Jempol Untuk Indomaret!


 

Saya pernah menceritakan bagaimana sebuah supermarket membuat kembalian pelanggannya sebagai ‘sumbangan’ bukan? Saya kira hal itu sudah berlangsung sangat lama (berbulan-bulan lalu) dan tak ada lagi pemilik supermarket yang sok-sok an menjadikan kembalian pelanggan sebagai sumbangan untuk sebuah badan amal atau organisasi kemanusiaan.

Tapi dua hari lalu saya kembali diminta untuk menjadikan kembalian receh saya sebagai sumbangan.

Saat di kasir, Mas kasirnya mengatakan; “Kembaliannya boleh disumbangkan untuk UNICEF, mbak?”

Saya yang tidak terlalu konsen karena memang sedang terburu-buru hanya sekedar mengangguk dan bergegas meninggalkan Ind*m#r$t. Namun setelah urusan yang terburu-buru tersebut selesai dan saya hendak mencatat pengeluaran harian. Saya merasa aneh karena jumlah saldo cash yang saya miliki tak sesuai dengan catatan  pengeluaran sederhana yang saya buat.

Kemudian saya ingat bahwa sedikit ketidaksesuaian tersebut dikarenakan kembalian saya ‘disumbangkan’ untuk salah satu badan amal yang dinaungi oleh PBB. Okay, saya tahu ada kerjasama antara UNICEF dengan salah satu minimarket waralaba terkenal di Indonesia itu dimana keduanya sepakat untuk mengurangi malnutrisi yang masih menjadi salah satu penyakit masyarakat Nusantara. Tapi yang saya ketahui adalah kerjasama tersebut hanya dilakukan selama 3 bulan, dimulai dari bulan Juni 2012. Sekarang (dua hari lalu) September. Bukankah seharusnya kerjasama itu berakhir di bulan Agustus? Kenapa masih memberlakukan “kembaliannya untuk UNICEF’ setelah masa kerjasama berakhir? Apakah ada perubahan masa kerjasama antara si supermarket dengan UNICEF? Yaaahh…kalau memang ada perpanjangan kontrak, harusnya ada logo UNICEF di di supermarket tersebut!

Karena penasaran, pagi ini saya sengaja mendatangi Ind*m#r@t. Tidak belanja yang macam-macam… hanya membeli sesuatu yang jika ditotal membentuk harga yang absurd, 3340 rupiah misalnya. Maksud saya adalah hendak menanyakan apakah kerjasama supermarket dengan UNICEF masih berlangsung jika nantinya saya disodori pertanyaan “Kembaliannya boleh disumbangkan untuk UNICEF, kakak?

Dan hari ini saya tak mendapat pertanyaan tersebut. Begitu juga dengan pelanggan sebelum saya dan pelanggan setelah saya.

Nahhh… berarti kerjasama antara keduanya telah berakhir bukan?!!! Mungkin dua hari lalu mas kasir yang menyodori saya pertanyaan tersebut masih belum mengetahui bahwa masa sumbangan untuk UNICEF telah berakhir. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, perjanjian tersebut dimulai pada 5 Juni 2012….Jadi berakhirnya pada 5 September 2012.

Saya saja yang telalu bernafsu mengkritik 😉

Supermarket, minimarket, dan swalayan sejenis harusnya mencontoh si INDOMARET (tanpa sensor 😉 ). Luar biasa karena turut memperhatikan salah satu masalah bangsa, tetapi tidak menjadikannya sebagai ajang penambah keuntungan. Sumbangan ya sumbangan… Masa berlakunya pun jelas. Tepat waktunya juga sesuai dengan pemberitaan yang ada di media sehingga konsumen (saya) tidak merasa dibohongi.

Mungkin inilah salah satu alasan mengapa Indomaret bisa menjadi minimarket yang mampu menyebar ke seluruh pelosok tanah air. JUJUR. Faktor penting yang bisa menarik pelanggan tanpa harus membuat promo besar-besaran! Thumbs up for Indomaret! Dan maaf  karena saya sempat berfikiran jelek 🙂

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s