Mengirimkan Lamaran Kerja Ala Saya


Model melamar pekerjaan di zaman ini sungguh bervariasi. Mulai dari via pos, via email, sampai via Facebook. Dari semua media penyalur lamaran tersebut, email adalah favorit saya. Mau tahu kenapa?

Alasan pertama karena menghemat biaya pengiriman. Saya seorang jobseeker yang tak memiliki penghasilan tetap, jadi harus benar-benar perhitungan terhadap rupiah yang harus saya keluarkan. Mengirimkan surat lamaran tidak sekali atau dua kali lalu bisa langsung diterima sebagai seorang pekerja (kecuali memang rezeki Tuhan). Kalau misalnya surat lamaran yang berkali-kali itu harus dilayangkan via pos atau jasa titipan kilat, berapa coba biayanya? Anggaplah saya mengirimkan surat lamaran tersebut ke Ibukota dari Surabaya, satu kali kirim saya harus mengeluarkan Rp 10.000 – 15.000. Kalau 10 kali?? UUuhhh…. mahal beuudd ;)Sedangkan via email, saya hanya butuh modal untuk mengisi paket pulsa modem yang bisa digunakan selama satu bulan. Kalau kebetulan sedang tidak ada pulsa modem, meluncur saja ke warnet. Cukup dengan 5000 rupiah saya bisa mengirimkan beberapa lamaran plus searching-searching lamaran lain plus main-main di dunia maya selama dua jam.

Jadilah via email adalah alternatif untuk menawarkan diri sebagai pekerja ke tempat-tempat yang membutuhkan tambahan sumber daya manusia.

Selain hemat, mengirimkan lamaran via email juga efisien. Nyampenya (relatif) lebih cepat dari pada via pos. Hanya tinggal membuka account email saya lalu mengklik ‘Tulis Pesan’ lalu mengetikkan resume di badan emailnya dan melampirkan file-file yang disyaratkan di menu ‘attachment’. And than, send email! Kalau koneksi internet sedang sangat lelet bin lemot, maksimal email tersebut akan sampai ke account perusahan sehari kemudian. Tapi itu kalau internet sedang tidak normal dan si pengirim berada di dalam hutan belantara (jangankan nyampe, terkirim saja sudah luar biasa 😉 ).

Persyaratan-persyaratan yang biasa diminta seperti copy identitas diri atau ijazah pendidikan terakhir, tak perlu di copy dong. Cukup di scan, kawan. Atau seperti cara saya yang  jobseeker tanpa penghasilan tetap, memotret segala file yang disyaratkan. Beneran loh ini. Ijazah, KTP, Transkrip, Sertifikat, dan semua persyaratan saya potret. Buat apa di scan jika saya bisa memotretnya? Atau mungkin lebih tepatnya karena saya punya kamera, bukan scanner. Lagipula formatnya sama-sama JPEG 😉 Dan tetap, ujung-ujungnya IRIT 🙂

Yang penting lagi dari mengirimkan lamaran via email adalah mengurangi tumpukan kertas tak terpakai di calon kantor atau perusahan yang saya taksir. Kalau via email, pesan yang sudah tak dibutuhkan tinggal dihapus tanpa membuat tumpukan surat berdebu. Lebih menguntungkan juga untuk perusahaan. Dan secara tidak langsung, mengirimkan lamaran via email sangat mengurangi pemakaian kertas dengan begitu sedikit mengurangi penebangan pohon yang kemudian mengurangi pengaruh negatif global warming…. Sedikit membantu keselamatan Bumi yang di ujung tanduk 😉

Tapi terserah individu masing-masing lah mau melamarkan dirinya via apa… It’s just  my choice 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s