Stop Rasisme


Setelah heboh dengan ‘om Grandy’, kali ini ibu yang biasa bersih-bersih kosan heboh dengan rencana saya untuk sekamar dengan salah satu anak kos lain. Hampir setiap pagi rencana saya itu ‘didiskusikan’ dengan anak-anak kos lain.

Kenapa ya si ibu begitu perhatian pada saya?

“Ehh…itu loh…si Mei katanya mau sekamar dengan mbak Roma. Padahal kan mereka gak seiman”

“Aku gak ngerti kenapa mei mau sekamar sama mbak Roma”

“Kalian gak tanya kenapa mei mau sekamar dengan mbk Roma?”

Dan entah apa lagi kalimat yang terlontar dari tukang bersih-bersih kosan itu!

Terkait dengan perbedaan keyakinan antara saya dan calon teman sekamar saya, si ibu memang pernah menanyakannya secara langsung pada saya. Saat dia bertanya apakah saya mengetahui bahwa mbak Roma seorang nasrani, saya menjawab “Saya tahu”. Saat dia bertanya apakah saya tidak bermasalah dengan perbedaan keyakinan dengan calon teman sekamar, saya jawab “Tidak sama sekali”. Seharusnya setelah mendengarkan jawaban saya itu, tak perlulah diperbincangkan setiap saat ke seluruh penghuni kos. NGAPAIN SIH NGURUSIN URUSAN ORANG???????? 😦

Apa masalahnya kalau punya teman sekamar seorang nasrani? Saya sekamar bukan untuk pindah agama atau menyuruh teman saya pindah agama. Saya percaya akan Tuhan yang saya percayai dan dia percaya pada Tuhan yang dia percayai…. masalahnya dimana coba? Kalau misalnya si ibu-ibu itu pemain bola, pasti kena sangsi larangan main gara-gara melontarkan pernyataan yang berkaitan dengan RAS. Hari gini masih ngungkit-ngungkit RAS??

Rasanya ingin sekali tertawa saat mendengar kabar dari teman kos yang mengatakan bahwa si tukang bersih-bersih mengatakan bahwa saya bukan muslim yang taat. GLODAK!!!!!! Saya memang bukan muslim yang taat, tetapi setidaknya saya bukan muslim yang hobi mencampuri urusan orang lain. Saya memang bukan seorang muslim yang suci dari dosa, tapi bukan berarti saya tidak beriman. Saya memang bukan seorang muslim yang hafal seluruh isi Al-quran, tapi bukan berarti saya tidak yakin pada Tuhan saya.

Kalau sampai hari ini si ibu tetap menjadikan saya sebagai trending topicnya itu berarti si ibu benar-benar menyukai saya sehingga perhatiannya begitu besar….

Tapi sungguh deh, Buk… sebesar apapun rasa suka ibu pada saya, gak usah bawa-bawa masalah perbedaan agama, suku, warna kulit, derajat atau apapun sebagai bahan perbincangan karena tak ada  yang seragam di dunia ini!!! Lupakah pada semboyan Indonesia? Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tapi tetap satu!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s