Kisah Garudaku


Ada saja cerita tentang TimNas. Bukan kisah inspirati tentang prestasi, melainkan cerita-cerita yang sangat jauh dari kata sportivitas. Sepakbola adalah dunia olahraga, jadi bukankah sepantasnya jika nilai-nilai sportif dunia olahraga dianut seanut-anutnya? Dunia yang sejatinya menjunjung tinggi nilai sportivitas, malah dipenuhi dengan retorika-retorika yang tidak jelas

Sayangnya konflik di tubuh Garuda tak juga berhenti. Kericuhan antar suporter memang sudah biasa dan menjadi makanan sehari-hari dunia kulit bundar. Yang tidak biasa adalah ricuhnya konflik di tubuh asosiasi yang menaungi TimNas Garuda. Setahun telah berlalu, namun tanda-tanda berakhirnya konflik di tubuh PSSI belum juga terlihat. Jangankan tanda-tanda berakhir, konflik bertambah meruncing dan melebar hingga terbentuknya dua kubu Tim Nasional. Versi PSSI dan versi KPSI. Jika memang benar kedua kubu memiliki niat untuk memajukan dunia sepak bola Indonesia, mengapa harus bertikai? Mengapa harus ada dualisme TimNas yang membuat para atlet sepak bola tanah air tak jelas nasibnya? Harusnya kubu KPSI & PSSI menfusikan diri dan bersama-sama membentuk tim kuat sehingga Macan Asia tak hanya menjadi sebuah legenda.

Ada lagi konflik MenPora yang tak mau memenuhi permintaan pendanaan TimNas untuk ajang Piala AFF sebesar 2 M sehingga membuat masyarakat mengadakan even ‘Koin Untuk TimNas’ sebagai bentuk solidaritas akan Garuda. Hasilnya terkumpul rupiah sebesar 35 Juta. Sumbangan untuk TimNas masih terus dilangsungkan via rekening BRI 4187-01-005149-53-6 dengan  nama rekening ‘Satu Untuk Timnas’. Alasannya karena Menpora hanya mau mendanai 800 juta untuk aksi Garuda di ajang piala AFF di Malaysia.

Mungkin dana kementrian Pemuda dan Olahraga telah habis untuk mega proyek Hambalang yang memakan biaya 1,2 T dan tak rampung-rampung sehingga tak mampu memberi 2 M pada TimNas.

Ah…sudahlah…membahas masalah organisasi Garuda tak akan habis dalam sekecap.

Yang paling penting adalah semoga di ajang piala AFF kali ini Garuda mampu mengepakkan sayapnya dan kembali mengaum sebagai Macam Asia.

Saya tetap mendukungmu, Garuda…

Apapun yang terjadi, garuda tetap di dadaku 🙂

P.S: tapi tetap…. Fino Alla Fine Forza Juventus!!!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s