Mata Merah Ini Tak Mudah Menular, Kawan!


 

Dua hari tiga malam saya terserang ‘mata merah’. Lapisan yang melatarbelakangi bola mata atau bahasa pinternya konjungtiva terasa gatal dan berwarna merah. Akhirnya setelah selama ini, saya pun merasakan bagaimata rasanya mengalami iritasi mata.

Gak enak banget! Kalau hanya sekedar berwarna merah tidak apa-apa. Namun jika ditambah dengan rasa gatal dan sedikit perih saat mengedipkan mata plus keluar kotoran mata…. jadi sedikit rempong. Mlihat layar lepi pun jadi tidak nyaman. Jangankan layar lepi, layar ponsel saja terasa menyilaukan.

Sekarang ini sudah lumayanlah. Selain menggunakan kacamata saat keluar ruangan, mata ini saya tetesi dengan obat tetes mata. Sehari empat kali sebanyak 3 tetes. Atau saat mata saya terasa gatal sebanyak 1 tetes. Selain itu setiap pagi dan malam saya kompres mata ini dengan air hangat. Kalau obat tetes mata bertujuan untuk menghilangkan bakteri atau virus yang menginfeksi mata saya, kompresan air hangat ini berfungsi untuk mengurangi pembengkakn kelopak mata plus membersihkan kotoran-kotoran alias belek mata yang ada di bulu-bulu mata.

Hanya saja saya sedikit geli dengan paradigma masyarakat dan beberapa teman. Saat pertama kali mata saya menjadi merah, mereka semua langsung menutup mata. Mereka tidak mau melihat mata saya dengan alasan tidak mau tertular. Ahhh…. memangnya iritasi mata bisa menular hanya dengan sebuah pandangan? Tidak kawan!!

Sama halnya dengan HIV AIDS. Kita tidak akan tertular penyakit AIDS hanya karena menyentuh atau melihat si penderita.

Iritasi mata akan menular jika penderita mengucek-ngucek mata lalu tangan yang digunaan untuk mengucek mata tersebut bersentuhan dengan orang lain dimana kemudian secara tak sengaja ‘orang lain’ tersebut menyentuhkan tangan ke matanya. Begitulah cara menularnya penyakit iritasi mata. Kalau hanya sekedar melihat mata si penderita, mata merah tersebut tak akan serta merta menclok ke mata mereka yang melihat. Dan penggunaan kaca mata hitam, putih, ataupun berwarna seperti yan saya lakukan hanya sebagai perlindungan mata saya supaya tak terkena debu.

Percaya deh…. mata merah tidak akan menular hanya karena saling bertatapan!! Kalau sekarang ada seorang adik kos yang tertular penyakit saya (hahahahahaha 🙂 ) bukan karena kami bercengkrama semalaman, melainkan karena kemungkinan tangan saya yang mengucek-ngucek mata ini menyentuh tangannya.

Mata merah memang menular, tetapi tidak dengan cara yang kalian pikirkan…

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s