Hilang Lagi Hilang Lagi


Adik saya itu ceroboh sekali sih. Bosan mendengar kisahnya yang selalu kehilangan barang. Beneran deh…bocah itu dari kecil sepertinya memang ditakdirkan untuk kehilangan barang-barang miliknya.

Sewaktu masih duduk di taman kanak-kanak, anting yang nyantol di kupingnya itu hampir selalu hilang dalam rentang waktu 3 bulan! Coba bayangkan….anting emas yang dipake  bisa hilang begitu saja tanpa dirampok atau dicuri! Bisanya lagi, hilangnya anting itu di sekolah. Bagaimana tingkah adik saya di sekolah coba, sehingga antingnya bisa hilang… kadang-kadang hilangnya sebelah! Masa ia di sekolah TK anak-anaknya bermain jual-jualan anting sehingga harus mengorbankan salah satu anting teman sekelasnya?! Dikirain anting itu terbuat dari besi kawat??!

Buku pelajaran plus alat tulis pun tak jarang menjadi perkakasnya yang masuk daftar raib! 

Handphone!

STNK

Bahkan yang lebih membuat saya pengen nonjok mukanya adalah ketika ia kehilangan uang dengan jumlah yang sangat luar biasa besar jumlahnya. Tak perlu saya tulis berapa nominalnya, tetapi yang jelas dengan uang yang ia hilangkan itu saya bisa membeli sebuah DSLR yang lengkap dengan kit + tripod + camera bag + lens + flash + electronic view finder + asesoris lainnya! 😦

Lalu hari ini dia kehilangan dompet yang isinya adalah identitas diri! SIM, STNK, KTM, plus sejumlah rupiah harus terjatuh dari kantung jas almamaternya ketika ia sibuk ‘berlompatan’ kesana kemari untuk mengawasi jalannya SNPTN. Padahal sebelumnya saya telah menyarankan supaya ia membawa tas kecil untuk tempat dompetnya. Tapi lagi-lagi dia menganggap omongan saya bak angin lalu. Yang akhirnya membuat ia harus berkunjung ke kantor polisi untuk membuat surat kehilangan! Ya Tuhan!

Saya tahu dia pasti kebingungan saat kehilangan barang-barang atau uang, tetapi melihat caranya meletakkan nan memperlakukan barang-barangnya itu kadang-kadang membuat saya ingin menghantam mukanya…menjambak rambutnya…menjotos wajahnya…dan memuat dia mau mendengarkan perkataan saya untuk tidak meletakkan apapun di sembarang tempat! Beneran deh….ceroboh plus teledor plus serampangannya itu membuat saya geregetan.

Masa iya harus selalu diingatkan untuk berhati-hati? Diingatkanpun tidak digubris…siapa yang tidak mangkel coba? Jadi gedek sendiri!

Semoga saja kali ini dia bisa mengambil pelajaran bahwa sedikit mendengar dan melakukan saran kakaknya bukan sesuatu yang buruk. 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s