Teruntuk Ocong & Sejenisnya


 

Benar-benar heran dengan rumah kosan saya ini. Kenapa banyak sekali penghuni kos yang dikunjungi oleh makhluk lain? 9 bulan saya mendekam di kosan tersebut, tetapi tak sekalipun saya disambangi oleh si ocong serta kawan-kawannya seperti penghuni kos lain.

Mulai dari ditampakin Grandie sampai diajak lari-larian sama Ocong. Belum lagi didatangi nenek-nenek berkonde. Atau sekedar memunculkan wangi-wangian di udara.

Demi Tuhan… tak pernah sekalipun saya merasakan pengalaman tersebut.

Bahkan ketika heboh-hebohnya pemanggilan dukun oleh ibu kos, saya sama sekali tak pernah merasa disambangi. Saya yang memang terlalu cuek sehingga tak mempedulikan keberadaan mereka atau memang mereka yang enggan muncul di depan saya karena merasa akan membuang-buang waktu lantaran saya akan langsung pingsan di pelukan mereka?!

Percaya gak percaya sih…. saat mendengar berbagai cerita dari penghuni kos lain. Bahkan teman sekamar saya juga seringkali dikunjungi.

Jadi ingat dengan kosan lama…. Teman sekamar saya disambangi si kaum gaib. Mulai dari mbak Kun yang malam-malam tiba-tiba face to face dengan roommate saya sampai munculnya ‘saya’ yang lain.

Malam itu (dini hari pukul 02.00 WIB) saya yang tengah tertidur dibangunkan ;

Mei…mei…bangun

Saya: “eeehhhe….iya”

Walaupun sudah menjawab panggilan si room mate dengan erangan, saya masih saya memejamkan mata. Berfikir untuk tidur 5-10 menit lagi sebelum shalat subuh. karena pikiran saya saat itu adalah si kuplak gila tersebut membangunkan saya untuk shalat subuh.

Kemudian karena saya masih saja memejamkan mata, kawan saya kembali membangunkan saya sembari menyentuh pundak saya dengan lembut (lembut standar dia!):

Mei…bangun… Kamu gak mau ngaji?”

Pertanyaannya itu loh… “kamu gak mau ngaji?

Mata saya seketika itu juga terbuka lebar dan langsung menegakkan badan. lalu berkata;

Kamu kenapa?” dengan jantung yang berdegup kencang.

Dan berceritalah ia bagaimana mbak Kun menatapnya saat berebah… Hiiiiii….

Dan masih di kamar yang sama dengan teman yang sama… Dia tiba-tiba mengatakan bahwa semalaman saya sangat nggetu belajar. Padahal…malam itu saya tak pulang ke kosan! Sumpah!

Lama-lama saya merasa tersinggung karena makhluk-makhluk gaib tersebut seakan-akan mendiskriminasikan keberadaan saya. Tapi kalau dipikir-pikir, saya juga sangat berterimakasih pada mereka karena mau menghormati kehidupan saya. Sungguh sangat terhormat karena mereka tak mengganggu teritori saya di kosan! 🙂

Dear Oong & teman-temannya…. Jangan ganggu saya yaaa…. Mari hidup berdampingan dalam damai…tak perlu repot-repot menampakkan dirimu di depan saya juga.. cukup kita saling tahu bahwa kita sama-sama ada sebagai makhlukNya.. 😉

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s