I’m Also Crying


 

Untuk yang kesekian kalinya saya mendapatkan pertanyaan “Kamu gak pengen nangis ta, Mei? Gak ada bingung-bingungnya sama sekali” terlontar dari orang yang saya kenal.

Dan seperti biasa tanggapan saya hanyalah tersenyum. Apa lagi yang bisa saya lakukan selain tersenyum coba? Langsung meneteskan air mata di hadapan mereka? Buat apa?

Percayalah… setiap orang punya masalah. Setiap orang pasti mendapat ujian dariNya. Setiap orang pasti pernah bingung. Tapi setiap orang memiliki caranya sendiri untuk tetap bertahan dari masalah. Tidak semua orang yang meneteskan air mata adalah orang yang memiliki ujian terberat. Air mata bukan ukuran dari berat atau tidaknya suatu masalah.

Kalau kalian masih mengatakan “Aduuhhh…aku stres! Masalahku gak beres-beres“, itu artinya kalian masih normal karena orang stres tidak akan pernah menyadari dirinya stres. Mana ada orang gila yang tahu kalau ia gila? Tidak ada bukan?

Karena itulah, jangan terlalu cepat menilai ekspresi seseorang. Saya pernah merasa takut. Saya pernah kebingungan. Saya pernah galau. Saya pernah suntuk. Saya pun sering menangisi suatu masalah, tapi itu dulu…saat saya masih bau kencur. Saat saya masih tidak terlalu mengerti bahwa dunia jauh lebih kejam daripada sekedar dicuekin teman sekolah. Sekarang, setelah bau kencur itu berubah menjadi bau keringat, masa iya saya masih sering menangis hanya gara-gara masalah sepele?

Jujur deh…. saat didatangi masalah saya merasa sangat capek, terus kalau saya harus menangisi masalah tersebut capek saya jadi bertambah dong. Capek gara-gara menghadapi masalah plus capek gara-gara menangis. Double capek…..

So please, jangan lagi beranggapan bahwa menjadi saya sangat enak. Saya juga manusia yang punya kelenjar air mata dan membutuhkan penggantian sel-sel kelenjar air mata tersebut dengan cara menangis. 

Treat people the way you want to be treated, than take a look for your self. And try to be me, take my position just for a while. You will absolutely won’t hold for any longer. Trust me, it’s suffer!

 

Advertisements

One comment on “I’m Also Crying

  1. hahahaha… enak ketawa mei.. ketawa sambil nangis ! jd meskipun nangis, otot wajah masih tetap kencang n g kriput. :p:p

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s