Ngabuburit Pinter


Buku adalah salah satu hal yang bisa menjadi obat sakit kepala sebelah atau kleyengan bagi saya. Buku adalah salah satu hal yang bisa membuat saya senang. Karena kemarin saya sedang ingin bersenang-senang dengan buku maka ajakan Senja untuk bermain-main ke Kampoeng Ilmu adalah sesuatu yang tak patut saya tolak! Berangkatlah kami ke Kampoeng Ilmu untuk mencari-cari buku. Buku apa? Apa saja yang penting bisa dibaca! Ingat ya…bisa dibaca (oleh manusia normal). Tahu kan yang bisa dibaca itu adalah rangkaian huruf…bukan rangkaian kata. Jadi bagi saya, buku yang isinya adalah huruf-huruf dengan simbol-simbol berlekuk-lekuk lebih menjurus pada kematian daripada kesenangan yang saya cari! Singkatnya, mencari buku yang tak ada hubungannya dengan matematika beserta rumus-rumus dan teoremanya!!!!

Pernah mendengar Kampoeng Ilmu bukan?

Sebuah tempat di kota Pahlawan yang menjual berbagai macam buku. Buku bekas sampai buku baru. Semuanya ada. Kalau kata orang awam, toko buku loak. Di Surabaya sendiri ada dua tempat yang menjadi pusat buku-buku loak. Salah satunya Kampoeng Ilmu yang saya datangi kemarin. Lokasinya di Jl. Semarang atau sebelah Stasiun pasar Turi Surabaya. Karena itulah orang-orang sering menyebutkan  ‘Semarang’ bagi tempat ini. Di sepanjang jalan Semarang tersebut memang berdiri lapak-lapak buku-buku bekas. Mulai dari novel hingga buku pendidikan. Mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Kalau sabar mencari, pasti menemukan.

Tapi, saran saya untuk mendapatkan harga yang lebih miring… lebih baik masuk saja ke salah satu gang di sepanjang jalan Semarang. Kampoeng Ilmu….. itulah nama gangnya. Buku yang dijual tak hanya lebih miring, tetapi kondisinya jauh lebih baik. Kios bukunya juga lumayan rapi dibandingkan kios yang ada di pinggir jalan. letak gangnya sekitar 30 meter dri stasiun Pasar Turi (seingat saya sih 😉 ).

Di Kampoeng Ilmu juga disediakan fasilitas umum. Ada Perpustakaan yang  isinya buku-buku sah dari pemerintah  kota Surabaya, toilet, dan mushallah. Ada juga kantin yang free WiFi dengan harga menu yang tidak mencekik kantong. Ramai gak sih? Yaaa…untuk ukuran sebuah tempat yang menjajakan buku… tempat yang kemarin saya datangi lumayan ramai. Jangan bandingkan dengan keramaian Tunjungan Plaza, kawan! Tapi setidaknya dikunjungi oleh beberapa orang yang mungkin mencari buku-buku lama atau buku baru dengan harga murah atau sekedar melihat-lihat novel seperti saya.

Lumayan…menghabiskan waktu dengan membuka-buka buku plus menunggu waktu berbuka. Tak hanya sekedar jalan-jalan untuk senang-senang, tetapi juga untuk tetap mengasah pengetahuan 😉

Senja_Di Pelataran Parkir

Salah Satu Kios Buku Dari Bagian Depan

Tangga Depan Menuju Perpustakaan

Tangga Belakang Menuju Perpustakaan

This… Perpustakaan. tapi Sayang, Karena kemarin Terlalu sore (red;Maghrib) Perpustakaannya Tutup

Pengunjung di Kantin. Nungguin bedug Maghrib sembari memanfaatkan free WiFi 🙂

Membuka dengan Teh Manis

Sebuat Tulisan Dinding di Sebuah Koridor Menuju Toilet. Mau Buang Air Kecil Pun diingatkan Untuk Membaca buku 😉

Kampoeng Ilmu Dari Bagian Belakang

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s