1st Job After Graduation


 

Voilaa…. setalah kirim-kirim email & kesana kemari menenteng map (;) bercanda)  untuk mencari pekerjaan, sebuah kerja sederhana berhasil saya dapatkan. Tidak menjadi staff direksi perusahaan multinasional memang, tetapi setidaknya ada hal yang saya lakukan sebelum pekerjaan yang benar-benar saya impikan memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi pelakunya.

Bukan pekerjaan baru juga karena saat duduk di bangku kuliah, saya sempat melakukan pekerjaan ini. menjadi operator warung internet!!! Part time yang paling cocok dengan karakter saya. Tak perlu senyum-senyum menyambut pengunjung atau mengajari anak orang yang malasnya minta ampun. Cukup duduk di balik monitor PC yang memiliki akses internet tanpa batas…. HAHAHAHAHAHAHAHA….. Kalaupun ada pekerjaan ekstra paling-paling pengetikan naskah atau artikel yang jumlahnya tak lebih dari 10 halaman. Saya tak perlu angkat-angkat galon atau ngelap-ngelap meja. Cukup memainkan kelihaian mengetik yang saya miliki 😉

Sayangya….. Baru sehari melakukan kerja sampingan menjaga warung internet, rasanya sudah mendapatkan musuh -_-

Sebenarnya kalau dibilang musuh terlalu berlebihan, mungkin sedikit berbeda pendapat dengan salah satu partner kerja saya itu.

Berbeda pendapat karena saya merasa tidak suka dengan etos kerjanya. Saya yang bertipe harus menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin harus berteman dengan orang yang kerjanya “ntar aja gampang.. cuma gitu aja kok!”

Huhuhuhuhuhuhuhu…rasanya ingin sekali melemparkan pekerjaan itu ke wajahnya sambil berkata

gampang-gampang gundulmu!

Sayangnya saya adalah bocah ingusan yang masih bau kencur kunir kemiri, sedangkan ia sudah mendekati bau tanh (upppsss 😉 ). memang bukan tipe saya untuk diam terhadap sesuatu yang tidak saya suka, tetapi sebelum mulai melakukan pekerjaan ini, bos saya sudah mengatakan bahwa partner saya itu memang sedikit ndablek (red:nakal) terutama dalam menyelesaikan tugasnya. karena itulah pak bos mengatakan untuk tidak mencampuri tugasnya. Asalkan itu adalah tugasnya, bukan tugas kami atau tugas saya, maka saya disarankan untuk menutup mulut rapat-rapat!

Baiklah kalau memang begitu aturannya…. Saya akan diam dan menutup mulut rapat-rapat asalakan tugas saya selesai pada waktunya….

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s