayai orang Romawi, jumlah hari setiap dua bulan di tahun kabisat adalah 60. Karena pada saat itu bulan Februarinya berjumlah 29 dan jika ditambahkan dengan hari bulan Januari hanya 59 maka ditambahkanlah satu hari pada bulan Februari”.

Lalu, mengapa bulan Februari yang kita ketahui hanya memiliki 28 hari? Uuuhhh…. saya kurang paham masalah itu. Kalau saja si Julius Caesar masih ada, mungkin ia bisa menjelaskan maksudnya mengganti-ganti jumlah hari 😉

Sudahlah… saya tak mau terlalu memusingkan asal-muasal 29 Februari. Bagi saya yang awam, 29 Februri tetaplah hari yang unik karena tak bisa dijumpai setiap tahun 🙂

Saya Pun Merasa Dirugikan, Kawan!

 

Unfair. Unfair.Unfair.Unfair.Unfair.Unfair.Unfair.Unfair.

Komentar-komentar yang saya dengar mengenai hasil pertandingan antara Juventus vs AC Milan dini hari kemarin tak lepas dari kata ‘Wasit Tidak Adil’ atau ‘Wasit Curang’. Belum lagi komentar miring yang menerangnkan bahwa kerugian atas hasil tersebut sepenuhnya ditanggung oleh AC Milan. Ada lagi yang mengatakan Juventus diuntungkan!!!

So, memangnya salah Juventus kalo wasit membuat keputusan yang kurang tepat? Unfair dan merugikan salah satu club? Yang bagian mana? Yang bagian gol Muntari dianulir wasit? Lalu bagaimana gol Matri yang juga tak disahkan si referee? Apakah itu tidak termasuk kategori kerugian bagi Juventus???

Ngaca dong sebelum mengatakan sesuatu. Saya juga kecewa dengan hasil akhir pertandingan tersebut. Saya juga marah atas keputusan wasit. Saya pun kesal karena tim saya tidak memperoleh 3 poin. Saya juga merasa dirugikan!!!

Baguslah kalau wasit-wasit memang memberikan keuntungan untuk Juventus. Bagus banget kalau mereka ada di pihak Juventus. Salah siapa? Salah Juve?? Bukankah Itu membuktikan bahwa klub saya memang klub besar dengan tifosi terbanyak di Italia?

So, kept silent!!!! Kept silent! Kept silent!!!!

 

‘Showboll’ Untuk Grande Partita

 

Mantan pemain Juventus, Edgar Davids dan Fabio Cannavaro, akan datang ke Indonesia pada tanggal 24-25 Februari 2012. Mereka berdua menjadi bagian dari tim yang terdiri dari pemain-pemain kelas dunia yang akan unjuk gigi pada acara indor football atau di Amerika Selatan dikenal dengan istilah showbol.

Waaahhh…ada lagi istilah baru yang semakin menambah perbendaharaan kamus football saya 🙂

Showbol!! Olahraga mirip futsal, tapi jumlah pemainnya sama dengan sepak bola, mungkin karena niat awalnya hanya sebatas hiburan maka namanya ‘show’ball…sekedar mempertontonkan. Sehingga bisa dipastikan tak ada aksi tampar-tamparan pemain di lapangan atau adu mulut. Kan niat awalnya hanya memberikan tontonan atau hiburan 🙂

Sepertinya kedatangan (ex) pemain Juventus tersebut pas dengan Big Match di akhir pekan ini. Juventus Vs AC Milan. Kalau saja si Canna dan Davids mau ikut nonton bareng La Grande Partita tersebut, pasti cerita dari teman-teman JCI jadi lebih seru…. Apalagi jika tiga poin dibawa pulang ke Juventus Arena….. it’s verry great!!

Semoga saja showboll yang akan dilakoni oleh Canna & Davids plus La Grande Partita akhir pekan ini benar-benar bisa menjadi tontonan yang menghibur dengan hasil yang optimal….

 

Rempong Sekali Yaaaaaa

Jika melihat reaksi teman-teman yang sedang mempersiapkan kelulusan strata satunya, satu kata yang ada di pikiran saya “REMPONG”!!!

Saat hendak ujian TA (read: sidang) rempong ngurusin materi yang harus dipelajari. Rempong mikirin konsumsi yang akan disajikan untuk penguji. Rempong untuk membuat slide presntasinya. Aduuhhh…intinya repot alias rempong!

Setelah lulus sidang, rempong lagi mengejar dosen penguji untuk masalah revisi.

Terus ngurus surat bebas ini dan itu. bebas perpus, bebas laboratorium, bebas ruang baca jurusan, bebas spp, bebas IKOMA, Bebas TOEFL dan bebas lain-lainnya sungguh sangat REMPONG!!

Belum lagi masalah format buku TA beberapa pekan lalu membuat heboh teman-teman sedikit frustasi. Ngeprint berkali-kali. Menjilid berkali-kali. Menunggu berjam-jam dengan diiringi spot jantung.

Sekarang setelah semua prosedur menuju wisudah selesai, mereka tetap saja menunjukkan kerempongan. Mikirin baju yang akan digunakan untuk acara wisudah. Rempong banget deh kayaknya… mesti beli high heels, beli kebaya, beli jilbab, beli make up atau booking perias untuk mendandani di hari wisudah.

Ada salah satu teman saya yang sengaja menjahit baju untuk wisudah, tetapi setelah bajunya jadi dia malah marah-marah gara-gara model bajunya tak sesuai harapan. Nah lohh….. kalau sudah begitu mau bagaimana coba?

Hanya untuk sehari dengan waktu yang tak lebih dari enam jam saja repotnya luar biasa….. Ahhhhhhhhhhhh… Kenapa harus rempong….

I’m Also Crying

 

Untuk yang kesekian kalinya saya mendapatkan pertanyaan “Kamu gak pengen nangis ta, Mei? Gak ada bingung-bingungnya sama sekali” terlontar dari orang yang saya kenal.

Dan seperti biasa tanggapan saya hanyalah tersenyum. Apa lagi yang bisa saya lakukan selain tersenyum coba? Langsung meneteskan air mata di hadapan mereka? Buat apa?

Percayalah… setiap orang punya masalah. Setiap orang pasti mendapat ujian dariNya. Setiap orang pasti pernah bingung. Tapi setiap orang memiliki caranya sendiri untuk tetap bertahan dari masalah. Tidak semua orang yang meneteskan air mata adalah orang yang memiliki ujian terberat. Air mata bukan ukuran dari berat atau tidaknya suatu masalah.

Kalau kalian masih mengatakan “Aduuhhh…aku stres! Masalahku gak beres-beres“, itu artinya kalian masih normal karena orang stres tidak akan pernah menyadari dirinya stres. Mana ada orang gila yang tahu kalau ia gila? Tidak ada bukan?

Karena itulah, jangan terlalu cepat menilai ekspresi seseorang. Saya pernah merasa takut. Saya pernah kebingungan. Saya pernah galau. Saya pernah suntuk. Saya pun sering menangisi suatu masalah, tapi itu dulu…saat saya masih bau kencur. Saat saya masih tidak terlalu mengerti bahwa dunia jauh lebih kejam daripada sekedar dicuekin teman sekolah. Sekarang, setelah bau kencur itu berubah menjadi bau keringat, masa iya saya masih sering menangis hanya gara-gara masalah sepele?

Jujur deh…. saat didatangi masalah saya merasa sangat capek, terus kalau saya harus menangisi masalah tersebut capek saya jadi bertambah dong. Capek gara-gara menghadapi masalah plus capek gara-gara menangis. Double capek…..

So please, jangan lagi beranggapan bahwa menjadi saya sangat enak. Saya juga manusia yang punya kelenjar air mata dan membutuhkan penggantian sel-sel kelenjar air mata tersebut dengan cara menangis. 

Treat people the way you want to be treated, than take a look for your self. And try to be me, take my position just for a while. You will absolutely won’t hold for any longer. Trust me, it’s suffer!

 

Prisoner of RBB

Tidak ada kegiatan di kos berujung pada bermain-main di jurusan. Tidak ada urusan yang harus diselesaikan sebenarnya, tetapi karena bosan maka ajakan salah satu teman untuk main-main di kampus saya iyakan.

Ternyata oh ternyata…tak ada sosok di jurusan yang bisa saya ajak main. Sementara teman saya itu ada urusan dengan kelompok pecinta burungnya dan saya yang sama sekali tak punya kecintaan pada burung berakhir di Ruang Baca Jurusan. Bukan untuk membaca, melainkan memanfaatkan fasilitas internet gratis selagi saya masih punya hak untuk menggunakannya. Ngenet pake WiFi sih bisa, namun karena hari ini saya tak membawa leno beserta perangkatnya maka penelusuran dunia maya saya lakukan di ruang baca.

Membaca-baca berita online. Cari-cari info kerja. Liat status update di FB. Ngecek blog (pastinya). Setelah dua jam penuh, perut ini memerintahkan saya untuk menyuplai nutrisi. Singkatnya Lapar ;). Log Out semua pages. Matiin MP3. Buka earphone. Nyangklongin tas. Buka pintu….. Pintu gak mau kebuka…. Terkunci.

“Mbak, kok pintunya dikunci?”, tanya saya pada mbak Sara yang menjaga ruang baca ini.

tak ada jawaban…. Ketika saya melongok ke meja kerja mbak Sara, saya hanya menemukan setumpuk buku-buku TA dan textbook berbahasa asing. Tidak ada sosok mbak Sara. Artinya adalah si mbaknya sedang keluar sementara saya terkunci di ruang baca ini. Huuuaaaaaaa……………. 😦

Inilah kebiasaan petugas RBB yang baru, tak pernah mengusir mahasiswa yang sedang asik menggunakan komputer ataupun sekedar baca-baca jika ia hendak meninggalkan ruang baca untuk makan siang atau mendapat tugas dari dosen-dosen. Tidak diusir, tapi dikunciin dari luar! Bagus sih untuk mahasiswa yang memang butuh akses tanpa batas di ruang baca. Tapi gak buat saya sekarang… 😦

Lapar…Kebelet pipis…kedinginan karena suhu AC terlalu rendah dan saya tak tahu dimana mbak Sara menyimpan remote AC…. Penguncian yang sempurna!! i’m, the prisoner of RBB!

Stop Rasisme

Setelah heboh dengan ‘om Grandy’, kali ini ibu yang biasa bersih-bersih kosan heboh dengan rencana saya untuk sekamar dengan salah satu anak kos lain. Hampir setiap pagi rencana saya itu ‘didiskusikan’ dengan anak-anak kos lain.

Kenapa ya si ibu begitu perhatian pada saya?

“Ehh…itu loh…si Mei katanya mau sekamar dengan mbak Roma. Padahal kan mereka gak seiman”

“Aku gak ngerti kenapa mei mau sekamar sama mbak Roma”

“Kalian gak tanya kenapa mei mau sekamar dengan mbk Roma?”

Dan entah apa lagi kalimat yang terlontar dari tukang bersih-bersih kosan itu!

Terkait dengan perbedaan keyakinan antara saya dan calon teman sekamar saya, si ibu memang pernah menanyakannya secara langsung pada saya. Saat dia bertanya apakah saya mengetahui bahwa mbak Roma seorang nasrani, saya menjawab “Saya tahu”. Saat dia bertanya apakah saya tidak bermasalah dengan perbedaan keyakinan dengan calon teman sekamar, saya jawab “Tidak sama sekali”. Seharusnya setelah mendengarkan jawaban saya itu, tak perlulah diperbincangkan setiap saat ke seluruh penghuni kos. NGAPAIN SIH NGURUSIN URUSAN ORANG???????? 😦

Apa masalahnya kalau punya teman sekamar seorang nasrani? Saya sekamar bukan untuk pindah agama atau menyuruh teman saya pindah agama. Saya percaya akan Tuhan yang saya percayai dan dia percaya pada Tuhan yang dia percayai…. masalahnya dimana coba? Kalau misalnya si ibu-ibu itu pemain bola, pasti kena sangsi larangan main gara-gara melontarkan pernyataan yang berkaitan dengan RAS. Hari gini masih ngungkit-ngungkit RAS??

Rasanya ingin sekali tertawa saat mendengar kabar dari teman kos yang mengatakan bahwa si tukang bersih-bersih mengatakan bahwa saya bukan muslim yang taat. GLODAK!!!!!! Saya memang bukan muslim yang taat, tetapi setidaknya saya bukan muslim yang hobi mencampuri urusan orang lain. Saya memang bukan seorang muslim yang suci dari dosa, tapi bukan berarti saya tidak beriman. Saya memang bukan seorang muslim yang hafal seluruh isi Al-quran, tapi bukan berarti saya tidak yakin pada Tuhan saya.

Kalau sampai hari ini si ibu tetap menjadikan saya sebagai trending topicnya itu berarti si ibu benar-benar menyukai saya sehingga perhatiannya begitu besar….

Tapi sungguh deh, Buk… sebesar apapun rasa suka ibu pada saya, gak usah bawa-bawa masalah perbedaan agama, suku, warna kulit, derajat atau apapun sebagai bahan perbincangan karena tak ada  yang seragam di dunia ini!!! Lupakah pada semboyan Indonesia? Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tapi tetap satu!!!!