Saat Harus Menunggu


Janjian untuk interview suatu pekerjaan itu memang sangat membutuhkan yang namanya kesabaran dan tentu saja semangat! Sabar dan semangat untuk menghilangkan pikiran “Ahhh… paling juga cuma sampai tahap ini!”.

Bagi saya, interview adalah ujian untuk sabar menunggu! Janjian interview jam 10 pagi. Mau tak mau, sebagai calon babu saya harus patuh pada majikan bukan? Datanglah jam 10 pagi ke tempat yang telah ditentukan. Sayangnya persepsi jam 10 antara saya dan pewawancara nampaknya tak sama.

Saya meyakini bahwa jam 10 adalah waktu dimana jarum jam pendek menunjukkan angka sepuluh sedangkan jarum jam panjang tepat menunjuk angka 12. Itulah jam 10! Tapi bagi sebagian besar orang, jam 10 itu adalah waktu dimana matahari telah memancarkan teriknya dimana jarum jam panjang dan pendek tepat menunjuk angka 12. ASTAGA…. Mungkin orang-orang itu mengalami gangguan penglihatan sehingga jarum pendek di angka 12 terlihat bagai jarum panjang, sedangkan jarum panjang di angka 10 bagaikan jarum pendek.

Berkali-kali ingin menghardik mereka yang telah menjanjikan jam interview palsu pada saya itu, tetapi berkali-kali pula saya hanya bisa duduk menunggu di tempat yang menurut saya sangat membuat bosan.

Karena sudah berkali-kali mengalami disorientasi waktu ketika harus melakukan wawancara kerja, maka saya sudah memiliki cara bagaimana saya bisa tetap bertahan di tempat tersebut hingga giliran interview saya dimulai.

Cara pertama tentu saja membawa earphone atau headset atau apalah yang bisa mengalirkan energi suara dari MP3 di hape ke kuping. Trik paling simple yang bisa dilakukan untuk sedikit mengurangi rasa bosan saat menunggu yang mungkin telah banyak dilakukan orang tanpa perlu saya sarankan.

Kedua adalah pergi ke kantin atau cafe yang ada di gedung tempat wawancara. Lumayan loh daripada plonga-plongo gak jelas di kursi tunggu. Tidak perlu memesan menu spesial lengkap, pesan saja secangkir kopi atau cappucino atau segelas teh manis. Supaya tidak merasa asing saat menunggu di kantin, kenapa tidak mengajak orang lain yang saat itu juga menunggu untuk diwawancara? Pasti lah ada satu atau dua orang yang bisa kita ajak kenalan. Hitung-hitung menambah relasi… Ini juga salah satu manfaat interview… Kalau tidak mendapatkan pekerjaannya, kita mendapatkan kenalan baru yang mungkin saja berguna sebagai relasi di masa mendatang 😉

Cara kedua adalah ngendon di warnet! Inilah cara yang sangat bermanfaat dan sangat tidak membuang-buang waktu. Bisa browsing-browsing informasi ter up date atau sekedar membuka email atau sekedar FB an atau sekedar twitteran. Jaman sekarang ini warnet telah menjamur bukan, jadi saya rasa sangat kecil kemungkinannya kita tidak menemukan yang namanya warung internet.. terlebih di kota besar!

Dengan cara-cara tersebut saya sendiri merasa tertolong dari kebosanan plus ketidaksabaran plus keinginan untuk mencerca calon majikan ketika harus menunggu selama dua jam dari waktu yang dijadwalkan untuk melakukan interview!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s