Tetap Baca Surat Pendek, Sir!


 

Tuh Kan… Kemarin malam ketika mengikuti salat tarawih di daerah rumah teman banyak sekali jamaah yang mengeluhkan bacaan surat pendek si Imam. Rata-rata memang manula atau ibu-ibu paruh baya dimana mereka mengatakan

“Shalat kok cek suwine”

Ada lagi yang mengatakan kakinya pegal karena harus berdiri lama untuk menopang tubuh mereka lantaran si imam membaca surat pendek berayat panjang.

Hahahahahahahahahaha… Padahal menurut saya, tempat tarawih kemarin jauh lebih singkat dibandingkan dengan tempat tarawih-tarawih yang saya kunjungi sebelumnya.

jadi, ujung-ujungnya panjang pendeknya si surat pendek itu relatif. Berarti yang harus pintar adalah imamnya, bukan?

Harus tahu mayoritas jamaahnya. Kalau masjid dipadati oleh embah-embah atau manula-manula yang masih semangat ikut berjamaah, tak perlulah membaca surat Maryam untuk bacaan surat pendeknya. bacanya juga tak perlu menggunakan tilawah-tilawah dengan nada yang dipanjang-panjangkan. Cukup membaca surat al ikhlas atau An Nas atau sejenisnya yang hanya memiliki 5-7 ayat dengan nada yang tidak fals. Itu sudah cukup membuat masjid tetap dibanjiri para jama’ah. 

Daripada membaca surat panjang menggunakan lagu-lagu tilawah modern yang nadanya panjang-panjang juga, tetapi tak punya makmum?

Jadi, tetap baca surat pendek saja Sir 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s