Sakit Bersama


Berniat pergi jauh dari sakit yang disebabkan tomcat, malah tersarang di rumah yang isinya manusia-manusia berpenyakit.

Adik saya mual gara-gara naik travel dengan sopir yang kata dia gak enak nyetir mobilnya. Kakak saya mual-mual gara-gara naik travel dengan sopir yang sama dengan sopir travel adik saya. Si Papi sakit kepala dan Mami memang sedang sakit. Saya sendiri sakit jiwa! Oh My God, serumah diisi oleh orang-orang sakit.

Semoga sistem imun saya masih bisa bertahan di antara penyakit-penyakit yang tengah bersarang di rumah ini. Sangat tidak seru jika cerita yang bisa saya buat berkisah tentang pesakitan di satu rumah!

Keluarga memang harus selalu bersama dalam suka atau duka. Tapi bukan berarti semua anggota keluarga harus sakit di waktu yang sama bukan? Hanya shalat berjama’ah yang menghasilkan pahala berlipat. Sedangkan sakit bersama cuma akan menceritakan sakit, tak lebih!

Come on, my sister….. Ngapain sih pake acara muntah-muntah? Gak asik deh kalian. Kalau begini saya jadi malas mengajak kalian berdua pergi-pergi…..And, Get well soon, Mom….

Advertisements

One comment on “Sakit Bersama

  1. suka caramu menulis, me..
    sederhana, jujur, dan mengalir… ^^
    keep writing ya…

    btw2, congratulation for the graduation..
    semoga ilmunya barokah 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s