Doesn’t Hate Sinner!


 

Ada salah satu pelanggan yang benar-benar saya benci. Benar-benar saya benci. Dia tidak sok. Dia tidak songong. Dia juga tidak sombong. Tapi dia banyak bicara. Banyak omong. Cerewet. Atau istilah apapun yang mengartikan bahwa dia tak bisa berhenti bicara!

Ada saja yang dibicarakannya. Dan saya sangat tahu bahwa banyak bicaranya itu adalah sikap basa-basi. Saya pernah mengatakan bahwa basa-basi itu penting, tetapi kalau terlalu alay jadinya malah basi dan sama sekali tak enak didngar.

Banyak omongnya pelanggan saya ini sungguh terlalu sehingga membuat saya menjadi bad mood seketika saat ia menampakkan siluetnya. Bahkan mendengar suaranya yang masih berada di area parkir motor saja sudah membuat saya eneg!

Suatu hari…seperti biasa dia datang dengan beberapa file yang harus saya ketik. Karena saya sudah terlanjur memblack listnya, maka raut wajah saya yang awalnya penuh senyum berubah masam. Entah kenapa sikap saya menjadi dingin secara cepat. Dan omongan basa-basinya tak lagi saya tanggapi. Hanya untuk menjaga sikap santun, saya sekedar menimpalinya dengan anggukan kepala. Tapi saya tahu bahwa sikap saya itu tidak baik, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan sikap tak baik tersebut.

Saya rasa si customer menyadari bahwa saya tak memiliki antusiame yang tinggi terhadap dirinya. Dari situlah di hari-hari setelahnya saat dia datang ke tempat ini untuk melakukan pengetikan, dia tak lagi obral kata di depan saya. Hanya sesekali melontarkan sapaan, selebihnya hanya membicarakan pekerjaan.

Kemudian beberapa hari lalu, customer tersebut datang ke tempat saya bersama kawannya. Tak ada perkataan basa-basi. Selepas mengucapkan salam (yaa…dia selalu mengucapkan salam sebelum memasuki tempat ini), dia segera mengeluarkan selembar kertas yang berisi tulisan untuk saya ketik. Di waktu saya mengetik itu dia berbincang dengan kawannya.

Saya tetap berkonsentrasi pada tugas saya, namun karena perbincangan tersebut hanya berjarak 2 m dari kuping saya dan dia pun tidak merepotkan diri untuk berbisik maka secara tak sengaja sayapun mendengar percakapannya.

Saya sendiri tak tahu dengan pasti topik yang mereka bicarakan (karena saya tetap berusaha untuk fokus dan tidak mendengarkan), Yang saya tahu adalah si customer berkata

“Kita manusia ini harus tetap berusaha. Rezeki itu Allah yang mengatur. Setiap masalah itu ujian yang pasti diberi jalan keluar sama Allah. Percaya deh… Yang penting kita gak putus asa

Jreeenngggggg……. seketika saya menghembuskan nafas panjang. Kemudian dia meneruskan wejangannya

Jangan pernah tinggalkan solat. Baca quran yang rajin. Tambah dengan solat malam dan dhuha. Percuma usaha kalau gak ingat sama Allah. Usaha juga harus dibarengin dengan doa. Kita harus sabar. Allah pasti kasih yang terbaik buat hambaNya

Dan hembusan nafas saya semakin panjang. Rasanya seperti ditusuk dengan bambu runcing. Sakitnya minta ampun, tetapi setelahnya membuat lega yang luar biasa.

Inikah customer yang saya benci itu? well…. saya salah. Bukan customernyalah yang saya benci, melainkan sikapnya. Saya jadi sadar bahwa customer saya ini bukan orang jahat. At least , dia bisa memberikan wejangan pada kawannya yang menurut saya sedang dilanda masalah.  Dan wejangan tersebut pun mengena pada diri saya yang ‘tak sengaja’ mendengarnya.

Bukankah setiap manusia memang dilahirkan dengan berbagai sisi? Nobody’s a picture perfect. Everybody’s got a dark side.

Mungkin saat itu adalah teguran dari Tuhan supaya saya membuang jauh-jauh rasa benci terhadap seorang manusia karena manusia itu adalah ciptaan Tuhan. Membenci manusia sama saja dengan membenci penciptaNya, bukan?! Kalau saya boleh membenci…satu-satunya yang harus saya benci adalah sikap tak baik dari seorang manusia. Seperti kata salah satu teman saya, ‘Hate the sin, not the sinner‘.

Sekali lagi saya belajar dari mereka yang membuat saya bad mood 😉

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s