Pendaki Juga Harus Religi


Salah satu hal yang paling saya suka saat mendaki adalah kesan religi yang tiba-tiba muncul. Bahkan kadang-kadang, seseorang akan lebih religius saat berada di atas gunung daripada di bawah gunung.Memang sih…sifat religius orang itu adalah salah satu bawaan individu masing-masing. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa gunung bisa menjadi salah satu tempat dimana manusia bisa mengucapkan kata tobat.

Para pendaki,yang muslim, rasanya tak akan pernah meninggalkan shalat 5 waktu. Atau yang paling sederhana, mereka akan melafalkan kalimat-kalimat Tuhan sebagai bentuk pujian atas keindahan alam yang tiada duanya. Contoh saja kawan seperjalanan saya si aisyah Babon… walaupun kosakata Jancuknya masih saja berkumandang, di sela-sela itu ada lafalan kalimat pujian seperti Subhanallah dan Alhamdulillah…Bahkan tak jarang ia mengucapkan Allahu Akbar.Sesuatu yang tak pernah (jarang) saya dengar dari ais babon saat kami bersama di dataran rendah.

yang paling saya suka lagi adalah pendaki yang tak lupa melaksanakan shalat 5 waktu. Hei…mendaki bukan berarti harus lalai terhadap kewajiban kita sebagai umat Tuhan bukan? Daki jalan, shalat pun tak pernah ketinggalan!

Salah satu pendaki yang tak lalai dengan shalatnya 🙂 Gantengnya nambah 100000%

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s