Pasundan, ‘Sebuah Toserba’


Untuk pengalaman pertama, akhirnya Saya meluncur ke daerah istimewa Yogyakarta dengan kereta ekonomi. Agak rikuh dan deg-deg kan… maklumlah,pengalaman pertama. Ditambah dengan tak adanya fasilitas AC di dalam kereta, saya menganggap akan ada banyak asap yang mengepul dari ujung beberapa penumpangnya.

Karena merupakan orang baru di gerbong pasundan maka persiapan yang saya lakukan adalah TIDUR ๐Ÿ™‚ dengan alasan tak ingin melihat mereka yang aktif menyulut lintingan Nicotiana tabacum. ..

Sayang…. rencana untuk tidur selama perjalanan hanya sekedar rencana. Mata saya hanya bisa terpejam beberapa menit sekali..kalo kata orang ‘bobok-bobok ayam’ ๐Ÿ˜‰ Gimana bisa tidur jika setiap beberapa menit sekali ada saja orang yang menjajakan dagangannya. Beneran loh… sangat ajaib saat saya melihat berbagai barang dijajakan di atas kereta yang akan menempuh perjalanan tak kurang dari 14 jam (Surabaya – Bandung).

Kalau hanya pengamen, biasa.ย  Pedagang minum,standar. Permen, tissue & rokok, juga wajar.

Tapi ada loh yang jual asesoris cewek. Tak hanya satu dua jenis, tetapi bermacam-macam seperti orang berjualan di pasar. Dagangannya digantungkan pada gantungan besi berbentuk lingkaran yang bisa diputar-putar. Mirip dengan orang yang jualan keliling kampung atau komplek perumahan.

Ada pula yang menjual sepatu dan sandal….mulai dari sandal jepit sampai sandal yang kata penjualnya bisa menyehatkan kaki. Terus banyak ibu-ibu menjajakan baju atau sekedar kaos-kaos oblong. Belum lagi mereka yang menjual buku-buku..mulai buku resep hingga buku cerita bergambar untuk anak-anak bisa saya temukan di atas gerbong tersebut. Mau alat tulis juga ada loh.

Bingung mencari peralatan memasak? Coba saja kunjungi toko Pasundan. Ada entong,garpu,penggorengan, parutan kelapa,parutan bawang,parutan keju, sampai pisau pun bisa didapatkan di sana. Bagi yang hoby ngotak-ngatik alat-alat elektronik, disediakan pula seperangkat obeng yang harus dibayar tunai ๐Ÿ˜‰

Ada korek api,ada nasi, dan ada wafer gerry…lengkap coy!!

Buah-buahan segar juga tersaji di etalase alakadarnya di gerbong ini. Melon ok,semangka boleh,nanas bisa,pisangpun ada. Semua buah telah dikemas serapi mungkin dan ditata seelok yang mereka bisa…yaaa namanya juga kemasan ekonomis.

Kalau kebingungan mencari kado untuk seseorang, ada beberapa pedagang sovenir yang berlalu lalang. Boneka ada,hiasan dinding seperti kaligrafi ada, handicraft dari kayu-kayuan juga ada. Tinggal pilih saja sesuai selera.

Hanya itu? Ohhh… ada penjual pulsa juga loh! Serius! Baru kali ini saya menemukan orang jualan pulsa di atas kendaraan umum ๐Ÿ™‚

Untuk perokoknya,,,saya berterimakasih kepada mas-mas dan bapak-bapak kawan sebangku saya di perjalanan yang tidak menyemburkan zat tar seenak jidatnya di depan wajah saya. Mereka memang masih merokok,tetapi setidaknya melakukan aktivitas tersebut di luar jangkauan indra penciuman saya ๐Ÿ˜‰

Kalau saja saya berkeras meluncur dengan gerbong ber AC,mungkin saya tak akan pernah tahu bahwa ada toserba yang bernama Pasundan ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s