Bicara Soal Stadion Nyonya Tua!


Bicara soal stadion Juventus… ternyata masih banyak yang tidak mengetahui mengenai Juventus Arena. Okay, mereka mungkin tahu bahwa saat ini Juventus memiliki stadion sendiri yang dinamakan Juventus Arena (Stadium). Namun masih saja banyak yang berfikiran bahwa Juventus mendirikan stadion tersebut di lahan anyar sehingga berfikiran lebih lanjut bahwa stadion lama (Delle Alpi) masih berdiri. Ada lagi salah satu twet yang saya baca di TL dimana dikatakan bahwa seharusnya Juventus Arena dibangun saja di lahan Delle Alpi supaya tak banyak makan tempat adan stadion Delle Alpi tidak menganggur dengan percuma.

Saat membaca pertanyaan-pertanyaan seputar Juventus Arena & Delle Alpi tersebut ekspresi saya adalah senyum-senyum geli sembari bergumam “Yang tanya ini pasti daun muda. Pendatang baru di area Juventini” jadi wajar saja jika mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bagi sebagian besar Juventini ‘lama’ konyol! Menurut saya pertanyaan baru tersebut wajar-wajar saja. Malahan bagus karena mereka berani mengajukan pertanyaan yang berarti mereka memang ingin tahu banyak tentang Juventus.

Karena sepertinya saat ini sedang banyak manusia yang tertarik pada The Old Lady maka saya akan sedikit berbagi pengetahuan mengenai stadion Juventus (sumber: majalah-majalah Juventus yang saya miliki).

Dua musim perdana Juventus (1897 dan 1898), pertandingan dimainkan di Parco del Valentino dan Parco Cittadella. Pertandingan-pertandingan selanjutnya di gelar di Piazza d’Armi Stadium sampai 1908, kecuali di 1905 dan 1906 dimana Juve bermain di Corso Re Umberto. Dari 1909 sampai 1922, Juve bermain di Corso Sebastopoli Camp dan selanjutnya melakoni laga kandang di Corso Marsiglia Camp  hingga tahun 1933.

Di akhir 1933 Juventus bermain di Stadion Musollini yang disiapkan untuk Piala Dunia 1934. Setelah PD II, stadion tersebut berganti nama menjadi Stadion Comunale Vittorio Pozzo atau saat ini lebih dikenal dengan Olimpico de Torino. Juventus memainkan pertandingan kandangnya di sana selama 57 tahun dengan total pertandingan sebanyak 890 kali.

Dari tahun 1990, Juve menggunakan stadion Delle Alpi sebagai kandang mereka. Stadion Delle Alpi ini dibangun sebagai salah satu stadium yang digunakan untuk Piala Dunia 1990 dimana Italia sebagai tuan rumahnya.

Selanjutnya munculnya ide dari manajemen club untuk memiliki stadion sendiri. Rumah sendiri. Stadion yang tak memiliki campur tangan pemerintah. Akhirnya di tahun 2003, stadion Delle Alpi resmi menjadi milik Juve. Jadi sebenarnya juventus sudah memiliki rumah sendiri sejak tahun 2003. Jauh sebelum kasus murahan calciopoli terjadi! Stadion yang dibangun di dekat kaki pegunungan Alpen ini bukan stadion sederhana berkapasitas kecil. Dengan kapasitas sekitar 71.000 siapa yang bisa mengatakan Delle Alpi sebagai stadion kecil? 🙂 Namun Juventus butuh sesuatu yang lebih dari sekedar stadion berkapasitas besar.  Lebih dari itu, Delle Alpi bukanlah tipe stadion yang bersahabat untuk suporter sepak bola karena antara lapangan dan bangku penonton dipisahkan oleh lintasan lari yang cukup lebar. Sehingga jarak pandang penonton ke lapangan terkesan sangat jauh.

Karena itulah  setelah menjuarai serie A (DI LAPANGAN) 2006, Juventus mengajukan ijin pembangunan stadion baru. Walaupun izin pembangunan belum didapatkan dari pemerintah tata kota Turin, awal Agustus 2006 Juventus memulai musim di stadion Communale (Olimpico de Torino) karena selain sebagai persiapan pembangunan stadion baru, Delle Alpi juga digunakan untuk ajang Olimpiade Musim dingin tahun 2006. Hingga akhirnya izin pembangunan tersebut turun pada awal tahun 2008. Namun Delle Alpi sendiri mulai dirubuhkan pada pertengahan 2007. Tidak salah bukan merubuhkan sebelum ijin pembangunan turun? 😉

Akhirnya 8 September 2011 diresmikanlah Juventus Arena. Sebuah stadion baru. Rumah baru milik sendiri. Tanpa ngontrak!

Sebuah stadion dengan kapasitas 41.000 manusia. Kapasitasnya memang  25.000 lebih kecil dibandingkan Delle Alpi, namun jauh lebih menyenangkan bagi Juventini karena tak ada lagi jarak pandang yang terlampau jauh ke lapangan. Tak ada lagi konsep curva-curva an di stadion (curva = bagian stadion yang ada di belakang gawang. Biasanya berbentuk oval dan keberadaan lintasan lari semakin memperlebar jarak bangku penonton dengan lapangan). Jarak paling dekat antara bangku penonton dengan lapangan sekitar 7,5 m sehingga penonton bisa benar-benar dekat dengan tim saat menonton pertandingan.

Delle Alpi adalah salah satu stadion yang pernah digunakan Juventus dan bisa dibilang sebagai stadion dengan banyak sejarah. Baik manisnya sebuah piala, hingga pahitnya drama calciopoli. Sedangkan Juventus Arena adalah stadion baru Juventus yang berdiri di atas lahan dimana Delle Alpi pernah berdiri kokoh Tempatnya sama-sama di kaki pegunungan Alpen. Hanya saja saat ini tak ada lagi Delle Alpi, adanya Juventus Arena. Bangunan Delle Alpi sudah dipuingkan, digantikan oleh kemegahan Juventus Arena. Akan tetapi semangat dan energi juara Delle Alpi masih tertanam di Juventus Arena, dan mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa Juventus Arena dibangun di lahan Delle Alpi!

Bagi saya, dimanapun Juventus ber’kandang’ filosofi yang diusung tetaplah Lo Spirito Juventus 🙂

Jadi… masih bingung antara Delle Alpi dan Juventus Arena?

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s