Not Recomended Rujak in Surabaya


 

Salah satu makanan tradisional yang saya sukai adalah rujak cingur, bahkan bisa dibilang sangat saya sukai. Kemanapun saya pergi jika menemukan lapak rujak cingur, maka saya selalu mengusahakan diri untuk singgah ke lapak tersebut untuk merasakan si rujak. Selain itu bisa saya jadikan referensi jika memang rasanya ajib… kalau rasanya biasa saja, saya anggap sebagai pengetahuan bahwa rujak di tempat tersebut kurang maknyosss!

Dan malam ini saya mendapatkan pengetahuan bahwa lapak rujak cingur di area lapangan KODAM Surabaya tidak saya rekomendasikan sebagai rujak cingur yang ajib!

Porsinya gede… Banyak banget! Rasanya  biasa saja. Penjualnya kurang ajar!

Harga sepiringnya memang standar rujak cingur… hanya 10 ribu IDR, tetapi caranya menjual itu sama sekali tak saya sukai.

Ceritanya saat si ibu memberikan rujak cingur yang saya & Chaca pesan, dia juga menyerahkan empat bungkus kerupuk pada kami. Karena merasa tidak memesan, saya bertanya

Bu, ini kerupuknya gratis?”

Si ibu mengangguk. Lalu Chaca kembali menanyakan hal yang sama pada si ibu dan jawabannya adalah “Iya, Nak. Gratis kok”

Lalu…. siapa sih yang gak mau sama gratisan? Kambing hidup gratis saja saya mau, apalagi kerupuk yang siap makan 😉

Saat membayar ternyata kerupuk yang telah kami lumat itu masuk dalam hitungan bill yang harus kami bayar…. Chaca, tentu saja langsung melakukan kroscek pada si ibu

Chaca : “Loh buk…kan kerupuknya gratis

Ibu : “Kabeh yo mbayar mbak… Endi ono’ gratisan?

Terus tadi sewaktu kami bertanya apakah kerupuk ini gratis atau tidak… kenapa jawabannya ‘iya’??!!!

Harga kerupuknya memang tidak sampai 500 ribu IDR, tetapi cara ibunya itu loh yang membuat kami kesal! Hiiii….Kalau memang tak gratis, bilang saja dari awal! Kalaupun tak gratis, kemungkinan kami membelinya juga ada karena rujak tanpa kerupuk itu kurang okay! Kalau caranya seperti si Ibu itu, boleh dong jika saya merasa tertipu?!!

Sungguh sikap yang tidak terpuji dari seseorang yang mencari rezeki melalui berdagang. Di dalam kitab suci keyakinan saya memang disebutkan bahwa Tuhan paling banyak melimpahkan rezekinya di area jual beli atau berdagang… Tetapi saya yakin bahwa cara berdagangnya tidak dengan tipu muslihat! Buat saya, si Ibu sudah menjadi nila setitik di hari jadi kota Surabaya….

P.S: lapak rujak terbaik di kota ini tetap di kawasan Mulyosari! porsi besar, rasa okay, penjual jujur!

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s