Mom Vs Kids


Pernahkan kalian merasa ‘membenci’ kehadiran seorang ibu? Kesal terhadap ibu? Jangan bilang tidak pernah! Pasti ada saat dimana seorang anak tidak menyukai keberadaan sang bunda. Ok, mungkin ‘membenci’ terlalu keras. Bagaimana jika ‘tidak sependapat’???

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar…ketika kita sedang tidur pulas lalu tiba-tiba ibu membangunkan untuk membantunya memasak atau membelikan sesuatu di warung…. Apa yang kalian rasakan? Kesal kan… Pasti kalian menggerutu “Uuhhh….. ibukk…aku masih ngantuk!!!”.

Lalu saat Beranjak remaja, Saat kalian hendak pergi kencan tetapi tidak mendapat restu bunda…. Rasanya bagaimana? Kesal to! Pasti ada adu argumen antara anak dan ibu dimana si anak tetap kekeuh untuk pergi kencan dengan berbagai alasan sedangkan ibu melarang dengan alasan si anak masih terlalu belia untuk mengenal istilah kencan.

Banyak hal lain yang kerap kali menjadi topik percekcokan ibu dan anak. Entah ibunya yang memang terlalu bawel atau si anak yang memang sangat bebal. Masalah makan, masalah sekolah, masalah teman, sampai masalah tidur pun pasti bisa menjadi sumber perkara antara ibu dan anak.

Sayapun begitu. Tidak jarang berselisih pendapat dengan Ibu. Tidak menyukai sikapnya atau perkataan beliau. Saat ibu menyuruh-nyuruh untuk melakukan ini dan itu, terkadang saya membatin “Please, Mom! Just leave it to me!”. Rasanya KESAL!!! Bahkan sesekali rasa kesal itu tidak bisa saya tahan sehingga saat itu saya tak hanya membatin, tetapi juga melantunkannya ;). Tapi jujur deh…. Setelah melontarkan amarah karena adu argumen dengan ibu rasanya sedikit menyesal. Ada perasaan aneh dan rasanya benar-benar tidak enak. Gimana ya ngomongnya.. pokoknya nyesel!!

Dari pengalaman sesekali melampiaskan kekesalan pada bunda, saya jadi tahu bahwa satu-satunya cara supaya saya tak harus menjadi ‘malin kundang’ adalah menjauh dari yang namanya ibu jika beliau sedang bad mood! 🙂

Tidak perlu ikut marah-marah. Tidak perlu ikut ngomel-ngomel. Tidak perlu ikut adu argumen karena sebenarnya perkara yang melibatkan ibu dan anak itu hanyalah masalah-masalah sepele. Masalah yang tidak penting untuk menjadi alasan pertikaian ibu dan anak! Masa iya gara-gara masalah makanan kita menjadi malin kundang?

Terus kalau tidak sengaja terjebak di dekat ibu yang tengah bad mood? Dengarkan saja! Just Listening!!! Tidak perlu ikut menjawab. Tidak perlu ikut berpidato. Tak perlu pula memasukkan omongan beliau ke dalam hati.

Namanya juga orang tua, khususnya orang tua yang lahir jauh sebelum abad 21….. 😉

Dan untuk ibu-ibu, tolonglah juga mengerti si anak. Yang harus menjadi pendengar tidak hanya anak, seorang ibupun perlu mendengar apa yang dikatakan anaknya. Bolehlah memberi saran, tetapi bukankah seorang anak juga akan memiliki kehidupannya sendiri. Saya percaya bahwa semua arahan, masukan, kritik, dan saran dari bunda adalah bentuk cinta pada anaknya. Namun terlalu banyak cinta malah akan membuat anak bingung bahkan mungkin tak akan pernah tahu bahwa ‘bawel’ itu adalah cinta.

Buat Mami; “Please, Mom!! Gak usah nyuruh-nyuruh Aku buat pindah kamar di dekat tangga itu!!! Aku Juventini,,,, Masa disuruh nempati kamar yang kasurnya pake seprei berlogo AC Milan??!!!! 😦 Just leave me alone, Mom

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s