Stop Sotoy


 

Kemarin orang-orang di sekitar rumah mulai menggosipkan penyakit yang diderita Ibu saya. Berbagai komentar dan argumentasi yang sebagian besar agak sotoy terlontar dari mereka yang memang kurang mengerti.

Ada yang mengatakan bahwa Mami sudah tidak bisa beraktivitas normal sejak dua tahun lalu karena kemoterapi yang dijalani. Ini Sotoy!

Ada pula yang mengatakan bahwa kesehatan Mami mulai membaik setelah melakukan kemoterapi. Sotoy lagi.

Dan terakhir ada argumen yang mengatakan bahwa penyakit yang diderita Mami tidak bisa dicegah. Sotoy juga.

Semua yang komentar sotoy dari tetangga dan saudara-saudara jauh itu, membuat saya sangat gemas. Geregetan. Pengen nonjok mereka satu-persatu, tapi tak bisa saya lakukan karena saya takut ditonjok balik.

Kata kakak saya “Sudah biarin aja. Kalo kita ngelarang-larang mereka diskusi dan ngejelasin yang bener mereka gak punya kerjaan. Kan kasian kalo gak ada kerjaan”

uuhh… tapi tetap dong, harus diklarifikasi. Mami tidak pernah melakukan yang namanya kemoterapi setelah melakukan operasi dua tahun lalu. Maunya sih kemo, tetapi karena saat itu si dokter hendak melakukan study ke negeri sakura maka kemoterapi yang direncanakan tak bisa dilakukan. So, pake pengobatan herbal saudara-saudara!

Terapi herbal daun sirsak rutin dilakukan Mami. Beneran deh… efek rebusan daun sirsak itu benar-benar terlihat. Sebulan pasca operasi, Mami telah bepergian kemana-mana. Jogja pun sempat disinggahinya. Semua aktivitas yang sempat Mami lakukan itu karena si daun sirsak. Dokter memang tak pernah menyarankan untuk meminum rebusan daun sirsak, tetapi pengetahuan tak bisa disembunyikan dari orang-orang yang ingin tahu bukan?

Jangan harap mendapatkan resep daun sirsak dari dokter jika salah satu diantara kalian divonis kanker. Si dokter bisa di hajar apoteker-apoteker karena obatnya tak laku 🙂

Percaya deh, daun sirsak itu memiliki khasiat mumpuni untuk mengenyahkan yang namanya sel kanker. Cukup ambil 10 lembar daunnya lalu direbus dengan tiga gelas air mineral. Selanjutnya air rebusan diseduh hingga bersisa satu gelas (gelas belimbing). Segelas rebusan daun sirsak itulah yang diminum sebanyak 3 kali sehari bagi penderita atau sehari sekali untuk pencegahan.

Kalau ditanya rasanya seperti apa, tidak ada rasanya. Seperti minum air putih.

Kalau ditanya apakah bisa 100% sembuh? Kalau kita yakin, insya Allah sembuh. Jika berkaca pada Mami yang tidak sembuh, mungkin karena beliau hanya meminum air daun sirsak tersebut beberapa bulan setelah operasi. Atau tidak rutin meminumnya. Di sinilah kesalahannya…. bagi penderita seharusnya terapi daun sirsak ini dilakukan rutin. Setiap hari. Selama hidup yang Tuhan beri. Tak boleh dihentikan meskipun merasa tubuh berada pada kondisi fit.

Tapi sih…yang namanya kematian hanya Tuhan yang tahu… Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Tapi setidaknya ada cara untuk tetap menjaga kualitas hidup penderita kanker. Tak perlu repot-repot kemoterapi, cukup dengan merebus daun sirsak. Kalau tidak memiliki pohonnya, saat ini di supermarket telah banyak di jual daun sirsak kering yang khasiatnya juga sama dengan daun sirsak segar.

Kanker bisa dicegah. Bisa pula disembuhkan jika Tuhan memang berkehendak menyembuhkan. Jadi, tak ada yang tidak mungkin. Daripada melakukan diskusi sok tahu bin sotoy, tanya saja pada mbah gugel atau mereka yang kalian anggap tahu! 😉

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s