(Masih) Mencari Yang Saya Suka


 

Tiba-tiba saja sudah bulan Juli. Itu berarti sudah satu bulan saya menjadi pekerja warnet samping kosan. Ternyata benar kata orang, jika melakukan pekerjaan dengan hati riang tanpa banyak mengeluh waktu berjalan begitu cepat.

Menengok sebulan terakhir, banyak sekali pandangan sebelah mata yang saya dapatkan dari beberapa kerabat mengenai pekerjaan ini. Jangankan kerabat, orang lain saja merasa saya tidak waras saat menjalankan ‘profesi’ ini.

Alasan mereka tentu saja karena pendidikan terakhir yang telah saya tempuh. Sederhananya “Masa sih sarjana kerjananya jaga warnet! Gak keren“. Bahkan ada salah satu pelanggan warnet yang mengatakan “Aduh mbak, emane ijazahmu!”. Lucunya lagi ada beberapa ibu yang berbisik “Paling arek iki gak pinter pas kuliah makane mek jogo warnet” dimana bisikan tersebut cukup sampai di gendang telinga saya.  Dan seperti biasa tanggapan saya adalah tersenyum simpul. Itu pendapat mereka.

Tapi mereka harusnya ingat bahwa sangat banyak sarjana yang masih lontang-lantung tak punya pekerjaan dan jika dibandingkan dengan sarjana-sarjana nganggur itu bukankah posisi jauh lebih keren? Untuk apa pula menyayangkan Ijazah saya? Saya toh tidak menjualnya. Ijazah saya tersimpan rapi di kamar kos. Lagipula untuk apa juga terlalu memikirkan selembar ijazah jika saat ini ijazah bisa di beli di ‘toko-toko’ terdekat? Sebenarnya saya ingin menutup identitas ijazah terakhir tersebut, tetapi entah kenapa di minggu pertama saya bekerja si bos selalu saja mengatakan “Ini anak baru mas/mbak. Baru lulus kuliah S1 di ITS” kepada customernya. Urunglah niat saya untuk sembunyi!

Kalau masalahnya ngapain kerja di warnet… Jawaban saya ‘cuma mau senang-senang.’ Kalau mau cari penghasilan yang membuat rekening tabungan diikuti dengan angka nol yang berjibun, pekerjaan ini tak akan saya lakukan.

Percaya deh, meskipun saya bukan seorang jenius macam Einstein ataupun Leonarrdo Da Vinci…beberapa saat lalu saya mendapatkan beberapa tawaran pekerjaan yang salary nya sangat jauh di atas pendapatan saya saat ini. Awal bulan lalu pun ada sebuah tawaran dari sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri ini, tetapi tawaran tersebut tak saya acuhkan.

Alasan pertama karena saya masih mau bersenang-senang. Masih ingin melakukan apa yang saya suka. Alasan kedua adalah karena saya merasa tidak memiliki chemistry dengan perusahaan yang menawari kesempatan berkarir tersebut dan saya pun tak punya minat berkarir di perusahaan tersebut. Ada alasan pribadi yang sifatnya benar-benar prinsipil yang membuat saya yakin bahwa pekerjaan tersebut bukan tempat yang cocok buat saya.

Ini serius loh… beberapa dari teman-teman pasti bingung karena saya yang jobseeker menolak tawaran kerja. Saya memang pernah menuliskan bagaiamana giatnya saya mencari-cari pekerjaan. Bersemangat melakukan interview hingga ke tanah Sultan. Tapi semangat interview dan giatnya saya itu bukan untuk tawaran kerja yang sempat menghampiri saya. Simplenya… saya ingin kerja di A, tetapi tawaran datang dari Z. Dan saya menolak Z. Pasti ada yang mengatakan betapa soknya saya yang jobseeker menolak suatu tawaran pekerjaan. Tapi seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa saya masih ingin bekerja di area yang saya suka. Kerja suka-suka!

Sebelum cerita ini saya buat, hanya ada dua orang yang mengetahui masalah penolakan pekerjaan yang sudah saya lakukan… si Kemplo dan adik saya. Kenapa harus mereka yang tahu lebih dulu, karena mereka  sudah pasti tahu jalan pikiran saya. Jadi kesimpulannya adalah saya masih ingin melakukan pekerjaan yang saya suka. Dan saya harap saya bisa segera mendapatkan pekerjaan lain yang pendapatannya memungkinkan bagi saya untuk melihat Leaning Tower of Pisa dan tentu saja yang saya sukai.

Sekarang saatnya menuntaskan Juli dengan sebaik-baiknya…..Semoga 30 hari ke depan jauh lebih baik dari 30 hari yang lalu…. Siapa tahu pekerjaan yang saya sukai dengan pendapatan lebih tinggi datang di bulan ini? Rezeki Tuhan, siapa yang tahu? 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s