Kenapa Harus ‘HARUS’?!!!


Subhanallah… beruntunglah otak ini adalah ciptaan Tuhan. Setiap hari harus digunakan untuk menyelesaikan deadline dan deadline. Membuat cerita dengan tema yang berbeda. Membuat berita dengan topik yang tidak sama. Menyelesaikan karya dengan berbagai tema. Belum lagi harus mencerna arti kata yang beraneka rupa. Kalau ada yang berfikiran membuat tulisan itu mudah… tolong, kirimin saya resepnya!

Setelah seharian mengikuti sesi training tentang analisis statistik dan manajemen-manajemen organisasi dan beberapa teknik penulisan serta tetek bengeknya…. ternyata, banyak sekali aturan dan tata cara untuk membuat suatu paragraf. Harus menganalisis tema. Harus mendeskripsikan setiap kata. Harus memahami materi keseluruhan. Harus mengikuti tata cara ini dan itu. Dan Kata HARUS itu serasa menjontorkan kepala ke dinding berulang-ulang. Pusing!

Hei….dunia pekerjaan ini adalah pilihan saya dan saya punya cara sendiri untuk menjalaninya. Seriously, Bos… kata HARUS itu justrus membuat daya fikir saya berkurang. Karena itulah ketika si bos menanyakan apakah saya bisa mengerjakan tugas yang jauh lebih besar daripada hanya sekedar artikel-artikel ringan… saya jawab saja.. “Hanya menulis, bukan? Pasti bisa“. Mendengar jawaban saya, Pak Bos menanggapi dengan “Bukan hanya sekedar nulis, tapi kita juga mikir…..” yang intinya adalah si bos beranggapan saya menyepelekan.

Well…itu anggapan beliau. Tapi bagi saya, itu adalah cara saya untuk bisa menyelesaikan setiap pekerjaan. Hanya membuat mindset bahwa pekerjaan apapun tidak akan sulit diselesaikan. Dengan begitu saya akan benar-benar bisa mengerjakannya. Kalau dari pertama mindset yang saya buat adalah sulit maka ketika mengerjakan pun kata sulit itu akan terus ada sehingga saya tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik. HARUS itu bagaikan terali besi yang membuat saya tidak bisa berfikiran luas.Seperti disuruh berlari dengan kedua kaki yang terikat.

Intinya adalah saya hanya berfikiran positif untuk mendapatkan hasil yang positif.

Everything is simple, but not simpler! Itulah salah satu pikiran yang selalu saya tanamkan untuk menuntaskan apa yang menjadi tanggung jawab saya. Bukan menyepelekan! Kalau memang menyepelekan, bagaimana mungkin saya bisa menuntaskan setiap deadline yang sudah mengantri hingga dua pekan ke depan??

Saya suka akan pekerjaan saya, tapi suka-suka saya juga mau menyelesaikannya seperti apa. Bukankah yang penting saya tahu aturan dan menyelesaikannya dengan tepat waktu plus hasil yang oke?!!! Yahh…namanya juga kerja suka-suka…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s