Say Good Bye to BRI!


Dua dekade lebih saya menaruuh rasa hormat pada sebuah lembaga keuangan yang merupakan salah satu BUMN di negeri ini. Alasannya karena lembaga keuangan tersebutlah sumber mata pencaharian Papi yang tentu saja sumber rejeki keluarga kami. Terlepas dari Tuhan yang mengatur dan melimpahkan rejeki, jabatan orang tua di lembaga keuangan tersebut tak bisa dipungkiri sebagai sumber penghasilan keluarga. Selama lebih dari dua dekade, BRI lah yang membuat perut keluarga kami kenyang.

Karena BRI saya dan saudara-saudara bisa bersekolah tinggi. Bisa merasakan mewahnya bangku universitas. Bisa menikmati pendidikan yang tak bisa dinikmati oleh semua anak di pelosok negeri. Sebagai bonus, saya bisa mendapatkan pendidikan formal dan non  formal di luar bangku sekolah. Les ini dan itu. Kursus ini dan itu.

Karena BRI kaki saya bisa memijak tanah Dewata lebih dulu dibadingkan kawan sepermainan. Mengenal Yogyakarta. Dan melihat tempat-tempat lain yang jauh dari rumah tinggal. Dari situlah saya mulai mengenal yang namanya mimpi dan cita-cita. Mulai berani membuat rencana untuk menginjakkan kaki ke seluruh penjuru negeri. Bermimpi untuk melihat setiap sudut Bumi.

Karena itulah, rasa simpati dan terimakasih patut saya berikan untuk BRI yang sudah melayani dengan setulus hati selama lebih dari dua dekade.

Sayangnya, respect pada bank yang turut membesarkan saya ini hilang dalam sekejap. Hanya karena sebuah perkara sederhana yang sebenarnya bisa diselesaikan jika pihak BRI memang beritikad baik untuk menyelesaikannya.

Saldo tabungan saya yang tiba-tiba berkurang adalah alasannya. Bagaimana tidak terkejut saat mengetahui saldo rekening berkurang, sementara saya tak melakukan transaksi? Rp 8.000.000,00 raib dalam satu hari.

Ketika pertama kali saya mengadukan perkara ini di kantor cabang BRI Kaliasin, Surabaya…. Saya mendapatkan harapan bahwa uang tersebut akan kembali. Pelayanan yang diberikan tidak mengecewakan. Customer Service yang melayani pengaduan Saya itu bahkan meyakinkan bahwa pihak BRI akan bertanggungjawab sehingga saya tak perlu merasa cemas. Mas CS tersebut menjanjikan maksimal 14 hari setelah pengaduan, uang tersebut akan kembali pada rekening saya. Diberkatilah mas CS, yang kalau saya tak salah bernama Nugraha, yang telah menerima keluhan saya dan membantu saya di hari itu.

Lalu dua minggu setelah pengaduan, saya mendapatkan pesan singkat dimana pengirimnya adalah BANK BRI. Ya… BANK BRI. Isi pesan menyatakan bahwa pengaduan saya telah diselesaikan dan uang telah dikembalikan ke rekening saya.

Pesan dari BRI

IMG02157-20121212-1137Dari pesan singkat yang saya terima itu, wajar bukan jika saya lega dan masih percaya bahwa  BRI masih sebagai salah satu BANK terbaik di negeri ini.

Sayangya ketika saya mengecek saldo via ATM, yang saya dapati adalah saldo rekening saya tidak bertambah. Tidak ada pengembalian uang seperti pesan singkat yang sudah saya terima tersebut. Karena itulah saya kembali menuju BRI cabang di kanwil Surabaya. Untuk mempertanyakan kejelasan uang saya.

Tahukah apa yang saya dapatkan?

Tidak ada lagi CS menyenangkan yang melayani dengan setulus hati. Adanya adalah mbak-mbak CS judes yang menjengkelkan. Tidak ada pelayanan ramah. Tidak ada juga solusi yang diberikan. Si Mbak CS judes juga mengatakan bahwa pihak BRI tidak bisa bertanggung jawab atas hilangnya uang di rekening saya itu. Bahkan si CS judes jelek itu juga menyuruh saya untuk pindah bank jika memang merasa dirugikan oleh BRI. KONYOL!!! Baru kali ini saya mendengar seorang CS menyuruh nasabahnya untuk pindah bank. Sayapun dipersilahkan untuk melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib atau menyebarkan beritanya ke media massa.

SHIT! Apa iya dia CS BRI? Bagaimana bisa sosok dengan pribadi seperti itu bisa menjadi bagian dari BRI? Apa sikap tersebut yang dinamakan ‘melayani dengan setulus hati’?

Suruhan si CS supaya saya memindahkan sisa uang ke rekening bank lain saya anggap sebagai solusi yang diberikan pihak BRI. Dan saya akan melakukannya. Serius ya… Saya dan nasabah lain itu menyimpan uang kami di BRI karena kami (Saya) percaya bahwa BRI bisa menjamin keamanan uang kami. Tapi kalau disimpan di BANK saja bisa kecolongan, apa bedanya dengan menabung di celengan ayam? Toh mungkin lebih baik menabung di celengan ayam. Tidak terpotong oleh biaya bunga bank dan sebagainya. Menyuruh pindah Bank? Bagaimana jika semua nasabah BRI berpindah ke bank lain? Saya memang hanya satu nasabah dengan saldo rekening yang mungkin menurut mereka kecil. Tapi bagaimana jika semua nasabah yang saldo rekeningnya kecil berpindah menjadi nasabah Bank yang menjadi kompetitor BRI di dunia perbankan? Apa iya BRI bisa bertahan? Bukankah sebuah Bank tak akan bisa apa-apa tanpa nasabahnya?

Saya memang bukan korban pertama. Banyak korban lain yang rekeningnya juga dibobol entah oleh siapa, namun tak mendapatkan ganti rugi dari BANK. Alasannya karena pihak BANK menganggap transaksi tersebut normal. Bukan kasus yang patut diperkarakan.

Rasanya benar-benar kecewa. Kepercayaan dan respect pada BRI hilang seketika. Sistem keamanan yang tak bisa lagi dipercaya serta perlakuan yang tidak menyenangkan dari salah satu karyawannya adalah alasan saya untuk say goodbye pada BRI. Di luar masalah ini, BRI juga sudah membuat kecewa Papi. Beliau yang sudah purna tugas tidak mendapatkan hak yang seharusnya beliau dapatkan. Uang pensiunan yang menjadi haknya masih tertahan di pihak BRI.

Sekarang saya tahu kenapa saat ini BRI bukan lagi yang terbaik. Masih salah satu yang baik memang, namun bukan yang paling baik. Dan jika pelayanan BRI tak juga dirubah bukan tak mungkin yang tersisa dari BRI hanyalah nama.

Semoga saja perkara yang menimpa saya ini tak terjadi pada nasabah lain.

Advertisements

One comment on “Say Good Bye to BRI!

  1. Saya terlambat mempelajari kecurangan pihak bank, yang setelah membaca postingan ini saya betul betul sangat kecewa, betapa tidak, mereka telah tega melakukan penipuan terhadap nasabah. Suami saya kehilangan uang yang tidak disangka dan diduga bahwa selama menjadi nasabah Prioritas BRI, tiba-tiba rekening berkurang Rp.75 juta. Saya terkejut sekali, dan bingung karena ini baru pertama kali terjadi. Lantas apa yang harus dilakukan? Apakah selama ini tidak ada keamanan sebagai nasabah BRI?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s