Ketika Tawaran Itu Ada


Salah satu pekerjaan itu akhirnya menghampiri saya. Memang belum pasti, tetapi ada tawaran dari sebuah perusahaan penerbitan yang cukup besar di negeri ini. Posisinya tentu saja yang saya mau dan saya suka. Cukup menggembirakan ketika tawaran itu saya dengar. Walaupun baru sekedar interview, paling tidak ada sedikit jalan untuk melakukan pekerjaan yang saya sukai dengan pendapatan yang saya mau.

Sayang, tawaran tersebut harus saya tolak (lagi). Bukan karena tak mau, melainkan karena tak bisa. Kenapa tak bisa, karena saya harus melakukan interview di Ibu Kota. Harus berada di Jakarta besok. Dan saya tak mungkin bisa berada di Jakarta besok. 

Masalahnya bukan Jakarta, tetapi BESOK. Waktunya tidak pas 😦

Bagaimana bisa saya berangkat ke Jakarta sementara saya masih memiliki tanggung jawab di tempat ini? Bisa saja saya minta izin untuk membolos, tetapi apa iya saya bisa berada di tempat interview besok dengan tepat waktu? Saya rasa tak mungkin. Mau naik apa? Naik bis jelas tak bisa. Naik Kereta juga sudah tak ada tiket tersisa. Naik pesawat? Mau bayar pake apa????

Kenapa harus BESOK?? KENAPA, Tuhan? 😦

Tak bisakah interviewnya di Surabaya saja? 

Apakah saya telah menyia-nyiakan peluang ini, Tuhan? Saya tidak bermaksud membuang-buang peluang, ya Allah…sungguh…

Hhhhh….sudahlah….. mungkin memang belum saatnya saya mendapatkan pekerjaan yang saya suka dengan gaji yang saya mau. Mungkin saya masih diharuskan ‘bermain’ di tempat ini. Just relax, Mei! Pasti ada kesempatan lain yang mungkin jauh lebih baik 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s