Surabaya oh Surabaya

Tidak tahu apa-apa tiba-tiba saja seoranag ibu mendatangi saya yang sedang sibuk mengotak-ngatik naskah sembari berkata setangah teriak;

mbak…ini gimana sih. Kok tulisannya jadi Luar Kota. Tadi anakku nulisnya Dalam Kota loh

Karena saya memang tidak mengerti maksud si Ibu maka saya katakan saja;

Maksud Ibu apa ya? Saya gak ngerti

Dan mendengar perkataan saya itu mungkin membuat si ibu menjadi semakin murka sehingga iapun berkata sembari menyodorkan selembar kertas kepada saya

“Ini loh mbak…liatin yang bener! Ini Anak saya mau daftar SMA. Tadi daftarnya lewat internet. Trus formulirnya ini loh kok tiba-tiba tulisannya ‘Luar Kota’ coba? Padahal tadi dia ngetik ‘Dalam Kota’. Mbak apakan kok bisa berubah?!”

Ya Tuhan….. saya menjadi tertuduh tanpa mengetahui penyebabnya. Tiba-tiba saja semuanya menjadi salah saya!

Lalu saya mencoba bertanya dengan sabar,

“Maaf Bu, saya gak ngapain-ngapain. File itu dicetaknya langsung dari koneksi internet. Kalau misalnya ada yang error bukan karena saya ngerubah, tapi memang dari jaringan webnya yang gangguan

Entah si ibu paham apa yang saya katakan atau tidak, yang jelas saya sudah berusaha dengan sangat kuat untuk menuturkan kalimat yang paling awam tentang koneksi internet. Tak perlu membawa-bawa IP Protocol atau menjelaskan topologi jaringan (network). Meskipun saya merasa tolol saat mengatakannya, tetapi setidaknya perkataan tersebut bisa sedikit menurunkan emosi si ibu.

Ibu: “Terus anakku gimana mbak. Ini loh mbak gak diterima sama sekolah gara-gara cetakannya ini gak sama dengan identitas aslinya

Saya pun kembali terdiam sembari mencari-cari kalimat yang pas yang bisa saya berikan pada ibunya

  1. URUSANMU KARO ANAKMU BUK!!!
  2. EMANG SALAH GUWE? EHHH…ITU SIH EMANG SITUSNYA YANG GAK BENER!
  3. PLIS DEH BUK….MANA SAYA TAHU

Dan dari ketiga opsi tersebut, yang keluar dari bibir saya adalah seutas senyum kecut.  Saya benar-benar tak paham masalah yang dihadapi ibu dan anak ini. Yang saya tahu adalah mereka sedang berusaha mengikuti perkembangan teknologi yang sudah berlaku di dunia pendidikan kota Surabaya. Jadi ceritanya anak-anak sekolah di Surabaya, saat ini sedang heboh dengan pendaftaran sekolah online. Mulai dari pendaftaran SD hingga tingkat SMA/SMK dan sederajat mendaftarnya via internet. Lalu setelah mendaftar, bukti pendaftaran online dicetak untuk diberikan pada sekolah yang didaftar.

si Ibu yang marah-marah itu merasa anaknya sudah melakukan sesuatu yang benar dan menyalahkan saya sebagai penanngung jawab jaringan internet di warung ini karena data antara yang dicetak dengan yang diketik tidak sama.

Tahu gak sih mbak…ini datanya di sekolahnya juga Luar Kota. jadi Tolong lah gimana caranya mbak prinkan lagi yang tulisannya Dalam Kota!”

Bagus! salahkan saja saya! >.<

Memangnya saya tahu bagaimana prosedur pendaftaran yang mereka lakukan? Saya tak punya pin UAN, tak punya pasword untuk mendaftar pula. Bagaimana bisa saya dijadikan tersangka pada kasus salah cetak ini?

Beliau pun mengatakan bahwa saya harusnya tahu bagaimana melihat siswa yang telah diterima atau tidak. Hello…yang mau sekolah siapa????

Lama-lama kesal juga kalau tiap hari ada saja kebodohan intelektual yang harus saya hadapi. Si Ibu terus saja berkicau. Menyalahkan saya yang tak hati-hati saat mengeprint sehingga tulisannya berbeda.

YA TUHAN…BISAKAH MERUBAH TULISAN YANG SEDANG DIPRINT DIMANA SI FILE BERBENTUK JPEG?!!! DASAR GILAAAA!!!!

Bukti lagi bahwa masih banyak orang ‘kota’ Surabaya yang tak paham benar bagaimana kerja koneksi internet. Sebagian dari mereka maunya ke warnet dan terima beres, tanpa pernah tahu bahwa untuk menyusuri dunia maya juga butuh skill. Kalau memang tak bisa, kenapa tak tutup mulut saja? Tak perlu memahari saya seakan-akan saya yang menyebabkan kekacauan jaringan internet untuk pendaftaran sekolah!

😦

Untuk masalah kesalahan cetakan yang dikeluhkan si ibu, saya memang telah memperbaiki kesalahan yang dimaksud. Untung saja file asli yang berbentuk JPEG itu belum saya hapus sehingga kalimat “Luar Kota” nya bisa saya rubah menjadi “Dalam Kota”. Tapi masalahnya adalah apakah data pendaftar yang telah tersimpan di sekolah tujuan juga ikut berubah menjadi “Dalam Kota” setelah saya melakukan sedikit perubahan pada file yang kebetulan tersimpan di folder kerja  saya?!!! 

Surabaya yang aneh

Advertisements

Bye Bye Germany

Poto Buat Poster

1st Goal

Niat Buka Baju, Nih… 🙂

UUUUhhhhh….Masukj Gak Ya???

Gak Masuk Dong…Ada Pirlo Dong!!!

Inilah Kemelut itu, Kawan!!! Cuma spot jantung sesaat 😉

2nd Goal

Wkwkwkwkwkwkwkwkwk…Beneran Buka Baju nihhhhhh 🙂

Nasehat Kapten Untuk Marchisio (“Jangan Buang-Buang Peluang Lagi ya, nak!!!”)

Duuuhhhh….Cupcupcup…..

Klose Says: “Congrats, Gigi”, Gigi Says:”Ati-ati di jalan, bro” 😉

 

Nonbar di Tempat Lawan, It’s Okay!

Awalnya hanya sekedar celetukan nonton bareng Miss. Mbadok, tetapi ternyata niatan itu terwujud di dini hari tadi. Setelah mereka menyelesaikan urusan sekolahnya yang tak rampung-rampung, kamipun meluncur ke area nobar. 

Tujuan jelas, di salah satu resto siap saji yang terkenal di negeri ini, KFC! 

Sesampainya di tempat, saya merasa ada yang tak beres dengan area nobar. Tak beresnya adalah mayoritas penonton menggunakan jersey putih dengan lambang bendera yang berwarna orange kunging hitam. MasyaAllah…. nobarnya bareng musuh nih….. bagaimana jika hanya kami berempat yang berteriak-teriak saat gol terjadi di kubu Azzurri?

OMG…..lalu kami menoleh ke gedung sebelah tempat dimana resto siap saji lainnya berdiri, McD! Saya melihat jersey yang sudah sangat saya kenal. Hitam Putih! manusia-manusia di resto sebelah sudah pasti bukan pendukung tim lawan. Akhirnya, berpindahlah tempat nobar. Melangkahlah kami ke McD sebelah….. dari luarpun terlihat bahwa masih banyak kursi kosong untuk menonton pertandingan. 

Sayang, sesampainya di dalam ketika kami hendak menduduki bangku kosong yang mengarah ke layar…. seseorang mengatakan bahwa bangku tersebut berpenghuni. DAMN! Sesama pendukung Azzurri memang, tetapi tak ada tempat untuk kami yang memang datang 10 menit sebelum kick off.

Fiiuuhhh…terpaksa…daripada tak bisa nonton…kembalilah kami ke tujuan semula. Masuk lagi ke kandang musuh! Nobar bersama mayoritas pendukung Der Panzer. Karena kami adalah suporter minoritas yang datang terlambat maka tempat duduk yang kami singgahipun tergolong minor. Tak bisa melihat dari layar proyektor layaknya nonton bareng, tetapi melalui TV 30” yang memang terpasang di resto tersebut. Yahhhh….agak kurang puas memang….masa nonton di luar tapi melalui layar televisi? kurang afdol rasanya…tapi mau bagaimana lagi… salah kami yang memang terlambat datang ke tempat nobar!

Tapi tetap dong…RAME! Walaupun minoritas…walaupun nontonnya bareng bocah-bocah SMP yang banyak omong…dan walaupun salah satu diantara kami berteriak histeris ketika layar TV menampilkan tayangan ulang terjadinya gol si balotelli (GOBLOK!) dan walaupun nonton di tempat musuh…tetap saja menyenangkan karena Italy berhasil melompati Germany! Dan dejavu 2006 itu kembali terulang!

So, I wish the best for final! Forza Azzurri!!!!!! 🙂

Newbie-babon-Sendu (Pose saat HT)

Kostum Saya tetap I Bianconerri Dong 🙂

Ciao, Espagna!

See…. Italia bisa membabat Der Panzer! 

Dua gol yang dilesakkan Ballotelli di babak pertama mejadi bukti bahwa Azzurri lebih hebat dari pasukan Nazi! Mesut Ozil memang kreator yang membuat Jerman meraih poin sempurna di babak penyisihan dan menjadi kandidat kuat juara EURO tahun ini, tapi Italy punya skuad yang sangat hebat untuk bisa menjungkalkan satu-satunya tim Eropa Barat yang tersisa!

Bahkan belas kasih wasit terhadap Germany di dua menit terakhir injury time pun tak mampu menghentikan langkah JuveTalia untuk berjumpa dengan Spanyol di babak pamungkas. Walaupun satu pinalty Ozil meluncur ke gawang Gigi Buffon, Italia tetap pemenangnya. Final, bung!

Kalau saja Marchisio tak membuang peluang emas yang dimilikinya mungkin Italia bisa menang lebih dari dua gol. Setidaknya ada dua peluang emas Marchisio yang sampai membuat sang kapten, Gigi, meneriakkan namanya untuk memberikan perintah…mungkin supaya Il Principe bisa bermain lebih fokus sehingga tak menyia-nyiakan kesempatan untuk merobek jala lawan. Sudahlah…tak perlu berandai-andai…

Sekarang saatnya bersiap-siap menyambut laga final! Dua tim terbaik Eropa Selatan akan bertarung di partai puncak EURO 2012. Italy vs Spain! Sesama penghuni grup C di fase penyisihan. Runner up vs Pemuncak Klasemen. 

Takut?? Gak lah!!! jerman saja bisa dibabat, kenapa tidak dengan Spanyol???

paul si Gurita telah tiada, tak ada lagi yang bisa meramalkan juara untuk Spain. Bahkan ramalan gajah sekalipun tak akan bisa memastikan kemenangan untuk Spanyol! Saya hanya melihat biru… Azzurri dong juaranya!!! 

Jika di babak penyisihan kedua tim berbagi angka, maka tak ada pembagian di partai final! Italia harus menang! Pasti menang! 🙂

Hai Spain…hati-hati ya…. Italy is back!

Saya

Yang saya dengar, saya lupa

Yang saya lihat, saya ingat

Yang saya kerjakan, saya pahami

Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat,

Yang saya dengar, lihat, dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami

Dari yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan.

Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai.

(Konfusius)

Soal Gamers

Sekarang ini musimnya liburan anak sekolah. Banyak yang memanfaatkannya untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata, tetapi tak sedikit pula yang menghabiskan waktu libur di rumah.  Kalau anak-anak SD di sekitar kosan saya, mereka rame-rame liburan di warnet. Buat ngenet memang, tetapi tidak sok membaca-baca berita (seperti saya) ataupun sok ngecek email padahal isinya cuma sekedar spam (seperti saya juga). Mereka ngegame!

Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya bahwa mayoritas warnet dikunjungi untuk ngegame! Biasa, game online. Wajarlah ya Kalau anak-anak yang teriak-teriak lantaran mendapatkan poin sempurna. Atau jika mereka memasang tampang serius ketika gamenya di ujung over……seperti potret di bawah ini

Tapi kalau yang sedang ngegame itu bapak-bapak beristri dengan satu orang anak lalu ngegamenya itu hampir seharian penuh… ckckckckckckckck…. Lelaki jaman sekarang… Memangnya anak istrinya mau dikasih makan poin 1 Milyard yang dimenangkan melalui games?

Kelakuan Sama. Isi Kepala Setara. Tuanya doang yang beda >,<

bukan hak dan urusan saya… hanya saja rasanya heran-heran dan mikir-mikir sendiri mengenai kehidupan si gamers yang telah berumur tersebut. Tiap pagi smpe sore ngegame. Memangnya gak kerja? Kalau bocah SD nya sih masih pantas…..ini loh orang tua yang sudah memiliki anak istri…… Oh my Godmy country is so complicated

Sekeluarga Loh Ini. Istri dan anak dengan setia menunggu sang Ayah yang tengah asik di dunia geme onlinya….Berharap mendapatkan sembako murah tiap hari!

Semifinal EURO 2012 for Azzurri (Deja Vu World Cup 2006)

Setelah menunggu selama 120 menit yang mendebarkan… Setelah bolak-balik ke kamar mandi…. Setelah teriak-teriak gemes selama dua jam…. Akhirnya adu pinalty bisa dilewati Azzurri. 

Menyingkirkan England di perempat final melalui pinalty kick dengan hasil 4-2 untuk Buffon dkk. 120 menit penuh ketegangan tanpa gol. Ada sih sebiji gol Balotelli, tetapi dianulir karena si bengal itu berada pada posisi offside. Italia bukannya tak punya peluang, melainkan pemainnya belum juga mematangkan peluang yang telah dikreasi oleh Pirlo dan Marchisio. 

Beberapa kali Balotelli dan Cassano tak berhasil mengeksekusi bola matang ke dalam jala Joe Hart. Entah kurang beruntung atau karena mereka yang terlalu terburu-buru. 

Banyak yang mengatakan Italy berhasil menaklukkan The three Lions karena andil Pirlo. Bahkan hampir semua pendapat menyatakan bahwa tendangan pinalty Pirlo adalah yang terbaik di putaran EURO kali ini. Tendangan yang seolah-olah melengkung tetapi meluncurnya di tengah gawang. Sama dengan apa yang dilakukan oleh Totti ketika menghadapi Belanda di EURO 2000. Pinalty  sendok yang cukup membuat mental punggawa Hodgson menurun dengan drastis sehingga duo algojonya tak mampu melewati hadangan Gigi!

Tidak salah memang jika semua media mengatakan bahwa Andrea Pirlo adalah Man of the Match di pertandingan tersebut.

Tapi bagi saya, tanpa adanya goalkeaper secanggih Gigi Buffon nasib Italia juga tak akan sebaik dini hari tadi. Menepis beberapa peluang Inggris adalah sesuatu yang brilliant. wonderful & Good saving from Gigi. Belum lagi dipatahkannya tendangan pinalty duo Ashley. Bukti bahwa Buffon adalah Portiere, Numero Uno della Italia. Kiper siapa dulu coba kalo bukan punya The Old Lady 😉

Ohhh….Germany sudah menanti di semifinal. Takut??? HAHHHH….Gak lahhh…. Jerman punya Hitler, Tapi jangan lupa bahwa Italia punya Mussolini dan 8 orang pemain Juventus… nah lohh… Ayo De Panzer, jangan macam-macam sama Azzurri! Meskipun kali ini bukan semifinal Piala dunia, tetapi kiranya bolehlah kita mengingat semifinal PD 2006 lalu dimana saat itu Italia berhasil membungkam publik Jerman dengan dua gol. Sebuah gol dari kapten tercinta, Alessandro Del Piero, dan gol lainnya oleh Fabio Grosso.

Dan kala itu Timnas juga diisi oleh punggawa-punggawa I Bianconerri. hasilnya juara, Bung! Semoga saja momentum kali ini tak hanya sekedar deja vu semifinal, tetapi juga juara. Italia campioni del Europe 2012 (AMIN)!!

FORZA AZZURRI!!!

Ketika Sekamar Berdua

 

Tahukah kalian syarat utama berbagi kamar ketika kita harus menjadi anak kos itu apa?

MENERIMA

Serius. Kita harus mau menerima dengan siapa kita akan berbagi kamar. Kedengarannya simple, tetapi percayalah… tidak mudah untuk menerima roommate. Bukan hanya sikapnya yang kadang-kadang menyebalkan, tetapi juga sifatnya yang mungkin berbeda 180 derajat dengan kita.

Tak mudah memang menemukan teman sekamar yang selalu sama dengan watak kita. Pasti ada saja sesuatu yang sering kali membuat kita jengkel, marah, pengen ngajak berantem bahkan rasanya pengen pindah kosan. Masalahnya pasti ada saja.

Kadang-kadang seseorang menginginkan privasi penuh untuk dirinya sehingga ia membuat batas teritori di dalam kamar yang tak boleh dipijaki seujung jari kaki pun oleh teman sekamarya. Menurut saya, itu gila! Seakan-akan kamar itu adalah sebuah negara dimana untuk masuk ke dalam wilayahnya harus memiliki paspor ataupun visa berkunjung! Kalau memang mau memiliki privasi penuh, kenapa harus menyewa kamar yang memang untuk dua orang?! Sewa kamar saja sendiri.

Lalu ada lagi yang meributkan masalah kebersihan kamar. Duhhh…ini lagi, mau bersih-bersih kok pakai ribut! Ada loh salah satu teman kos saya yang memperkarakan teman kosnya gara-gara tak pernah menyapu dan mengepel kamar. Sampai-sampai di balik pintu kamarnya ditempeli kertas HVS yang bertuliskan “HARAP MENJAGA KEBERSIHAN” lalu di bawah tulisan tersebut ada lagi tulisan “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Rasanya seperti berada di Kebun Binatang. Peraturan tertempel dimana-mana. Kalau saya sekamar dengan orang yang seperti itu, semakin saya jahilin saja. Bukannya tidak mau bersih-bersih, tetapi dengan peraturan yang tertulis begitu rasanya tidak nyaman. Sama-sama membayar, sama-sama memiliki hak. Lagipula, berbagi kamarnya bukan dengan bayi yang suka pipis sembarang bukan? Jangan sampai gara-gara teman sekamar yang malas menyapu dan mengepel lantai, kita pun jadi ikut-ikutan tak mau menyapu. menunggu si teman sekamar yang menyapu. Kalau seperti itu apa bedanya kita dengan si teman sekamar? Menyapu dan mengepel lantai tidak membuat seseorang terlihat tolol dan kita tak akan tiba-tiba kehilangan nyawa jika harus menyapu dan mengepel lantai. Kalau memang kesal karena teman sekamar tak mau menyapu dan mengepel, anggap saja saat kita melakukannnya itu demi diri sendiri bukan demi orang lain. Biasanya seseorang cenderung bersemangat melakukan sesuatu jika keuntungannya tampak untuk diri sendiri dibandingkan orang lain. Benar bukan?  😉

Masalah lampu. Kadang-kadang ada seseorang yang tak bisa tidur dengan kondisi lampu menyala dan ada pula yang tak bisa tidur dengan kondisi gelap. Ini juga kadang-kadang membawa bentrokan antar teman sekamar loh. Solusinya? Tetap ‘NERIMA’. Menerima bagaimana sikap dan sifat teman sekamar. Percaya deh, masalah gelap terang ruangan lama-kelamaan pun kita akan terbiasa. Saya adalah manusia yang tak bisa memejamkan mata saat lampu dimatikan. Sama sekali tak bisa tidur. Sialnya semasa kuliah saya harus berbagi kamar dengan orang-orang yang tak bisa tidur jika lampu menyala. Solusinya? Saya katakan pada teman sekamar saya itu bahwa saya tak bisa tidur dalam kondisi gelap… akhirnya adalah dia berbaik hati untuk tidak memadamkan lampu saat saya hendak tidur malam. Saya pikir lampu menyala semalaman, tetapi saya keliru. Ternyata ketika saya sudah tertidur lelap, kawan sekamar saya itu mematikan lampu kamar tanpa mengatakannya pada saya. Saya mengetahui hal ini setelah seminggu penuh menjadi roommatenya…..tak perlu ribut-ribut to??? 🙂 Tapi seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa lama-lama sayapun terbiasa tidur dalam kondisi gelap dan teman sekamar saya pun tak masalah dengan kondisi terang. Kalau kami memang lelah, lampu mati . Dan saat kami ingin membaca sebelum tidur, lampu menyala.

Ada lagi masalah? Masalah mau tempel-tempel poster atau tempelan apapun di dinding? Saya rasa itu hak masing-masing penghuni kamar. Suka-suka pemilik kamar mau menempeli dindingnya dengan apa. Dengan poster tim sepak bola favoritnya (seperti saya) atau dengan tempelan jadwal plus aktivitas kampus yang harus dilakukan (seperti saya) atau nempelin foto-foto (seperti teman saya) pun itu terserah individu pemilik kamar. Tapi meskipun hak setiap orang  untuk menempel-nempel, harus tahu diri juga dong! Jangan semua permukaan dinding ditempeli oleh sesuatu yang hanya kita sukai. Kalau begitu caranya sih sama saja cari ribut sama teman sekamar -_- Kalau misalnya ada tempelan teman yang tak kita suka bagaimana? Ya Itu tadi… TERIMA saja! Namanya juga berbagi kamar. Kalau tak suka, anggap saja tak melihat. Susah memang jika kita harus berada di dalam ruangan yang dindingnya memajang sesuatu yang sangat tak kita sukai. Tapi lagi-lagi saya harus bersyukur karena saat kuliah saya berbagi kamar dengan orang yang cuek bebek dan mengerti sekali bahwa saya tak menyukai tim favoritnya tetapi dia dengan diam mau menerima poster-poster The Old Lady terpajang manis di kamar kami. Saya tahu bahwa ia tak suka Bianconerri, tetapi apa daya saya tak bisa jika tak melihat tim kesayangan di dalam kamar 🙂

Sekamar berdua untuk ngekos itu memang tidak mudah. Banyak aral yang melintang. Tapi kalau kita bisa Menerima dan menjalaninya dengan easy going, sekamar berdua itu asik loh! Paling tidak kita tak perlu nongkrong ke kamar sebelah kalau hanya ingin punya lawan bicara 🙂 Kalau memang tak bisa berbagi kamar, ngekos sendiri saja! Kalau perlu beli apartemen atau rumah sendiri.