Mimpi Mereka & Mimpi Saya


 

Adik saya bercerita bahwa ia bermimpi tentang Mami. Kakak saya juga mengatakan bahwa setiap malam ia selalu memimpikan Mami. Mereka berdua bermimpi mendatangi suatu tempat dengan Mami dimana mereka semua terlihat bahagia. Di dalam mimpi Intan, Mami menyuruhnya untuk hidup bahagia.

Setelah menceritakan hal itu, Intan menanyakan apakah saya pernah memimpikan hal serupa dengannya? Dia meminta saya untuk menjawab jujur. Bahkan sedikit memaksa dan mendesak, mungkin karena ia tahu bahwa saya tak suka membicarakan perkara perasaan terhadap siapapun. Jawaban saya adalah “Tidak”. Tidak pernah sekalipun saya bermimpi tentang Mami. Tidak pernah memunculkan Mami sebagai mimpi saya.

Yang ada dipikirannya pasti saya tidak waras. Atau mungkin dia berfikir bahwa saya tidak merasa kehilangan. Tidak merindukan keberadaan Mami. Dia pun mungkin berfikir bahwa Mami tidak mengangaap saya sehingga tak mau mengunjungi saya melalui mimpi. Sesaat, fikiran itu sempat ada di dalam kepala saya. Namun kemudian saya menyadari bahwa bukan itu alasannya.

Bagi saya, mimpi itu adalah masa depan. Mimpi itu adalah cita-cita yang harus diraih dengan sungguh-sungguh. Dan saya selalu berpegang teguh bahwa mimpi untuk sebuah masa depan harus masuk akal. Bagaimana mungkin saya bisa menjadikan Mami sebagai mimpi saya? Sehebat apapun cara orang meraih mimpi, tak satu pun yang mimpinya menghidupkan kembali manusia yang telah tiada. Seseorang yang telah meninggal tak bisa lagi dibangkitkan. Memangnya hidup saya seperti sinetron stripping tanah air? Tiba-tiba saja memunculkan tokoh yang di awal episode diceritakan telah meninggal. Tidak masuk akal. Karena itulah, tidak ada Mami di setiap mimpi saya.

Jika Mami tak mau menjenguk saya melalui mimpi, saya anggap beliau percaya bahwa saya bisa bertahan untuk hidup yang saya miliki. Ketidakhadiran Mami sebagai bunga tidur, saya anggap sebagai caranya mempercayai bahwa saya bisa bahagia dengan hidup yang saya jalani saat ini. Dan bagi saya, itu adalah kebanggaan tersendiri.

Tidak perlu merasa iri pada adik atau kakak saya yang dikunjungi Mami di setiap mimpi mereka karena bagi saya Mami selalu ada di setiap jalan pikiran saya. Mereka yang mencintai kita, tidak akan pernah pergi dari sisi kita. Tidak akan pernah jauh dari langkah kita. Bukankah ada istilah ‘jauh di mata dekat di hati’ 😉

P.S: Dear Mom, i’m fine. Just trust me 🙂

 

Advertisements

3 comments on “Mimpi Mereka & Mimpi Saya

  1. My brother suggested I may like this website. He was once totally right. This post actually made my day. You cann’t believe just how much time I had spent for this info! Thanks!

  2. Hello There. I found your blog using msn. This is an extremely well written article. I will make sure to bookmark it and come back to read more of your useful information. Thanks for the post. I’ll certainly return.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s