Tentang Seorang Bos


 

Teringat akan kata-kata salah satu pembimbing saya; “Gimana sih ‘mbok’ mu itu! Tanggung jawab dia ke kamu itu lebih besar, tapi kok gak datang di acara sepenting ini. Bayarannya juga beda!”

Itulah salah satu karakter seorang atasan atau bos atau senior yang kerap kali saya ketahui akhir-akhir ini.

Banyak orang ingin menjadi bos daripada kacung. Banyak orang mengincar jabatan sebagai general manager dibandingkan karyawan biasa. Bahkan orang akan lebih memilih jendral dibandingkan kopral.

Alasannya tentu saja karena prestise.

Menjadi bos itu enak. Pendapatannya jauh lebih tinggi daripada kacung. Bisa menyuruh apapun yang ia suka pada bawahannya. Sementara si kacung kelimpungan mengerjakan tugasnya yang berjibun.

Menjadi general manager itu lebih keren. Pakai jas bermerek plus sepatu kulit asli Italia. Makan di kapal-kapal pesiar. Plesir ke luar negeri setiap saat. Sedangkan karyawannya sibuk di belakang meja sembari berteman dengan PC tak kurang dari 7 jam.

Siapa pula yang mau memilih seorang kopral jika berkesempatan langsung menjadi jendral?

Tapi masalahnya, bos-bos dan senior jaman sekarang ini sedikit tidak beres! Mereka seolah-olah bersikap;

Ehh… Guwa ini bos! Guwa senior! Suka-suka guwa dong mau ngapain! Nih ada tugas buat lo… guwa gak sempet ngerjain karena sibuk! Guwa sibuk twiteran!! Kenapa? Masalah buat lo??

Uhhh…. menurut saya bos yang seperti itu adalah bosok!

Mentang-mentang atasan, lalu seenaknya memberikan pekerjaan pada karyawannya? Mentang-mentang senior, jadi boleh bersikap kasar pada junior? Dan apa karena seseorang menjadi pimpinan maka ia bisa datang dan pulang kantor sesuka hatinya?! Ada lagi sikap konyol seorang senior yang saya dengar dari salah satu teman…. si senior iri pada tugas junior yang katanya jauh lebih mudah.

Yang namanya bos, senior, atau atasan, Tugas dan tanggung jawabnya pastilah lebih besar dari bawahan. Kalau memang merasa iri dengan pekerjaan juniornya, balik aja lagi kerja jadi junior. Bukankah semua ada porsinya? Tugas senior jauh lebih berat, tetapi bukankah telah diganjar dengan gaji yang lebih besar daripada junior? Masa mau kerjaan junior dengan gaji senior?

Dan yang namanya atasan harusnya memberikan contoh baik. Bukannya datang ke kantor jam 12 siang lalu pulang jam 2 siang! Bos macam apa itu?! Kecuali memang ada tugas atau pekerjaan yang harus dilakukan di luar kantor, bertemu klien misalnya, bolehlah datang ke kantor saat jam makan siang. Kalau perkaranya tak berhubungan dengan urusan pekerjaan, harusnya tak ada maaf untuk bos yang seperti itu.

Menjadi bos bukan berarti lebih hebat daripada siapapun. Tidak berarti dengan gampangnya menyerahkan tanggung jawabnya pada bawahan. Tidak sepantasnya juga seorang bos bersikap tak ramah terhadap karyawan yang telah menyelesaikan pekerjaannya, sementara pekerjaan si bos masih menggunung. Memangnya siapa yang salah jika bos direpotkan dengan tugasnya yang menggunung sementara bawahannya sedang makan malam bersama karena tak ada lagi tugas yang harus dikerjakan?

Percaya deh… semua jenjang pekerjaan itu ada manis dan pahitnya. Tinggal bagaimana kita menyikapi pekerjaan yang kita terima. Untuk merasakan sesuatu yang prestisius tak melulu hanya menjadi atasan atau bos. Memang benar jika menjadi pimpinan itu jauh lebih terpandang karena memiliki pendapatan yang tinggi. Tapi kalau si pimpinan tak becus dalam bekerja, apanya yang mau dipandang?

Menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Itulah yang paling penting. Tak perlu iri-irian dengan tugas orang karena hal itu malah akan membuat tugas sendiri terlupakan. Tak perlu sok menginspeksi pekerjaan orang, karena belum tentu pekerjaan sendiri lebih baik dari lainnya.

Just take your responsibility and than you’ll be happy with your job! 🙂

 

Advertisements

3 comments on “Tentang Seorang Bos

  1. Great blog here! Also your website loads up very fast! What host are you using? Can I get your affiliate link to your host? I wish my website loaded up as quickly as yours lol

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s